Kamis, 07 Oktober 2021

A11 Kehidupan #11

 


 

Saya bergitu  terkesan dengan  kata-kata yang disampaikan oleh  pak Dahlan Iksan tentang  kehidupan bunyinya begini:

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketulusan.

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar keikhlasan.

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang memaafkan.

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan.

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kemurahan hati.

Tetap semangat. Tetap sabar. Tetap tersenyum. Karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan.

 

Hidup kita harus  dijalani dengan  penuh syukur.  

Di hari minggu pagi-pagi  suasana cerah,  burung pipit berbunyi indah menyambut pagi menambah suasana  sejuknya pagi, disusul yang mentari yang tersenyum  dari peraduannya. Oh Tuha  bahagianya hari ini. Aku  tersenyum dan bersyukur padaNya untuk hari baru ini.

 saat itu aku bangun tidur aku melihat  mbak-mbak sayur lewat depan rumahku  dengan  memikul  ember besar berisi sayuran diatas kepalanya sambil menggandeng anaknya yang balita. Sambil  berteriak, sayur.... sayur.........Sedih  melihat perjuangan  hidup mereka. Dengan begitu  saya jadi  terus berucap syukur  atas nikmat Tuhan, saya  masih punya kehidupan yang lebih baik dari dia.

 

Ada  saja  orang yang  miskin, hari-hari sebagai seorang pemulung, pemungut  botol dan gelas air mineral. Mereka  rutin setiap hari kulihat seorang bapak dan 2 orang anak yang bersamanya. Mereka  mengorek sampah san mengambil  barang yang  bisa dijual di pengampu. Tapi mereka  masih bisa bilang bersyukur   tidak jadi pengemis yang hanya meminta-minta.

 

 

Pada suatu hari  seorang pengemis jalan-jalan menyusuri  trotoar dan meloihat  ambulan berjalan cepat dengan  bunyi sirine dari mobilnya, nguing,nguing, nguing....pastinya  mobil itu membawa orang sakit berat. Sang pengemis  masih mengurut dada,  dan berkata “ Syukur Tuhan  saya masih diberikan kesehatan”.

 

 

Disebuah rumah sakit umum saya yang waktu itu menjaga  suami di ruang ICU,  beliau sakit jantung dan  terinveksi Covid-19.  Cobaan berat bagiku saat ibu. Saya yang menjaga suami juga sakit.  Badanku lemah tak berdaya karena saya juga terinveksi.  Aku melihat  satu ruangan denganku meninggal.  Keluarga mereka menangis  histeris dan hanya menunggu dari luar. Akhirnya  mereka dikubur  secara Covid dai KM 8. Saya hanya bisa meratapi,  tak kuasa menahan tangis saat itu......tapi syukurlah  Tuhan masih memberikan kehidupan pada kami berdua. Kami  bisa pulang  dan sehat sampai hari ini.

 

 

Ternyata hanya orang yang sudah mati yang tidak dapat berkata , ‘syukurlah’

Semoga  kita  selalu  bersyukur atas  nikmat yang Tuhan berikan kepada kita.  

Tuhan masih  memberikan nafas, kesehatan dan  kesempatan  hidup untuk kita.

 

Atau sesekali kita berkunjunglah ke-3 tempat, Yaitu rumah sakit, penjara  dan  kuburan. Kita akan merasa  terus bersyukur dan bersyukur......  Kita  akan selalu merasa bahagia jika kita  terus bersyukur.

 

Di rumah sakit kita akan memahami bahwa tidak ada yang lebih berharga dari pada kesehatan

Di penjara kita akan menyadari bahwa kebebasan adalah  hal yang paling berharga.

Di kuburan kita akan menyadari bahwa hidup ini tidak berarti apa-apa

 

Karena tanah yang kita pijak hari ini akan menjadi atap kita di esok hari

selagi kita masih  diberi  waktu dan kesempatan  perbanyaklah  berbuat baik  pada orang lain

hendaklah kita selalu bersyukur terlepas dari apapun  keadaan kita.

Salam Sehat, teruslah  berbuat baik.

Tuhan akan senantiasa  melindungi dan memberkati kita semua.

 

#ArtiKehidupan

Hidup adalah anugerah, terimalah.

Hidup adalah tantangan, hadapilah.

Hidup adalah penderitaan, atasilah.

Hidup adalah pertandingan, menangkanlah

Hidup adalah kewajiban, lakukanlah

Hidup adalah kesukaan, nikmatilah

Hidup adalah janji, penuhilah

Hidup adalah kasih, bagikanlah

Hidup adalah kesempatan, gunakanlah

 

Isilah hidup ini dengan kebaikan dan bersyukur  bagi kemuliaan Tuhan.  Hiduplah dengan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal dan  berbuatlah yang menyenagkan hati Tuhan.

 

Berkatilah semua orang yang kami jumpai hari ini semoga kami selalu bisa menunjukkan kebaikan  seperti Tuhan baik kepada kami.

 

 

Selamat  Hari Minggu, Salam sehat, semoga  corona  cepat berlalu.

 

#30harimenulis

#30haripunyanaskah

#siapataujadibuku

#alineakuchallenge - 11

#alineakuwriter

#alineakuLedwinaEti  

Waingapu,  3 Oktober 2021

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...