Menulislah agar hidupmu bermkna,
menulislah agar hidupmu berwarna, meulislah hari ini agar kau dikenal esok
hari.
Saya siap mengikuti challenge 30 hari menulis. Ini
adalah hari pertama mulai menulis. Kamis, 23 September 2021. Menulis setiap hari menjadi tantangan
tersendiri. Begitu banyak hal yang sebenarnya bisa kita tuliskan namun kadang
ada rasa ragu, takut, tidak percaya diri untuk menuangkan tulisan saya sendiri.
Semoga dengan mengikuti Challenge ini bisa menambah wawasan dan bisa terus
belajar menjemput peluang. Semoga!
Pada suatu saat tiba-tiba aku digabungkan WA
group “Alumni KMO Alineaku”. Aku pernah ikut Kelas menulis Online
Alineaku Basic Batch 33 Periode 5 Juni 2020 – 5 September 2020. Dalam
sertifikat penyelenggaranya mbak Aprilia Pra setyawati dan Narasumber Bapak
Cahyadi Takariawan. Dari group itu kulihat
ada ajakan membuat tulisan
apa saja, bebas tanpa ada kata minimal kata, tanpa ada batasan genre, minimal 1 cerita 1 hari. Rasa penasaranpun menggejolak di hati. Ikut atau tidak!. Akhirnya saya mencoba untuk menguji nyali, prinsipnya yang penting ikut berpartisipasi melestarikan Literasi. Saya mencoba belajar jadi pegiat
literasi . Mimpi!!. Siapa tahu bisa. Jika bisa pasti akan membahagiakan hati.
Tanpa pikir panjang langsung aku ketik bergabung. Eh teryata pesertanya sudah 80-an orang. Kulihat
kembali ternyata mulainya
hari ini. Karena penasaran aku
japri mbak Lina panitia challenge ini. Memperbolehkan!.
Syukurlah, Untuk menambah koleksi buku, siapa tahu challenge ini bisa jadi buku! Dengan semangat aku
mulai menulis.
Nah, aku akhirnya dari referensi tentang Tema tulisan adalah Writing is
Passion. Mendengar kata passion yang terlintas
dihati adalah menulis itu
menggairahkan. Membuat semangat. Apalagi kalau yang kita tulis adalah hal-hal
yang kita sukai atau kita kuasai, pasti
asyik jadinya. Menulis bagi saya adalah passion. Menulis bisa
menuangkan apa yang kita
pikirkan. Kita perlu menulis apa saja yang ada di otak agar tidak bikin
memori full, hehe....
Jadi setelah saya suka menulis
rasanya kalau ada hal-hal yang menurut saya menarik saya harus catat. Entah itu
kejadian, cerita , pengalaman, kisah keadaan baik itu membahagiakan atau
mendukakan hati. Itu adalah sebuah
inspirasi yang harus diabadikan.
Sebelum suka menulis setiap membaca lepas saja. Tak sedikitpun
terpikirkan untuk menulis, tapi sekarang
berbeda. Begitu berharganya sebuah pengalaman.
Melakukan sesuatu jika sesuai dengan passion akan memiliki dampak yang berbeda jika
dibandingkan tanpa passion. Setelah rajin menulis
saya ‘lebih’ percaya diri. Hobi jadi tersalur. Tidak penting tulisan
itu dibaca atau tidak, yang penting niatku sudah terwujud. Hidup
semoga bisa bermanfaat untuk orang lain.
Yang jelas mimpi selama ini bukan isapan jempol. Karya nyata sudah terbukti.
Salah satu buku saya berjudul
“Bangga menjadi Seorang Penulis”. Dari buku itu berisi tentang kumpulan resume belajar menulis bersama pak
Naff ( Nafrizak Eka Putra, M.Pd).
Saya begitu mengagumi para penulis hebat,
seperti Pramudya Ananta Toer, Tere Liye,
Andrea Hirata, Ahmad Fuadi dan lain-lain. Biar tulisan sederhana, modal nekat,
ternyata saya sekarang bisa mewujudkannya. Betapa hal itu jadi membahagiakan
pribadi.
Masih sebagai
penulis pemula ternyata ibu kanjeng (
Dra Sri Sugiastuti, M.Pd) mempercayai
saya untuk menjadi kurator. Tambah banggalah saya. Semoga bisa terus belajar menulis. Alah
bisa karena biasa. Tetap semangat untuk
berkarya. Semoga!
Saat ini profesi penulis adalah
salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator
intelektualitas dan kematangan berpikir. Banyak diantara kita yang ingin
menjadi penulis namun banyak yang tidak mampu mewujudkannya. Hal ini terjadi
karena terdapat kendala dan hambatan yang memasung semangat kita
Pada dasarnya semua orang bisa
menulis, tetapi kadang kita merasa tidak mempunyai bakat menulis. Pandangan ini harus kita tepiskan. Menulis itu bisa dilatih. Perasaan tidak memiliki ide juga menghambat kita untuk
memulai menulis. Sebenarnya ide terlalu
banyak. Ide bisa diperoleh dari kegiatan
kita sehari-hari. Dimulai dari bangun
tidur sampai tidur lagi, pastilah banyak cerita yang bisa ditulis. Menulis itu
sebenarnya merupakan suatu passion sehingga tidak ada alasan untuk tidak suka
menulis, yang menjadi kendala berikutnya
yaitu tidak memiliki waktu dan tidak berani menerima kritik.
Untuk menulis kita mulai dengan
menemukan Ide dan gagasan, Pada tahap ini, penulis melakukan kegiatan
penggalian gagasan atau ide. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan
baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian
pustaka. Untuk mendapatkan ide , cara efektif yang dapat digunakan adalah
melalui brainstorming.
Mengumpulkan Bahan, Penulis wajib
membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan
referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat
dikembangkan. Setiap orang bisa menulis
tetapi tidak semua orang mampu menghasilkan sebuah tulisan.
Untuk menulis harus latihan komitmen. Mempunyai target. Tidak
boleh ada alasan. Hilangkan alasan sibuk,
tak punya waktu, tak percaya diri, tak tahu cara memulai atau yang
lainnya. Teruslah menulis, dan menulis. Sungguh tidak ada tulisan yang jelek.
Selagi tulisan kita berisi hal-hal yang
positif, apapun kemasannya, tulisan itu tetaplah tulisan bernilai. Semua perlu proses, tak ada
yang instan.
Semua penulis besar
yang kita kenal itu pada
mulanya juga meniti tangga demi tangga
untuk mencapai kesempurnaan. Untuk mencapai langkah seribu harus mulai dari
langkah pertama. Maka kuncinya adalah
disiplin dan disiplin menulis. Mau tekun belajar, berlatih dan berusaha. Jangan
terlalu mimpi bermuluk-muluk
untuk jadi penulis besar. Jadikan menulis adalah kebutuhan agar
memotivasi kita untuk terus menulis. Taati 3M, menulis, menulis dan terus menulis setiap hari. Buktikan saja apa yang nanti akan terjadi. Biarkanlah
nanti
tulisan itu menemukan takdirnya.
#30harimenulis
#30haripunyanaskah
#siapataujadibuku
#alineakuchallenge - 1
#alineakuwriter
#alineakuLedwinaEti


Tidak ada komentar:
Posting Komentar