Sabtu, 25 September 2021

BERCERITA LEWAT TULISAN BERSAMA ALINEAKU #1



 


 

Menulislah agar hidupmu bermkna, menulislah agar hidupmu berwarna, meulislah hari ini agar kau dikenal esok hari.

 

Saya siap mengikuti challenge 30 hari menulis. Ini adalah hari pertama mulai menulis. Kamis, 23 September 2021.  Menulis setiap hari menjadi tantangan tersendiri. Begitu banyak hal yang sebenarnya bisa kita tuliskan namun kadang ada rasa ragu, takut, tidak percaya diri untuk menuangkan tulisan saya sendiri. Semoga dengan mengikuti Challenge ini bisa menambah wawasan dan bisa terus belajar menjemput peluang. Semoga!

 

Pada suatu saat  tiba-tiba aku digabungkan  WA  group “Alumni KMO Alineaku”. Aku pernah ikut Kelas menulis Online Alineaku Basic Batch 33 Periode 5 Juni 2020 – 5 September 2020. Dalam sertifikat penyelenggaranya mbak Aprilia Pra setyawati dan Narasumber Bapak Cahyadi Takariawan.  Dari group itu  kulihat  ada ajakan  membuat  tulisan  apa saja, bebas tanpa ada kata minimal kata, tanpa ada  batasan genre, minimal 1 cerita 1 hari.  Rasa penasaranpun menggejolak di hati.  Ikut atau tidak!. Akhirnya saya mencoba  untuk menguji nyali, prinsipnya yang penting  ikut berpartisipasi melestarikan  Literasi. Saya mencoba belajar jadi pegiat literasi . Mimpi!!.  Siapa tahu  bisa. Jika bisa pasti akan membahagiakan hati.

Tanpa pikir panjang  langsung aku ketik bergabung. Eh teryata  pesertanya sudah 80-an orang. Kulihat kembali  ternyata  mulainya  hari ini. Karena penasaran  aku japri mbak Lina panitia  challenge ini. Memperbolehkan!. Syukurlah, Untuk menambah koleksi buku, siapa tahu  challenge ini bisa jadi buku!  Dengan semangat  aku  mulai menulis.

Nah, aku akhirnya  dari referensi  tentang Tema tulisan adalah Writing is Passion. Mendengar kata passion yang terlintas  dihati  adalah menulis itu menggairahkan. Membuat semangat. Apalagi kalau yang kita tulis adalah hal-hal yang kita sukai atau kita  kuasai, pasti asyik jadinya. Menulis bagi saya adalah passion. Menulis  bisa  menuangkan  apa yang kita pikirkan. Kita perlu menulis apa saja yang  ada di otak agar  tidak bikin  memori full, hehe.... 

Jadi setelah saya suka menulis rasanya kalau ada hal-hal yang menurut saya menarik saya harus catat. Entah itu kejadian, cerita , pengalaman, kisah keadaan baik itu membahagiakan atau mendukakan hati. Itu adalah  sebuah inspirasi yang  harus diabadikan. 

Sebelum suka menulis  setiap membaca lepas saja. Tak sedikitpun terpikirkan untuk menulis, tapi sekarang  berbeda. Begitu berharganya sebuah pengalaman.

 

Melakukan sesuatu  jika sesuai  dengan passion akan memiliki  dampak yang berbeda  jika  dibandingkan tanpa passion. Setelah  rajin menulis  saya ‘lebih’ percaya diri. Hobi jadi tersalur. Tidak penting  tulisan   itu  dibaca atau tidak,  yang penting niatku sudah terwujud. Hidup semoga bisa  bermanfaat untuk orang lain. Yang jelas  mimpi selama ini  bukan isapan jempol. Karya nyata  sudah terbukti.

Salah satu buku saya berjudul “Bangga menjadi Seorang Penulis”. Dari buku itu berisi tentang  kumpulan resume belajar menulis bersama pak Naff ( Nafrizak Eka Putra, M.Pd).

Saya  begitu mengagumi para penulis hebat, seperti  Pramudya Ananta Toer, Tere Liye, Andrea Hirata, Ahmad Fuadi dan lain-lain. Biar tulisan sederhana, modal nekat, ternyata  saya sekarang  bisa mewujudkannya. Betapa hal itu jadi membahagiakan pribadi.

Masih sebagai penulis pemula  ternyata ibu kanjeng ( Dra Sri Sugiastuti, M.Pd)  mempercayai saya untuk menjadi kurator. Tambah  banggalah saya.  Semoga bisa terus belajar menulis. Alah bisa  karena biasa. Tetap semangat untuk berkarya. Semoga!

            Saat ini profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.  Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir. Banyak diantara kita yang ingin menjadi penulis namun banyak yang tidak mampu mewujudkannya. Hal ini terjadi karena terdapat kendala dan hambatan yang memasung semangat kita

Pada dasarnya semua orang bisa menulis,  tetapi  kadang kita merasa  tidak mempunyai bakat menulis.  Pandangan ini harus kita tepiskan.  Menulis itu bisa dilatih. Perasaan  tidak memiliki ide juga menghambat kita untuk memulai menulis. Sebenarnya ide  terlalu banyak. Ide bisa diperoleh  dari kegiatan kita sehari-hari.  Dimulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, pastilah banyak cerita yang bisa ditulis. Menulis itu sebenarnya merupakan suatu passion sehingga tidak ada alasan untuk tidak suka menulis, yang menjadi kendala berikutnya  yaitu tidak memiliki waktu dan tidak berani menerima kritik.

Untuk menulis kita mulai dengan menemukan Ide dan gagasan, Pada tahap ini, penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mendapatkan ide , cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

Mengumpulkan Bahan, Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Setiap orang bisa menulis tetapi tidak semua orang mampu menghasilkan sebuah tulisan.

Untuk menulis harus  latihan komitmen. Mempunyai target. Tidak boleh ada alasan. Hilangkan alasan sibuk,  tak punya waktu, tak percaya diri, tak tahu cara memulai atau yang lainnya. Teruslah menulis, dan menulis. Sungguh tidak ada tulisan yang jelek. Selagi tulisan kita  berisi hal-hal yang positif, apapun kemasannya, tulisan itu tetaplah  tulisan bernilai. Semua perlu proses, tak ada yang instan.

Semua penulis  besar  yang kita kenal itu  pada mulanya  juga meniti tangga demi tangga untuk mencapai kesempurnaan. Untuk mencapai langkah seribu harus mulai dari langkah pertama. Maka  kuncinya adalah disiplin  dan  disiplin menulis. Mau tekun  belajar, berlatih dan berusaha.  Jangan  terlalu mimpi bermuluk-muluk  untuk jadi penulis besar. Jadikan menulis adalah kebutuhan agar memotivasi kita untuk terus menulis. Taati 3M, menulis, menulis dan  terus menulis setiap hari. Buktikan saja  apa yang nanti akan terjadi.   Biarkanlah  nanti  tulisan itu menemukan takdirnya.  

 

#30harimenulis

#30haripunyanaskah

#siapataujadibuku

#alineakuchallenge - 1

#alineakuwriter

 

#alineakuLedwinaEti  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...