KRITIS DITERJANG CORONA
Oleh : Ledwina Eti
Kusimpan goresan ini
Mengukir sebuah karya seni
Di sebuah puisi telelet terkini.
Kita tak pernah tahu dari yang Esa
Aku tak tahu pula umur kita tersisa
Hanya bisa pasrah pada yang kuasa
PadaNya saja kita ungkapkan rasa.
Sedih, perih, kini suamiku terpapar
Aku, anak-anakku juga terkapar
Mencekam pandangan nanar
Anggota badan terasa onar
Wajah
layu tak bersinar.
Sedih,sakitnya luar biasa
Badan letih rasa tersiksa
Harapan sirna, putus asa
Ingin marah tapi tak kuasa
Oh TuhanKU aku harus bisa
Semangat
kuat dan sentosa.
Derita ini membuat aku menangis
Apalagi saat badan lunglai dan kritis
Gelisah, susah tidur hanya meringis
Menahan sakit hingga hati terkikis
Sesak nafasnya hampir habis.
Ujian, diterimalah dengan rela
Iklas hati jangan buat tercela
Dunia menghadapi pratala
Sanggupkan menolak bala.
Refleksi dari hati terdalam
Agar tak rasa dalam kelam
Ungkapan syukur dan salam.
Waingapu, 23 Agustus 2021
HIDUP DITANGAN TUHAN
OLEH : Ledwina
Eti
Saat
hati terasa tak tenang
Tuhan terasa jauh di awang-awang
Damai
tak ada, apalagi kasih sayang.
Hati
seolah terasa kering kerontang
Pikiran tak nyaman terasa melayang
Tak tentu arah yang jelas jadi tegang
Roh jahat selalu terbayang-bayang.
Terasa hidup hampa tak bermakna
Hidup percuma dan tak ada guna
Cita-cita, harapan semua sirna
Hidup seolah tak berwarna
Hambar tak ada pesona.
Aku mencoba kuat
Menatap
penuh semangat
Menjadi orang beriman dan taat
Bersujud kepada Tuhan agar selamat
Berdoa, berpengharapan sebagai umat
Untuk hidup kekal, bekal menuju akhirat.
Bahagia jika hidup dalam Kasih Tuhan
Hati sukacita dan
rasanya selalu nyaman
Sejahtera, bahagia dan penuh kedamaian
Penuh syukur, tenang dalam pengharapan
Hanya kepadaMU yang selalu kurindukan.
Saat kudengar sangkakala menggema
Suara kecapi turut berbunyi bersama
Dengan kedua tangan sujud kuterima
Tak pandang kita semua sama.
Trimakasih bisa hidup dalam Dia
Damai sejahtera membuatku bahagia
Senyum penuh syukur dan hati selalu ceria.
Waingapu, 24 Agustus 2021
IBUKU
Oleh
: Ledwina Eti
Ibu
lahir ke dunia tanggal tujuh belas
Bulan Agustus 45 saat Indonesia terbebas
Saat pahlawan lega tugasnya tuntas.
Lahir bayi kecil mungil yang tangguh
Rasa merdeka membuat hati teguh
Gembira membuat bugar tubuh
Lahir
selamat tak mengeluh.
Panjang umur diberkati
Terus bersyukur dihati
Tersenyum dengan pasti
Saudara menaruh simpati
Kepadamu ibu aku kan berbakti.
Kini hatimu dipenuhi dengan cinta
Tak
lupa memberi nasehat dan cerita
Membuat kita semua ada suka cita
Rasa damai sejahtera setiap kita
Terpancar aura terlihat nyata
Hati sejuk teduh dan tertata.
Ibu mengajariku berbagi
Mandiri
dan jangan grogi
Rendah hati tapi bersinergi
Agar bisa hidup smart berenergi
Tak boleh sombong apalagi unjuk gigi.
Keluarga kami dibuatnya selalu ceria
Saling melengkapi dan saling setia
Hingga
terwujud keluarga bahagia
Sebagai warga negara Indonesia.
Merdeka!! Kusampaikan Selamat
Ibuku dan ibu pertiwi agar tetap
Sehat
Untuk Indonesia maju dan penuh semangat.
Waingapu, 17 Agustus 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar