Selasa, 08 Juni 2021

 

Renungan Pagi,  Rabu  9 Juni 2021

Oleh Pr  Ofan, CSsR

 

Umat beriman yang terkasih. Selamat pagi selamat berjumpa kembali dalam renungan pagi.

Mari kita membuka renungan pagi kita dengan tanda kemenangan Kristus. Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.

Bacaan Hari ini di ambil dari Matius 5 ayat 17-19 , inilah injil  Yesus Kristus menurut Matius. Di muliakanlah Tuhan.

Dalam kotbah dibukit Yesus berkata. Janganlah kau menyangka  bahwa aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi. Aku adatang tidak untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu sungguh sebelum selama belum lenyap langit dan bumi ini satu iota atau satu detik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan surga. Tetapi Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan surga.

Demikianlah Injil Tuhan.  Terpujilah Kristus.

Umat beriman  yang terkasih.  Beberapa waktu lalu saya membuka salah satu media sosial dan di sana ada postingan yang menarik, bunyinya demikian. Mungkin doa kita harus diganti bukan lagi minta bahagia setiap waktu, tetapi minta diberi hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu.  Menurut saya postingan ini menarik.  Ya memang Terkadang doa-doa kita selalu meminta agar kita bahagia mendapatkan hidup yang baik .diberi rezeki dan lain sebagainya.

 Ini tentu baik,  tetapi baik juga kalau kita meminta hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu, sehingga ketika kita gagal, kita bisa menerimanya. Ketika kita jatuh kita bisa menerimanya dan pada akhirnya kita pun bisa bangkit lagi.

Umat beriman yang terkasih. Injil hari ini berbicara tentang Yesus dan orang-orang Farisi atau orang-orang Yahudi para ahli Taurat. Orang Farisi mereka sering benci sering jengkel melihat Yesus karena menurut mereka pengajaran Yesus bertentangan.  Bahkan sangat sekali jauh dari hukum Taurat misalnya Yesus diminta untuk tidak menyembuhkan orang pada hari sabat dengan melarang orang,  mereka berharap Yesus pun bisa melarangnya. Tetapi Yesus justru sebaliknya Yesus malah menyembuhkan orang pada hari sabat.  Lalu apakah yang dilakukan Yesus salah? 

Dalam  injil hari ini Yesus berkata janganlah kalian menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya.Apanya yang digenapi?  yakni kedatangan Yesus sendiri dia adalah hukum Taurat yang hidup,  yang bisa memimpin, yang bisa melayani,  yang bisa memberikan teladan bagi setiap orang yang dilayaninya.

Bagi yesus  Hukum Taurat bukan saja hukum yang bersifat wajib. Hukum yang harus dijalankan setiap hari setiap saat tetapi hukum yang harus kita membuka mata hati dan pikiran.  Lalu menggerakkan setiap orang agar mereka bisa peka melihat situasi.  Sama hal nya dengan Yesus.  Yesus mau agar mereka memahami bahwa dirinya yang adalah hukum yang hidup,  mampu membuka hati dan pikirannya secara luas untuk melihat  sesuatu yang terjadi disekitarnya.  Yesus mau melatih  agar mereka peka terhadap sesama.  Peduli terhadap orang lain, maka apa jadinya jika ada orang yang sakit hanya karena itu pada hari sabat mereka tidak menolongnya ada orang yang mau melahirkan hanya karena itu hari sabat mereka tidak mau menolongnya.  Ada orang yang lapar hanya karena itu hari sabat mereka tidak menolongnya.

Jika demikian maka hukum itu membutakan hati nurani setiap orang. Yesus mau agar hukum Taurat tidak hanya sebatas itu.  Hukum Taurat haruslah menjadi hukum ia mewartakan kasih kepada banyak orang seperti yang telah ia lakukan.  Maka kata-kata Yesus ini sangat relevan dengan kehidupan kita.

Kepekaan kepedulian harus terus dilakukan kepada setiap orang yang membutuhkan bantuan kita. Seringkali kita hanya berkata iya, ketika mendengarkan firman Tuhan, ketika meninggalkan renungan tetapi tidak melakukannya. Hukum haruslah membebaskan seseorang untuk berbuat sesuatu. Hukum tidak hanya membantu orang menaati aturan tetapi juga harus membebaskan hati nurani orang untuk melakukan kebaikan kepada sesama tidak peduli siapa dia, tidak peduli warna kulitnya apa, tidak peduli asalnya dari mana.

Yang terpenting ialah dia sesamaku maka aku pun harus menolongnya. Mari kita kembali lagi pada apa yang saya katakan pada awal tadi. Mungkin kita juga butuh hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu. Mengapa orang-orang Farisi dan ahli Taurat benci terhadap Yesus. Karena mereka belum punya hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu.  Mari kita juga minta kepada Tuhan agar kita memiliki hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu untuk menerima orang-orang yang hadir dalam hidup kita.  Terkadang kita juga seperti orang-orang Farisi dan ahli Taurat ini. iri melihat keberhasilan orang lain.  Iri melihat Yesus sehingga mereka mengatakan bahwa Yesus tidak menaati hukum Taurat.  Justru Yesus datang untuk menggenapinya dengan dirinya sendiri dengan ajaran-ajarannya yang  membawa cinta kasih.

Semoga kita pun memiliki hati yang cukup luas untuk menerima segala sesuatu dan juga mampu berbagi kasih terhadap sesama kita di hari yang baru ini.

Tuhan Yesus memberkati kita.  Amin.

Kita semua diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.

 Selamat pagi semuanya. selamat memulai hari yang baru dan sampai jumpa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...