Menebar Inspirasi Di masa pandemi
antologi Kisah Inspirasi Di masa pandemi
bersama RPI NTT
Sebuah pengalaman itu akan hilang jika tidak diabadikan. Akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri jika
tulisan kita bisa abadi selamanya. Maka kita perlu menulis agar hidup jadi bermakna. Menulis juga menjadikan hidup kita berwarna maka menulislah hari ini
agar kita akan dikenang esok hari.
Di dalam buku ini berisi pengalaman dan kisah dari 11 orang
penulis hebat. Mereka berkisah
tentang “ Menebar inspirasi di Masa Pandemi”. Para penulis bercerita
begitu menginspirasi dan menjadikan
memoar yang bersejarah bahwa kita
pernah mengalami pandemi covid-19. Para penulis
mempunyai kisah inspirasi yang
berbeda-beda. Mereka menuangkan kisahnya
begitu apik dan menarik.
Pandemi
bukanlah hambatan untuk kita tetap berkarya. Pandemi menguji nyali kita untuk tetap berkreasi dan berinovasi. Adanya pandemi kita selalu bisa mengambil sisi positifnya, ternyata pandemi membawa berkah.
Saluuttt....dan begitu terkesan saya membaca
ceritanya. Adanya Corona tetap
punya harapan. Pandemi tidak pernah membuat putus asa. Banyak berkat
yang bisa kita petik saat corona melanda. Dari korona kita belajar iklas dan tetap bisa produktif.
Banyak hal baru, dari korona kita mendapatkan
banyak pelajaran yang berharga dalam kehidupan kita. Kehidupan berkeluarga,
bermasyarakat. Dengan adanya pandemi
tidak pernah melunturkan kekeluargaan. Kita semakin mesra, semakin akrab dan saling menopang. Kita juga semakin dekat dengan sang
pencipta.
Sebagai sahabat literasi yang
bersama-sama menjadi pegiat
literasi, saya ucapkan ‘proficiat’ kepada para penulis hebat.
Karyanya membuat pembaca jadi ikut
semangat. Menggugah hati untuk
berliterasi dengan giat. Awalnya tak ada
niat membaca jadi berminat.
Ceritanya semua luar bisa, menginsipirasi.
Setiap lembarnya mengandung arti. Jika
sudah mulai membaca lupa berhenti. Anda
penasaran? Milikilah buku ini,
percayalah jika memiliki tak
akan rugi. Ayolah beli buku ini,
percayalah pasti akan terinspirasi.
Salam literasi. Terus semangat menebarkan ilmu
untuk kita semua.
Waingapu,
Ledwina Eti Wuryani, S.Pd
( Guru, blogger,Penulis dan Editor, pegiat literas)
Walau hanya kenal di
dunia maya dan belum pernah sekalipun ketemu Bunda Lilis tapi saya cukup
mengenal sepak terjang beliau. Bunda Lilis adalah sosok wanita hebat yang
pernah kutemui, saya sungguh tak pernah berhenti mengaguminya. Saya membayangkan betapa sibuknya beliau tapi
semuanya bisa dituntaskan bahkan penuh
dengan prestasi. Saluutt sekali. Buku inipun digagas oleh bunda Lilis,
mengajak kita terus berkarya, yaitu menulis sampai
menerbitkan buku ber-ISBN. Perlu dicatat, untuk menulis tidak harus guru, tapi
siapapun pasti bisa menulis.
Buku di hadapan anda
ini adalah kisah nyata dari para
penulis. Berisi cara pandang penulis terhadap sosok guru yang dikaguminya. Sosok guru yang berjasa. Saya membaca begitu terkesima.
Para penulis menceritakan dengan sangat jelas, menarik sehingga membuat saya tergoda untuk menamatkan membaca di setiap
lembarnya. Sungguh sangat menginspirasi.
Sosok guru tak akan bisa dilupakan. Jasamu terlalu besar untuk setiap kita. Semua orang
pasti pernah belajar dari guru. Guru
bukan hanya yang mengajar di
depan kelas saja. Tapi guru itu ada
dimana saja. Orang tua kita juga
termasuk guru. Orang yang lebih tuapun
juga guru. semua yang kita temui bisa saja menjadi guru kita.
Ternyata walau corona melanda dunia semangat para
penulis tak pernah pudar. Para penulis tetap semangat menuangkan
gagasannya untuk menjadikan pintu ilmu bagi para pembaca yang setia. Inspirasinya
menjadikan lebih kreatif dalam menuangkan pengalaman dan kisahnya. Semoga
Keiklasannya akan menjadi ladang ibadah.
Proficiat para penulis hebat,
patutlah saya memberi selamat,
semoga terus menulis dengan penuh
semangat. Kita menulis membuat hidup
jadi bermakna, menulis juga membuat
hidup jadi berwarna.
