Sabtu, 15 Januari 2022

SANG MUSAFIR

 

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Karena itu apa  yang kamu katakan  dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu  bisikkan ke telinga di dalam kamar  akan diberitakan dari atas rumah (Lukas 12.3)

            Seorang Direktur  Perusahaan pelistrikan Basuki Enginering tiba-tiba di turunkan dari jabatannya. Ceritanya kurang jelas. Alasanpun tidak pernah terdengar. Padahal perusaan itu maju dan sudah terkenal. Kekecewaan  yang luar biasa dialami oleh  semua staf dan anak buah seluruhnya. Suasana perusahaan seolah berduka. Ratapan bahkan tangisan pecah tak terasa. Airmata kesedihan  mengharubirukan hati. Gejolak jantung  ikut serta mengiringi kesedihan itu.

            Masih dalam keadaan berduka  perpisahan digelar. Hal ini mengingat Direktur yang baru harus segera melaksanakan tugasnya.  Kesedihan berubah menjadi kebahagiaan. Ternyata yang menggantikan adalah  seorang direktur yang rendah hati. Saat pertemuan perdana  sang direktur yang baru curhat tentang pergumulannya kepada para karyawan. Sebut saja beliau dengan Pak Habel.  Beliau cerita dengan penuh haru. Rasa memang tak bisa bohong, bicaranya yang santun  membuat hati ini adem saat mendengarnya. Hati terasa damai, sejuk. Para staf begitu hormat padanya. Satu persatu datang padanya walau hanya sekedar silaturahmi semata. Tak segan mereka menyampaikan keluh kesahnya.  Ada juga yang meyampaikan  harapan-harapan. Tak segan mereka berhaha hihi karena bapak pimpinan baru itu sangat familiar.

            Bapak tua setia mendengarkan semua curhatan para stafnya. Para staf selalu diingatkan untuk saling menghargai. Saling menghormati. Tak ada manusia yang sempurnya. Kita diciptakan sama dihadapan Tuhan. Tuhan suka orang yang bisa menerima kelemahan orang lain. Tuhan akan lebih suka dengan orang yang diberi kuasa  tetapi tetap merasa sejajar dengan yang lain. “Sampaikan semua keluhan, masalah dan pergumulan”, katanya pada staf. Mari kita selesaikan bersama. Semuanya pasti akan ada solusinya.

            Waktu terus berjalan. Biasa pada sebuah perusahaan  pastinya  ada struktur organisasinya. Karena memang perusahaan sudah maju semuanya sudah bisa berjalan tanpa dikomando oleh Sang Kepala. Semua kegiatan, pengiriman barang, rekanan dan lain sebagainya tak pernah berubah. Semua berjalan seperti biasa. Dari pandangan luarpun tak pernah ada yang merasa ‘berbeda’.

            Keakraban, saling mengisi, saling melengkapi saling membantu itulah kunci kenyamanan dan kedamaian di perusaan saat ini. Dengan begitu benar adanya. Kini  mimpi dan kerinduan itu mulai terwujud. Harga diri setiap insan satu persatu mulai tumbuh.  Potensi-potensi diri mulai boleh ditunjukkan.

            Jika ada orang berjalan, kerikil-kerikil itu tetaplah ada. Kebencian, dendam dan tabungan sakit hati itu manusiawi. Teruslah berjalan. Karena terjadi kekosongan  juru bayar maka  Pak Habel survey. Tentunya  mau cari calon yang layak dan pantas menduduki jabatan itu. Dari komisaris, kepala gudang  sampai  office boy alias tukang sapu dimintai pendapatnya. Akhirnya pak Habel mendapatkan  jawabnya pasti dari survey itu.

            Sebenarnya sang juru bayar hasil survey bukan juga orang yang trampil. Tapi  karena punya kepedulian terhadap teman-teman yang tinggi  maka dengan tulus mereka menunjuknya. Sebut saja calon juru uang itu adalah bu Titin.  Pak Habel menawarkan  Bu Titin untuk  jabatan itu.  Karena tahu diri bu Titin tidak langsung menerima. Dia minta supaya Pak Habel ijin dahulu kepada suaminya. Pekerjaan tentang keuangan  harus komitmen, disiplin dan tertib. Ini berhubungan dengan  inspektorat, pengawas bahkan tipikor.  Ada kesalahan sediki saja penanganan   bisa  berurusan dengan kejaksaan. Ngeri!. Berdasarkan pengalaman dulu bu Titin saat menjadi juru uang pada pemimpin lama Bapak Jonathan dia kadang sampai pulang sore/malam. Dengan begitu suaminya menutup pintu kamar. “Jangan pulang ke rumah!, sana bawa bantal sekalian!” seru suaminya dari dalam kamar. Dengan  merasa bersalah akhirnya saya tidur di kamar tamu.

            Pak Habel menunggu ijin Suami bu Titin. Dengan  nada-nada alot akhirnya diijinkan. Artinya jika memberi ijin pastinya akan menerima segala resiko jika pulang lak atau  banyak lemburnya. Apalagi jaman sekarang di era digital ini  semua  laporan  harus dengan aplikasi internet. Semuanya tergantung dengan jaringan. Jika Wifi bermasalah ya harus menunggu dengan penuh setia dan sabar.

            Karena sudah mendapat restu dari suami bu Titin akhirnya pak Habel mengumumkan secara resmi sang juru uang baru. Beliau segera membuatkan SK dan mengganti spicemen  rekening di bank. Resmilah bu Titin menjadi Juru uang di Perusahaan Basuki Engineering yang dipimpin sang Direktur pak Habel.

            Babak baru dimulai. Saat bu Titin mau menempati ruangan, Sales kesayangan Pimpinan lama sudah duduk ditempatnya dengan menunjukkan kuasanya. Dengan penuh bangganya dia duduk dikursi goyangnya. Berdasarkan perasaan dirinya yang sudah diberi mandat oleh juru uang lama dia telpon-telpon para rekanannya untuk tetap kerjasama. Penampilannya begitu glamor dan bahkan tak pernah mengikuti ‘aturan’ yang sudah ada. Dia selalu tampil  berbeda. Berjalan sekolah tidak pernah lihat kiri kanan. Dengan kecantikannya yang paspasan saat berjalan seolah tak injak tanah. Dia lupa dengan jati dirinya. Melihat  para staf lain dengan sebelah mata. Dia juga lupa kalau dia 'hanya' seorang sales amatiran yang numpang beken karena terpaksa 'terpakai' karena semua staf tak ada yang cocok dengan sang juru bayar lama.

            Lebih menyedihkan lagi, kunci ruangan hanya dia yang pegang. Juru Uang yang baru yang ‘seharusnya’ pemegang kunci tak dihirauakan. Dengan kuasanya dia memanggil orang yang simpatik pada kedudukannya. Dengan arogan dia memfitnah dan menjelekkan juru uang terpilih. Dia tak menghargai sama sekali. Dia bersikuekueh menduduki kursi yang sebenarnya diduduki sang juru uang baru.

            Ya Tuhan, ada saja manusia yang tak tahu diri seperti ini. Pastinya dia adalah mata-mata dari resim lama yang baru tergeser. Dia sudah diisi untuk menjalankan misinya. Mungkin sudah ada pesangon yang ia dapat maka saat inilah dia mulai action. Dia akan berusaha menunujukkan kuasanya di muka publik.

    Pada suatu hari  pemerintah melayangkan surat para pimpinan, juru uang dan  sales untuk  rapat rekonsiliasi. Hidungnya kembang kempis mendengar kabar itu. Bangga luar biasa karena akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan akbar itu. Bahagia karena tiket pesawat, hotel dan fasilitas lainnya di tanggung penyelenggara. Dapat makan enak yang gratis pula selama kegiatan.

            Tiket sudah terbeli. Walaupun hasil hutang kesana kemari karena peraturan anggaran keuangan akan diganti setelah kegiatan selesai. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Tiga hari adalah waktu yang lumayan. Sebelum pulang dengan waktu yang tersisa bisa cuci mata, refresing, medicure pedicure bahkan bisa belanja menyalurkan hobinya sambil buang uang recehan. Selamat berbahagia ibu Martha (Juru uang resim lama) dan ibu Fani ( sales). Selamat menikmati kebahagiaan, semoga  jabatan kedudukan tetap aman. Tetaplah berkarya dan dengan sikap yang rendah hati.

            Para pejabat, komisaris, pemangku kepentingan, dan para staf kusak-kusuk menyampaikan ketidak senangnya kepada  sikap dan sifat bu Fani. Demi kenyamannya dan nama baik perusahaan manusia itu harus disingkirkan. Jika dia terus berada di Perusahaan Basuki Enginering  dia akan membahayakan. Dia akan membangun hal yang tidak baik. Orang yang tahunya hanya pencintraan akan meresahkan para pelanggan  dan distributor.  Dia akan mencari celah menjatuhkan Direktur baru karena didalangi pimpinan lama dan juru uang lama yang sakit hati karena diturunkan jabatannya tanpa alasan.

            Ini tidak main-main. Ini adalah masalah serius. Lima tahun mereka menduduki tahtanya dengan arogansinya. Dengan gaya eksekutif dan kurang memerhatikan rasa sosial dan perasaan warga perusahaan. Kepemimpinan yang  penuh dengan kotak-kotak. Ada anak mas, ada anak perak, ada anak perunggu dan ada juga anak terbuang. Pemecatan-pemecatan  tanpa melihat latar belakang mereka. Ampun Tuhan. Semoga Semua disadarkan.

            Manusia punya kedudukan yang sama dimata Tuhan. Jika  punya kedudukan itu hanya sebatas kepercayaan, maka kepercayaan itu gunakanlah dengan cara yang manusiawi. Jika kita punya harta pun itu hanya titipan, peliharalah agar bisa lebih bermanfaat. Tak perlu jabatan itu dipegang terlalu erat. Kalau hilang, hati terlalu sakit.  Jalau terlepas  stressnya bukan kepalang. Jika jatuh bisa bunuh diri karena tak bisa menerima kenyataan. Jika tiba tiba dipecat,  malunya setengah hidup.

            Sebenarnya segala nasib kita sudah tertulis didalam tangan kita masing-masing. Cuma kita ada yang bisa membaca tapi lebih banyak yang kurang bisa membaca atau bahkan tak mau membacanya. Dari situ Tuhan akan selalu mengingatkan supaya selalu mengandalkan Tuhan untuk segala hal. Tapi gunakan  firman-firman ajarannya dengan benar. Janganlah’munafik’ jangan pula lain dibibir lain di hati.

            Sebagai menusia beriman kita meyakini, Tuhan akan memberi ujian  setiap orang agar kita bisa reflesi diri. Tetaplah rendah hati supaya  teman-teman menghargai dan menghormati. Lakukan orang lain sesuai dengan kapasitasnya. Mungkin dia lebih tua, dia punya kedudukan lebih tinggi atau yang laiannya. Yang Jelas kita tetap punya kuajiban untuk ‘menghargai’ sesama kita,

            Jangan lupa rendah hati walaupun jabatanmu sudah tinggi. Jalankan kepercayaan dengan hati yang tulus. Ingatlah  kalau hidup ini hanya sementara. Kita bisa saja dipanggil Tuhan  detik ini dan tak perlu nati atau besok.  Bertingkalakulah seolah-olah kematianmu sudah dekat. Lakukan yang Tuhan suka. Bersikaplah Jujur dan  bagilah kepada sesamamu jika rejeki menghampirimu.  Banggalah jika kita bisa bermanfaat dan berguna bagi sesama.

            Berbicaralah sedikit mungkin tentang diri sendiri. Terimalah  hinaan dan cacian dengan sabar. Terimalah perasaan tak diperhatikan dan dipandang rendah. Mengalah terhadap kehendak orang lain. Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya. Bersikap  sopan sekalipun orang memancing amarah. Tak perlu untuk mencoba untuk dikagumi atau dicintai. Bersikaplah mengalah  dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar. Pilihlah sesuatu yang tersulit  untuk dipelajari! Yakinlah itu akan bisa membanggakan diri pribadi. Mengenal diri sendiri membuat kita  berlutut dan rendah hati. Cukuplah tak  usah omong dalam gelap atau berbisik nanti membuat hati perih. Hati menyesal dan menangis. Buatlah  kebaikan agar perasaan selalu tenteram dalam kedamaian.

 

 

 PROFIL PENULIS

Ledwina Eti Wuryani, S.Pd. Lahir di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Pada tanggal 14 April. Pada tahun 1975 menginjakkan kaki di SD Kaninisus Kamal, Pagersari Mungkid dan masuk SMP K Muntilan pada Tahun 1982.  Setelah itu melanjutkan di SMA K Tarakanita Stella Duce, Yogyakarata jurusan IPA. Lulus SMA  kuliah di IKIP Sanata Dharma Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Diploma 3 lanjut S1 UT UPBJJ Kupang lulus tahun 2005. Penempatan Pertama di kota  kecil,  salah satu kabupaten di Timor Timur. Tepatnya di SMA Negeri Maliana , Bobonaro. Tiga tahun kemudian di mutasi di SMA Negeri 3 Dili Timor Timur dengan alasan mengikuti suami. Tujuh tahun kemudian Timtim merdeka kami terdampar di tanah kelahiran Suami di Sumba Timur NTT.  SK Saya di SMA Negeri 2 Waingapu sampai sekarang. Mulai aktif menulis  saat  Pandemi melanda Dunia. Di sekolah  Kegiatan Belajar Mengajar  dengan Daring (BDR). Akhirnya penulis  bergabung dengan beberapa group menulis. MBI ( Menulis Buku Inspirasi) bersama Bunda Lilis Sutikno, AGUPENA ( Asosiasi Guru Penulis Nasional). Belajar Menulis Di Om Jay ( Wijaya Kusumah, M.Pd) gelombang -18. MBPN ( Menulis bersama pak Naff. Group  menulis Alineaku bersama Pak Cahyadi Takariawan dan Ibu Nurlela. Group menulis bersama Ibu kanjeng ( Ibu Sri Sugiastuti). enulis sudah menerbitkan 4 buku solo dan 30-an buku antologi. Dua kali dipercaya menjadi kurator oleh Ibu kanjeng. Pernah juga menjadi Editor di MBI. Mengisi endors, membuat prakata  dan sinopsis beberapa buku ber-ISBN.  Mottonya: Selalu bersyukur  jika hidup bisa bermanfaat bagi sesama.  CP: ledwinaetiwuryai@gmail.com , ledwinaastiwi44@guru.sma.belajar.id , fb, IG dan You tube :  Ledwina Eti  dan blog  etiastiwi66.blogspot.com  HP WA 085 230 708 285 alamat rumah Jl. Trikora no: 11 RT/RW  010/003 Waingapu, Sumba Timur, NTT PO BOX: 87112

 

                       

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...