Rabu, 09 Juni 2021

Renungan Pagi, Kamis 10 Juni 2021

 


Berjumpa kembali bersama Saya Romo Antoro dalam renungan harian.
Pekan biasa ke-10. Semoga kita bersama keluarga selalu dalam keadaan baik sehat dan bersemangat.
Hari ini kita akan merenungkan Injil Yesus Kristus menurut Matiu, Bab 5 ayat 20 -26
Mari kita mengawali renungan kita dengan tanda kemenangan Kristus
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.  Amin.

    Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus, jika keagamaanmu  tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.  Kalian tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.  Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita.  Jangan membunuh.      Siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi aku berkata kepadamu, “setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum. Barang siapa kepada saudaranya ‘kafir’  harus dihadapkan ke mahkamah  agama dan siapa  yang berkata ‘jahil’  harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.  Sebab itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu Terhadap Engkau, Tinggalkanlah persembahanmu di depan Misbah itu dan pergi  berdamai dahulu dengan saudaramu lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.  Segeralah berdamai dengan lawanmu. Selama Engkau bersama-sama dia di tengah jalan. Supaya lawanmu  jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya.  Dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.  Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana sebelum engkau membayar hutanmu  sampai lunas.

 Demikianlah Injil Tuhan. terpujilah Kristus.

 Saudari saudara  terkasih.

 Apa kabar semuanya.  Semoga kita selalu dalam keadaan baik, sehat dan tetap bersemangat.  Dalam Sabda Tuhan hari ini,  Yesus menggunakan ilustrasi kehidupan keagamaan para ahli Taurat dan orang Farisi.  Bagi Yesus kehidupan agama mereka tidak sejati.  Mereka bukan pelaku firman Tuhan. Bagaimana mungkin orang-orang yang kesehariannya bergaul dengan firman Tuhan ternyata di mata Yesus bukanlah pewaris kerajaan surga. Ketaatan  orang farisi hanya bersifat lahiriyah.  Apa yang mereka lakukan tidak didasarkan atas kasih kepada Allah dan sesama. Oleh karena itu, Yesus menasehati para muridnya untuk tidak punya hidup keagamaan seperti yang mereka miliki.  Para ahli Taurat dan orang Farisi itu.  Yesus ingin para muridnya memberlakukan firman Tuhan dengan sungguh-sunggu,h mulai dari dalam hati,  bukan hanya sekedar tingkah laku lahiriyah.


Saudari-saudara yang terkasih.

Melalui Sabda Tuhan hari ini kita semua sebagai murid-murid Kristus diajak dan dipanggil untuk hidup seturut dengan Teladan Tuhan kita Yesus Kristus.  Kita menjadi pelaku-pelaku firman sehingga tidak hanya dalam kata-kata tetapi dalam tindakan dan perbuatan kita.

Saudari-saudara yang terkasih.

Hukum Taurat memberikan larangan, jangan membunuh.  Di balik perintah itu ada prinsip Ilahi bahwa Tuhanlah Yang punya hak atas hidup dan mati seseorang. Oleh karena itu manusia harus menghargai hidup sesamanya.

 Saudara-saudara yang terkasih. 

Jadi Yesus menegaskan bahwa bukan hanya tindakan membunuh yang disebut sebagai dosa.  Marah terhadap sesama. Mengata-ngatai  sesama manusia sebagai kafir atau jahil sudah dikategorikan pembunuhan.  Istilah sekarang pembunuhan karakter,  artinya baik kemarahan maupun pembunuhan merupakan pelanggaran terhadap hukum Taurat yang ke enam.  Sikap demikian adalah sikap yang merendahkan sesama manusia yang adalah citra Allah. 

Saudari Saudaraku yang terkasih,

Ingatlah menumpuk Kemarahan dalam hati kita akan meracuni pikiran dan tindakan kita.  Kemarahan dapat menyebabkan kita kehilangan kendali diri dan berbuat apa saja pada orang lain. Kita perlu belajar mengendalikan diri agar dapat meredam kemarahan dan Tetap tenang. 

Saudari-saudaraku yang terkasih.

Marilah kita Mohon rahmat Tuhan supaya kita sungguh dapat menghayati sabdanya dan melaksanakannya dalam kehidupan kita eetiap hari.

Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasihmu  o Tuhan
Kasihmu Kudus tiada batasnya.

Semoga saudari-saudara sekalian, keluarga keluarga,  orang-orang yang kita doakan, mereka yang sakit, yang menderita, seluruh tugas belajar,  pekerjaan, usaha serta karya pelayanan kita, dibimbing dilindungi dan diberkati oleh Allah Yang Mahakuasa.

 Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...