Berjumpa kembali bersama Saya
Romo Antoro dalam renungan harian.
Pekan biasa ke-10. Semoga kita
bersama keluarga selalu dalam keadaan baik sehat dan bersemangat.
Hari ini kita akan merenungkan Injil Yesus Kristus
menurut Matiu, Bab 5 ayat 20 -26
Mari kita mengawali renungan kita dengan tanda
kemenangan Kristus
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Dalam khotbah di bukit berkatalah
Yesus, jika keagamaanmu tidak lebih
benar dari pada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Kalian tidak akan masuk ke dalam kerajaan
surga. Kalian telah mendengar apa yang
disabdakan kepada nenek moyang kita. Jangan
membunuh. Siapa yang membunuh harus
dihukum. Tetapi aku berkata kepadamu, “setiap orang yang marah terhadap
saudaranya harus dihukum. Barang siapa kepada saudaranya ‘kafir’ harus dihadapkan ke mahkamah agama dan siapa yang berkata ‘jahil’ harus diserahkan ke dalam neraka yang
menyala-nyala. Sebab itu jika engkau
mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu
yang ada dalam hati saudaramu Terhadap Engkau, Tinggalkanlah persembahanmu di
depan Misbah itu dan pergi berdamai dahulu
dengan saudaramu lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu. Selama
Engkau bersama-sama dia di tengah jalan. Supaya lawanmu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan
hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya. Dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya engkau tidak
akan keluar dari sana sebelum engkau membayar hutanmu sampai lunas.
Demikianlah Injil Tuhan. terpujilah Kristus.
Saudari
saudara terkasih.
Apa kabar
semuanya. Semoga kita selalu dalam
keadaan baik, sehat dan tetap bersemangat.
Dalam Sabda Tuhan hari ini, Yesus
menggunakan ilustrasi kehidupan keagamaan para ahli Taurat dan orang Farisi. Bagi Yesus kehidupan agama mereka tidak sejati. Mereka bukan pelaku firman Tuhan. Bagaimana
mungkin orang-orang yang kesehariannya bergaul dengan firman Tuhan ternyata di
mata Yesus bukanlah pewaris kerajaan surga. Ketaatan orang farisi hanya bersifat lahiriyah. Apa yang mereka lakukan tidak didasarkan atas
kasih kepada Allah dan sesama. Oleh karena itu, Yesus menasehati para muridnya
untuk tidak punya hidup keagamaan seperti yang mereka miliki. Para ahli Taurat dan orang Farisi itu. Yesus ingin para muridnya memberlakukan firman
Tuhan dengan sungguh-sunggu,h mulai dari dalam hati, bukan hanya sekedar tingkah laku lahiriyah.
Saudari-saudara yang terkasih.
Melalui Sabda Tuhan hari ini kita semua sebagai murid-murid Kristus diajak dan dipanggil untuk hidup seturut dengan Teladan Tuhan kita Yesus Kristus. Kita menjadi pelaku-pelaku firman sehingga tidak hanya dalam kata-kata tetapi dalam tindakan dan perbuatan kita.
Saudari-saudara yang terkasih.
Hukum Taurat memberikan larangan, jangan membunuh. Di balik perintah itu ada prinsip Ilahi bahwa Tuhanlah Yang punya hak atas hidup dan mati seseorang. Oleh karena itu manusia harus menghargai hidup sesamanya.
Saudara-saudara
yang terkasih.
Jadi Yesus menegaskan bahwa bukan hanya tindakan membunuh yang disebut sebagai dosa. Marah terhadap sesama. Mengata-ngatai sesama manusia sebagai kafir atau jahil sudah dikategorikan pembunuhan. Istilah sekarang pembunuhan karakter, artinya baik kemarahan maupun pembunuhan merupakan pelanggaran terhadap hukum Taurat yang ke enam. Sikap demikian adalah sikap yang merendahkan sesama manusia yang adalah citra Allah.
Saudari Saudaraku yang terkasih,
Ingatlah menumpuk Kemarahan dalam hati kita akan meracuni pikiran dan tindakan kita. Kemarahan dapat menyebabkan kita kehilangan kendali diri dan berbuat apa saja pada orang lain. Kita perlu belajar mengendalikan diri agar dapat meredam kemarahan dan Tetap tenang.
Saudari-saudaraku yang terkasih.
Marilah kita Mohon rahmat Tuhan supaya kita sungguh dapat menghayati sabdanya dan melaksanakannya dalam kehidupan kita eetiap hari.
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasihmu o Tuhan
Kasihmu Kudus tiada batasnya.
Semoga saudari-saudara sekalian,
keluarga keluarga, orang-orang yang kita
doakan, mereka yang sakit, yang menderita, seluruh tugas belajar, pekerjaan, usaha serta karya pelayanan kita,
dibimbing dilindungi dan diberkati oleh Allah Yang Mahakuasa.
Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar