TERNYATA………..
Oleh : Ledwina Eti
Wuryani
Pak Doni Akhir-akhir ini terlihat
ceria. Dia begitu bahagia. Ada yang mencurigakan saat kulihat.
Jangan-jangn dia sedang terkena panah
asmara. Sebagai teman dekat aku sengaja datang ke kosnya. Penasaran, ingin tahu. Biasa sih, curhat-curhatan hingga sampai topik yang aku ‘kepo’.
Ternyata benar dia sedang jatuh
cinta. Nona yang beruntung itu asli kebumen. Kenalannya lewat fb. Pak Doni
sudah tua, tak terasa umur sudah 43
tahun. Nona idaman pak Doni itu namanya Sarah. Umur sarah sudah
34 tahun. Cucok deh. Mengingat sudah
merasa cocok dari berbagai hal akhirnya hatipun semakin menyatu. Tak menunggu
lama akhirnya mereka sepakat menikah.
Pak Doni seorang ASN golongan III/d
sudah punya rumah pula. Nona Sarah
adalah seorang guru SD. Dia masih PTT alias pegawai tidak tetap. Persiapan pernikahan sudah kelar. Hari ‘H’
sudah ditentukan. Segala sesuatunya
untuk menyambut hari bahagia itu sudah
beres. Cuti nikah sudah dilayangkan dan sudah disetujui oleh bapak kepala
sekolah. Kini Sampailah di hari bahagia itu.
Bunyi musik lantunan syahdu
berkumandang mengiringi sang mempelai. Saatnya
dipertemukan antara pengantin
laki-laki dan pengantin wanita. Masing-masing didampingi
oleh keluarganya. Tibalah Sang mempelai
membuka kain transparan penutup
muka calon istrinya. Dengan hati deg
degan. Gugup. Bahagia bercampur menjadi satu. Betapa kagetnya pak Doni, ternyata sang mempelai bukanlah
gadis pujaannya. Dia adalah kakak
kandung dari mbak Sarah. Namanya Sarti.
Orangnya sedikit lebih gemuk. Parasnya memang agak mirip. Lalu !!!
bagaimana ini. O alllaaahh, seru suara hati pak Doni. Nasi sudah menjadi
bubur. Seluruh tamu
sudah menjadi saksi. Terpaksa pak Doni menerima dengan iklas mbak Sarti
sebagai istri. Selamat Menempuh hidup baru pak Doni, semoga bahagia. Semoga menjadi
keluarga yang Sakinah Mawardah dan
Waroohmah.
ANAK SEKOLAH
Oleh : Ledwina Eti Wuryani
Jumat sore kira-kira jam 20.00 saya
dan teman janjian menjemput tamu dari Kupang. Ibu Diana dan bu Sofia. Mereka ada
tugas dari provinsi untuk Monev di beberapa sekolah. Karena sama-sama orang
jawa maka saya kenal baik dengan mereka. Setiap
ada kegiatan saya selalu punya tugas untuk menjemput dan mengantar
mereka.
Saat itu pak Kepala SMK 1 telpon saya
supaya mengajak tamu ke MMX km 9. Tempat karaoke dan sekalian untuk makan malam.
Asyik. Akhir saya jemput kedua ibu itu. Sampai di Café ternyata para kepala
sekolah sudah menunggu. Sambil
bernyanyi-nyanyi dan makan ikan bakar kami menikmati acara itu.
Saking asyiknya tak terasa waktu
sudah menunjukkan pukul 23.00 WITA. Adduhh!!, mati aku. Saya ijin pamit duluan bersama bu Diana dan bu
Sofi. Kustater mobilku, dag dig dug suara jantungku. Sebenarnya aku ini
penakut. Di depan para ibu pura-pura aku pemberani. Malam itu suasana sepi sekali.
Tambah merinding karena memang di seberang kafe itu kira2 500 m adalah kuburan
baru covid. Sepanjang jalan gelap pula.
Dengan agak ku gas mobilku tak lama sampailah di hotel Karunia. Ibu berdua
turun. Tibalah aku sendirian. Bulu kudukku merinding….aduh bau wangi melati
lagi!! Kaki semakin dingin…… tiba-tiba
ada anak perempuan pakai pakaian seragam Abu SMA menyetop mobilku. Syukurlah,
pikirku. Ku rem mobil dan dia naik disampingku. Kutanya kenapa malam-malam baru
pulang, kata dia baru kerja tugas fisika. Ohh!!
Jawabku. Kutanya, katanya rumahnya dibelakang toko kunci mas. Kebetulan
searah…. Aku agak tenang karena ada teman. Sambil cerita-cerita akhirnya
sampailah di toko kunci mas. Kuhentikan mobilku, supaya dia turun….. ehh!!!...
dia tanpa buka pintu, langsung terbang. Ya Tuhan!!!!... dia lewat depan kaca mobilku….dan dengan
suara ki! Ki! kiiiiiii……hahahaha……..Aku, tengaga… kaget setengah mati. Badanku gemetaran. Ternyata disampingku tadi
bukan manusia biasa….. Dengan terus
kudaraskan doa kulanjutkan perjalanan pulang menuju rumah…sampai di rumah
kuklakson mobil keras-keras supaya orang dirumah segera membukakan pagar rumah.
Para tetangga berdatangan karena dengan dengar bising suara klakson mobilku .
Duh!! Ini gara-gara kuntilanak yang
kubawa tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar