Renungan Pagi, Rabu 9 Juni 2021
Oleh Pr Ofan, CSsR
Umat beriman yang terkasih.
Selamat pagi selamat berjumpa kembali dalam renungan pagi.
Mari kita membuka renungan pagi
kita dengan tanda kemenangan Kristus. Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.
Bacaan Hari ini di ambil dari
Matius 5 ayat 17-19 , inilah injil Yesus
Kristus menurut Matius. Di muliakanlah Tuhan.
Dalam kotbah dibukit Yesus
berkata. Janganlah kau menyangka bahwa
aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi. Aku adatang
tidak untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata
kepadamu sungguh sebelum selama belum lenyap langit dan bumi ini satu iota atau
satu detik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat sebelum semuanya terjadi.
Karena itu siapa yang meniadakan
salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya
demikian kepada orang lain ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam
kerajaan surga. Tetapi Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah
Taurat ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan surga.
Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus.
Umat beriman yang terkasih.
Beberapa waktu lalu saya membuka salah satu media sosial dan di sana ada
postingan yang menarik, bunyinya demikian. Mungkin doa kita harus diganti bukan
lagi minta bahagia setiap waktu, tetapi minta diberi hati yang cukup luas untuk
menerima segala sesuatu. Menurut saya
postingan ini menarik. Ya memang
Terkadang doa-doa kita selalu meminta agar kita bahagia mendapatkan hidup yang
baik .diberi rezeki dan lain sebagainya.
Ini tentu baik, tetapi baik juga kalau kita meminta hati yang
cukup luas untuk menerima segala sesuatu, sehingga ketika kita gagal, kita bisa
menerimanya. Ketika kita jatuh kita bisa menerimanya dan pada akhirnya kita pun
bisa bangkit lagi.
Umat beriman yang terkasih. Injil
hari ini berbicara tentang Yesus dan orang-orang Farisi atau orang-orang Yahudi
para ahli Taurat. Orang Farisi mereka sering benci sering jengkel melihat Yesus
karena menurut mereka pengajaran Yesus bertentangan. Bahkan sangat sekali jauh dari hukum Taurat
misalnya Yesus diminta untuk tidak menyembuhkan orang pada hari sabat dengan
melarang orang, mereka berharap Yesus
pun bisa melarangnya. Tetapi Yesus justru sebaliknya Yesus malah menyembuhkan
orang pada hari sabat. Lalu apakah yang
dilakukan Yesus salah?
Dalam injil hari ini Yesus berkata janganlah kalian
menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi
aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya.Apanya yang
digenapi? yakni kedatangan Yesus sendiri
dia adalah hukum Taurat yang hidup, yang
bisa memimpin, yang bisa melayani, yang
bisa memberikan teladan bagi setiap orang yang dilayaninya.
Bagi yesus Hukum Taurat bukan saja hukum yang bersifat
wajib. Hukum yang harus dijalankan setiap hari setiap saat tetapi hukum yang
harus kita membuka mata hati dan pikiran.
Lalu menggerakkan setiap orang agar mereka bisa peka melihat situasi. Sama hal nya dengan Yesus. Yesus mau agar mereka memahami bahwa dirinya
yang adalah hukum yang hidup, mampu
membuka hati dan pikirannya secara luas untuk melihat sesuatu yang terjadi disekitarnya. Yesus mau melatih agar mereka peka terhadap sesama. Peduli terhadap orang lain, maka apa jadinya
jika ada orang yang sakit hanya karena itu pada hari sabat mereka tidak
menolongnya ada orang yang mau melahirkan hanya karena itu hari sabat mereka
tidak mau menolongnya. Ada orang yang
lapar hanya karena itu hari sabat mereka tidak menolongnya.
Jika demikian maka hukum itu
membutakan hati nurani setiap orang. Yesus mau agar hukum Taurat tidak hanya
sebatas itu. Hukum Taurat haruslah
menjadi hukum ia mewartakan kasih kepada banyak orang seperti yang telah ia
lakukan. Maka kata-kata Yesus ini sangat
relevan dengan kehidupan kita.
Kepekaan kepedulian harus terus
dilakukan kepada setiap orang yang membutuhkan bantuan kita. Seringkali kita
hanya berkata iya, ketika mendengarkan firman Tuhan, ketika meninggalkan
renungan tetapi tidak melakukannya. Hukum haruslah membebaskan seseorang untuk
berbuat sesuatu. Hukum tidak hanya membantu orang menaati aturan tetapi juga
harus membebaskan hati nurani orang untuk melakukan kebaikan kepada sesama
tidak peduli siapa dia, tidak peduli warna kulitnya apa, tidak peduli asalnya
dari mana.
Yang terpenting ialah dia sesamaku
maka aku pun harus menolongnya. Mari kita kembali lagi pada apa yang saya
katakan pada awal tadi. Mungkin kita juga butuh hati yang cukup luas untuk
menerima segala sesuatu. Mengapa orang-orang Farisi dan ahli Taurat benci
terhadap Yesus. Karena mereka belum punya hati yang cukup luas untuk menerima
segala sesuatu. Mari kita juga minta
kepada Tuhan agar kita memiliki hati yang cukup luas untuk menerima segala
sesuatu untuk menerima orang-orang yang hadir dalam hidup kita. Terkadang kita juga seperti orang-orang
Farisi dan ahli Taurat ini. iri melihat keberhasilan orang lain. Iri melihat Yesus sehingga mereka mengatakan
bahwa Yesus tidak menaati hukum Taurat.
Justru Yesus datang untuk menggenapinya dengan dirinya sendiri dengan
ajaran-ajarannya yang membawa cinta
kasih.
Semoga kita pun memiliki hati
yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu dan juga mampu berbagi kasih
terhadap sesama kita di hari yang baru ini.
Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.
Kita semua diberkati oleh Allah
Yang Maha Kuasa Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.
Selamat pagi semuanya. selamat memulai hari
yang baru dan sampai jumpa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar