Selasa, 25 Januari 2022

 

TERNYATA………..

Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Pak Doni Akhir-akhir ini  terlihat  ceria. Dia begitu bahagia. Ada yang mencurigakan saat kulihat. Jangan-jangn dia sedang  terkena panah asmara. Sebagai teman dekat aku sengaja datang ke kosnya.  Penasaran, ingin tahu. Biasa sih,  curhat-curhatan  hingga sampai topik yang aku ‘kepo’.

Ternyata benar dia sedang jatuh cinta. Nona yang beruntung itu asli kebumen. Kenalannya lewat fb. Pak Doni sudah tua, tak terasa  umur sudah 43 tahun. Nona  idaman  pak Doni itu namanya Sarah. Umur sarah sudah 34 tahun. Cucok deh. Mengingat  sudah merasa cocok dari berbagai hal akhirnya hatipun semakin menyatu. Tak menunggu lama akhirnya mereka sepakat menikah.

Pak Doni seorang ASN golongan III/d sudah punya  rumah pula. Nona Sarah adalah  seorang guru SD. Dia  masih PTT alias pegawai tidak tetap.  Persiapan pernikahan sudah kelar. Hari ‘H’ sudah ditentukan. Segala  sesuatunya untuk menyambut hari bahagia itu  sudah beres. Cuti nikah sudah dilayangkan dan sudah disetujui oleh bapak kepala sekolah. Kini Sampailah di hari bahagia itu.  Bunyi musik  lantunan syahdu berkumandang mengiringi sang mempelai. Saatnya  dipertemukan antara  pengantin laki-laki dan  pengantin wanita. Masing-masing  didampingi  oleh keluarganya. Tibalah Sang mempelai  membuka kain  transparan penutup muka calon istrinya.  Dengan hati deg degan. Gugup. Bahagia bercampur menjadi satu. Betapa kagetnya  pak Doni, ternyata sang mempelai bukanlah gadis pujaannya. Dia adalah  kakak kandung dari mbak Sarah. Namanya Sarti.  Orangnya  sedikit lebih gemuk.  Parasnya memang agak mirip.  Lalu !!!   bagaimana ini. O alllaaahh, seru suara hati pak Doni. Nasi sudah menjadi bubur.  Seluruh  tamu  sudah menjadi saksi. Terpaksa pak Doni menerima dengan iklas mbak Sarti sebagai istri. Selamat Menempuh hidup baru pak Doni, semoga bahagia. Semoga menjadi keluarga  yang Sakinah Mawardah dan Waroohmah.

 

 

 

ANAK SEKOLAH

Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Jumat sore kira-kira jam 20.00 saya dan teman janjian menjemput tamu dari Kupang. Ibu Diana dan bu Sofia. Mereka ada tugas dari provinsi untuk Monev di beberapa sekolah. Karena sama-sama orang jawa maka saya kenal baik dengan mereka. Setiap  ada kegiatan saya selalu punya tugas untuk menjemput dan mengantar mereka.

Saat itu pak Kepala SMK 1 telpon saya supaya mengajak tamu ke MMX km 9. Tempat karaoke dan sekalian untuk makan malam. Asyik. Akhir saya jemput kedua ibu itu. Sampai di Café ternyata para kepala sekolah sudah  menunggu. Sambil bernyanyi-nyanyi dan makan ikan bakar kami menikmati acara itu.

Saking asyiknya tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WITA. Adduhh!!, mati aku. Saya  ijin pamit duluan bersama bu Diana dan bu Sofi. Kustater mobilku, dag dig dug suara jantungku. Sebenarnya aku ini penakut. Di depan para ibu pura-pura aku pemberani. Malam itu suasana sepi sekali. Tambah merinding karena memang di seberang kafe itu kira2 500 m adalah kuburan baru  covid. Sepanjang jalan gelap pula. Dengan agak ku gas mobilku tak lama sampailah di hotel Karunia. Ibu berdua turun. Tibalah aku sendirian. Bulu kudukku merinding….aduh bau wangi melati lagi!! Kaki semakin dingin……  tiba-tiba ada anak perempuan pakai pakaian seragam Abu SMA menyetop mobilku. Syukurlah, pikirku. Ku rem mobil dan dia naik disampingku. Kutanya kenapa malam-malam baru pulang, kata dia baru kerja tugas fisika. Ohh!!  Jawabku. Kutanya, katanya rumahnya dibelakang toko kunci mas. Kebetulan searah…. Aku agak tenang karena ada teman. Sambil cerita-cerita akhirnya sampailah di toko kunci mas. Kuhentikan mobilku, supaya dia turun….. ehh!!!... dia tanpa buka pintu, langsung terbang. Ya Tuhan!!!!...  dia lewat depan kaca mobilku….dan dengan suara ki! Ki! kiiiiiii……hahahaha……..Aku, tengaga… kaget setengah mati.  Badanku gemetaran. Ternyata disampingku tadi bukan manusia biasa…..   Dengan terus kudaraskan doa kulanjutkan perjalanan pulang menuju rumah…sampai di rumah kuklakson mobil keras-keras supaya orang dirumah segera membukakan pagar rumah. Para tetangga berdatangan karena dengan dengar bising suara klakson mobilku . Duh!!  Ini gara-gara kuntilanak yang kubawa tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...