Sabtu, 25 September 2021

ENDORS , sinopsis, Pengantar editor

 

Menebar Inspirasi Di masa pandemi
antologi Kisah Inspirasi Di masa pandemi
bersama RPI NTT


Sebuah pengalaman itu akan hilang  jika tidak diabadikan. Akan menjadi  suatu kebanggaan tersendiri  jika  tulisan kita bisa abadi selamanya. Maka kita perlu menulis agar  hidup jadi bermakna. Menulis juga menjadikan  hidup kita berwarna maka menulislah hari ini agar kita  akan dikenang esok hari.

Di dalam buku ini   berisi  pengalaman dan kisah  dari 11 orang  penulis hebat. Mereka  berkisah  tentang “ Menebar inspirasi di Masa Pandemi”. Para penulis  bercerita  begitu menginspirasi dan menjadikan  memoar yang bersejarah  bahwa kita pernah  mengalami pandemi covid-19.  Para penulis  mempunyai kisah  inspirasi yang berbeda-beda. Mereka menuangkan  kisahnya begitu apik dan menarik. 

Pandemi  bukanlah hambatan untuk kita tetap berkarya. Pandemi  menguji nyali kita untuk  tetap berkreasi dan berinovasi.  Adanya pandemi kita  selalu bisa mengambil sisi positifnya,  ternyata pandemi membawa berkah.

Saluuttt....dan begitu terkesan saya  membaca  ceritanya.  Adanya Corona tetap punya harapan. Pandemi tidak pernah membuat putus asa.  Banyak berkat  yang bisa kita petik saat corona melanda. Dari korona kita   belajar iklas dan tetap bisa produktif.

Banyak hal baru, dari korona kita mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dalam kehidupan kita. Kehidupan berkeluarga, bermasyarakat. Dengan adanya  pandemi tidak pernah melunturkan kekeluargaan. Kita semakin  mesra, semakin  akrab dan saling menopang.  Kita juga semakin dekat dengan sang pencipta. 

Sebagai sahabat literasi yang bersama-sama  menjadi  pegiat  literasi, saya ucapkan ‘proficiat’ kepada para penulis hebat. Karyanya  membuat pembaca jadi ikut semangat.  Menggugah hati untuk berliterasi dengan giat. Awalnya  tak ada niat membaca jadi berminat.

Ceritanya semua luar bisa, menginsipirasi. Setiap lembarnya mengandung arti.  Jika sudah  mulai membaca lupa berhenti. Anda penasaran?  Milikilah  buku ini,  percayalah  jika memiliki tak akan  rugi. Ayolah beli buku ini, percayalah pasti akan terinspirasi.

Salam literasi. Terus semangat menebarkan ilmu untuk kita semua.

 

                                                                                                Waingapu, Ledwina Eti Wuryani, S.Pd

( Guru, blogger,Penulis dan Editor, pegiat literas)


Walau hanya kenal di dunia maya  dan belum pernah  sekalipun ketemu Bunda Lilis tapi saya cukup mengenal sepak terjang beliau. Bunda Lilis adalah sosok wanita hebat yang pernah kutemui, saya sungguh tak pernah berhenti mengaguminya. Saya  membayangkan betapa sibuknya beliau tapi semuanya  bisa dituntaskan bahkan penuh dengan prestasi.  Saluutt sekali.  Buku inipun digagas oleh bunda Lilis, mengajak kita   terus berkarya, yaitu menulis sampai menerbitkan buku ber-ISBN. Perlu dicatat, untuk menulis tidak harus guru, tapi siapapun pasti bisa menulis.

Buku di hadapan anda ini adalah  kisah nyata dari para penulis. Berisi cara pandang penulis terhadap sosok guru yang dikaguminya.   Sosok guru yang  berjasa. Saya membaca begitu  terkesima.  Para penulis menceritakan dengan sangat jelas, menarik   sehingga membuat saya  tergoda untuk menamatkan membaca di setiap lembarnya. Sungguh sangat menginspirasi.

Sosok guru  tak akan bisa dilupakan. Jasamu  terlalu besar untuk setiap kita.  Semua orang  pasti  pernah belajar dari guru.  Guru  bukan hanya yang  mengajar di depan kelas saja. Tapi  guru itu ada dimana saja. Orang tua kita  juga termasuk guru.  Orang yang lebih tuapun juga guru. semua yang kita temui bisa saja menjadi guru kita.

Ternyata walau  corona melanda dunia semangat para penulis  tak pernah pudar.  Para penulis tetap semangat menuangkan gagasannya untuk menjadikan pintu ilmu bagi para pembaca yang setia. Inspirasinya menjadikan lebih  kreatif  dalam menuangkan pengalaman dan kisahnya. Semoga Keiklasannya  akan menjadi ladang ibadah.

Proficiat para penulis hebat, patutlah saya  memberi selamat, semoga  terus menulis dengan penuh semangat. Kita menulis membuat  hidup jadi bermakna, menulis  juga membuat hidup  jadi berwarna.

Semoga karya ini  bisa memberikan motivasi  dan dorongan  kepada generasi muda untuk berkarya dan berliterasi .  Salam.

Buku ini sangat menginspirasi kita. Anda penasaran? Bacalah buku Ini!.

Waingapu, 15 September 2021

Ledwina Eti Wuryani, S.Pd

( guru SMA Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, penulis 4 buku solo dan 16 buku antologi, pegiat literasi Nusantara, blogger.  etiastiwi66.blogspot.com,  penikmat buku )

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGANTAR  EDITOR

“Menulis adalah sebuah keberanian yang tidak dimiliki semua orang”

( Pramoedya Ananta Toer )

 

 

Kita harus merasa  dan bangga  karena kita  termasuk salah satu orang yang berani menulis. Patutlah saya  mengapresiasi  para penulis di buku  yang  bertema ‘Guruku Sumber Inspirasiku”. Dalam buku ini para penulis telah berhasil memainkan idenya. Ungkapan emosi  begitu terasa saat editor membaca lembar demi lembar isi ceritanya.  Kisahnya sangat menginspirasi.

Dalam buku  ini masing-masing menceritakan kisah-kisah mereka yang begitu menarik hati. Pengalaman yang menginspirasi dan kesan-kesan  positif yang dialami oleh penulisnya. Kita tak bisa bayangkan, jika kita  tidak sekolah atau  kita tidak  diajar oleh guru. Tentunya kita  tidak akan jadi ‘orang’ seperti sekarang ini.  Kita jadi pintar karena dididik oleh guru. Kita punya  akhlak, karakter , budi pekerti dan bertambah  ilmu pengetahuannya  karena guru.   Guru adalah penerang dalam gulita. Guru adalah pelita dalam kegelapan. Jasa  bapak dan ibu guru  terlalu besar  bagi kita,  jasa guru tiada tara.

Trimakasih pak Guru, Trimakasih bu guru  sudah mendidik kami sehingga kini kami  bisa berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara kami.  Semoga Kami  selalu siap untuk   terus belajar,  berkarya. Semoga suatu saat pembaca juga  bisa menorehkan  kisah  bersama guru kita, sehingga kita juga bisa menginspirasi sesama.

Yuk Kita menulis karena ternyata dengan menulis kita akan  menemukan kebahagiaan. Dengan menulis akan menemukan gaya hidup kita, menemukan gairah hidup yang menyenangkan. Menulislah yang anda bisa,  yang anda lihat  dan yang anda rasakan atau pikirkan. Semoga buku ini  menjadi awal yang baik untuk terus berkontribusi dan selalu berkolaborasi dalam membangun literasi untuk negeri.  Salam  literasi !!

                                                                                                                Waingapu. 17 September 2021

 

 

 

 

 

 

 

SINOPSIS

Antologi Menulis Peserta Menulis Buku Inspirasi dari kelas WAG MBI bersama ibu guru cantik, Guru Inspirasi Bunda Lilis Sutikno dan AGUPENA NTT

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, Biarkan tulisanmu menemui takdirnya”.

 

Buku ini ditulis usai mengikuti diklat belajar menulis   yang diadakan oleh AGUPENA NTT  dari tanggal 23 Agustus 2021  sampai 5 September 2021. Tema  dari antologi  ini adalah “Guruku Sumber Inspirasiku”. Tema inilah yang mengilhami  terbitnya buku Antologi yang  anda baca ini.

Pada umumnya guru  adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan  mengevaluasi peserta didiknya. Gurulah yang menghasilkan anak didik  menjadi berkualits dengan memberikan ilmu  pengetahuannya. Guru mempunyai kepribadian yang mantap, dewasa, arif dan berwibawa serta berakhlak mulia......Guru adalah  teladan, digugu dan ditiru.....Tapi guru kita bukan hanya yang berdiri di depan kelas saja, bisa orang tua kita, dan bisa juga yang lainnya.

 Nah, 11  penulis di dalam buku ini mengabadikan karya tulisannya. Menyampaikan kekaguman, jasa  dan kenangannya terhadap sosok gurunya yang tak pernah terlupakan.  Buku ini bagian dari praktik literasi  setelah mereka berhasil menjadi pemenang. Penulis  mampu mengalahkan rasa takut dan tidak percaya diri dalam  menulis yang ada dalam dirinya.

Pengalaman akan hilang  jika tidak kita abadikan. AGUPENA mengajak  para penulis untuk berkontribusi, menorehkan  hasil tulisan terbaiknya untuk  dikemas menjadi  buku ber-ISBN. Harapan penulis  buku ini bisa menarik minat  para pembaca untuk berkarya, yaitu menulis sampai menerbitkan buku.

Buku ini juga sangat cocok untuk mengisi perpustakaan sebagai referensi dan sangat bagus  untuk hadiah para pemimpi yang ingin jadi penulis. Penasaran??? Silahlah membaca. Salam Literasi !

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...