Semoga karya ini bisa memberikan motivasi dan dorongan
kepada generasi muda untuk berkarya dan berliterasi . Salam.
Buku ini sangat menginspirasi
kita. Anda penasaran? Bacalah buku Ini!.
Waingapu, 15
September 2021
Ledwina Eti Wuryani, S.Pd
( guru SMA Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, penulis
4 buku solo dan 16 buku antologi, pegiat literasi Nusantara, blogger. etiastiwi66.blogspot.com, penikmat buku )
PENGANTAR EDITOR
“Menulis
adalah sebuah keberanian yang tidak dimiliki semua orang”
( Pramoedya Ananta Toer )
Kita harus merasa dan bangga karena kita
termasuk salah satu orang yang berani menulis. Patutlah saya mengapresiasi
para penulis di buku yang bertema ‘Guruku Sumber Inspirasiku”. Dalam
buku ini para penulis telah berhasil memainkan idenya. Ungkapan emosi begitu terasa saat editor membaca lembar demi
lembar isi ceritanya. Kisahnya sangat
menginspirasi.
Dalam buku ini masing-masing
menceritakan kisah-kisah mereka yang begitu menarik hati. Pengalaman yang
menginspirasi dan kesan-kesan positif
yang dialami oleh penulisnya. Kita tak bisa bayangkan, jika kita tidak sekolah atau kita tidak
diajar oleh guru. Tentunya kita tidak
akan jadi ‘orang’ seperti sekarang ini.
Kita jadi pintar karena dididik oleh guru. Kita punya akhlak, karakter , budi pekerti dan
bertambah ilmu pengetahuannya karena guru.
Guru adalah penerang dalam
gulita. Guru adalah pelita dalam kegelapan. Jasa bapak dan ibu guru terlalu besar
bagi kita, jasa guru tiada tara.
Trimakasih pak Guru, Trimakasih bu guru
sudah mendidik kami sehingga kini kami
bisa berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara kami. Semoga Kami
selalu siap untuk terus
belajar, berkarya. Semoga suatu saat
pembaca juga bisa menorehkan kisah
bersama guru kita, sehingga kita juga bisa menginspirasi sesama.
Yuk Kita menulis karena ternyata dengan menulis kita akan menemukan kebahagiaan. Dengan menulis akan
menemukan gaya hidup kita, menemukan gairah hidup yang menyenangkan. Menulislah
yang anda bisa, yang anda lihat dan yang anda rasakan atau pikirkan. Semoga
buku ini menjadi awal yang baik untuk
terus berkontribusi dan selalu berkolaborasi dalam membangun literasi untuk
negeri. Salam literasi !!
Waingapu.
17 September 2021
SINOPSIS
Antologi
Menulis Peserta Menulis Buku Inspirasi dari kelas WAG MBI bersama ibu guru
cantik, Guru Inspirasi Bunda Lilis Sutikno dan AGUPENA NTT
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,
Biarkan tulisanmu menemui takdirnya”.
Buku
ini ditulis usai mengikuti diklat belajar menulis yang diadakan oleh AGUPENA NTT dari tanggal 23 Agustus 2021 sampai 5 September 2021. Tema dari antologi
ini adalah “Guruku Sumber Inspirasiku”. Tema inilah yang mengilhami terbitnya buku Antologi yang anda baca ini.
Pada
umumnya guru adalah mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi peserta didiknya. Gurulah yang menghasilkan anak didik menjadi berkualits dengan memberikan ilmu pengetahuannya. Guru mempunyai kepribadian
yang mantap, dewasa, arif dan berwibawa serta berakhlak mulia......Guru adalah teladan, digugu dan ditiru.....Tapi guru kita
bukan hanya yang berdiri di depan kelas saja, bisa orang tua kita, dan bisa juga
yang lainnya.
Nah, 11
penulis di dalam buku ini mengabadikan karya tulisannya. Menyampaikan
kekaguman, jasa dan kenangannya terhadap
sosok gurunya yang tak pernah terlupakan. Buku ini bagian dari praktik literasi setelah mereka berhasil menjadi pemenang.
Penulis mampu mengalahkan rasa takut dan
tidak percaya diri dalam menulis yang
ada dalam dirinya.
Pengalaman
akan hilang jika tidak kita abadikan.
AGUPENA mengajak para penulis untuk
berkontribusi, menorehkan hasil tulisan
terbaiknya untuk dikemas menjadi buku ber-ISBN. Harapan penulis buku ini bisa menarik minat para pembaca untuk berkarya, yaitu menulis
sampai menerbitkan buku.
Buku
ini juga sangat cocok untuk mengisi perpustakaan sebagai referensi dan sangat
bagus untuk hadiah para pemimpi yang
ingin jadi penulis. Penasaran??? Silahlah membaca. Salam Literasi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar