Rabu, 02 Februari 2022

 

 

MUSAFIR

Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Karena itu apa  yang kamu katakan  dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu  bisikkan ke telinga di dalam kamar  akan diberitakan dari atas rumah (Lukas 12.3)

 

 

            Sang Pemimpin tiba-tiba di turunkan dari jabatannya. Ceritanya kurang jelas. Alasanpun tidak pernah terdengar. Kekecewaan  yang luar biasa dialami oleh  semua warga perusahaan, staf dan anak buah seluruhnya. Suasana berduka. Ratapan bahkan tangisan pecah tak terasa. Airmata kesediahn  mengharubirukan hati. Gejolak jantung  ikut serta mengiringi kesedihan.

            Masih dalam keadaan duka lara perpisahan digelar dengan meriah. Kesedihan berubah menjadi kebahagiaan sesaat. Datanglah  seorang direktur pengganti yang santun dan rendah hati. Saat pertemuan perdana  sang direktur baru curhat dengan segala pergumulan atas fitnah yang dilontarkan padanya. Sebut saja beliau dengan Pak Habel.  Beliau cerita dengan penuh haru. Rasa tak bisa bohong, bicaranya yang santun  membuat hati ini adem. Hati terasa damai, sejuk. Para staf begitu hormat padanya. Satu persatu datang padanya. Tak segan mereka menyampaikan keluh kesahnya.

            Bapak tua setia mendengarkan semua curhatan para stafnya. Selalu diingatkan pada bawahannya. Tak ada manusia yang sempurnya. Kita diciptakan untuk saling menghargai dan menghormati. Tuhan suka orang yang bisa menerima kelemahan orang lain. Tuhan akan lebih suka dengan yang diberi kuasa  tetapi tetap merasa sejajar dengan yang lain. Sampaikan semua keluhan, masalah dan pergumulan. Mari kita selesaikan bersama. Semuanya pasti akan akan solusinya.

            Waktu terus berjalan. Biasa pada sebuah perusahaan  pastinya  ada struktur organisasinya. Karena memang perusahaan sudah maju semuanya sudah bisa berjalan tanpa dikomando oleh Sang Kepala. Semua kegiatan, pengiriman barang, rekanan dan lain sebagainya tak pernah berubah. Semua berjalan seperti biasa. Dari pandangan luarpun tak pernah ada yang merasa ‘berbeda’.

            Keakraban, saling mengisi, saling melengkapi saling membantu itulah kunci kenyaman dan kemajuan. Dengan begitu benar adanya. Kini  mimpi dan kerinduan itu mulai terwujud. Harga diri setiap insan satu persatu mulai tumbuh.  Potensi-potensi diri mulai ditunjukkan.

            Orang berjalan, kerikil-kerikil itu tetaplah ada. Kebencian, dendam dan tabungan sakit hati itu manusiawi. Karena terjadi kekosongan  juru uang maka  Pak Habel survey. Tentunya  mau cari calon yang layak dan pantas menduduki jabatan itu. Dari komisaris, kepala gudang  sampai  office boy alias tukang sapu dimintai pendapatnya. Akhirnya pak Habel mendapatkan  jawabnya pasti dari survey itu.

            Sebenarnya sang juru uang hasil survey bukan juga orang yang trampil. Tapi  karena punya kepedulian terhadap teman-teman yang tinggi  maka dengan tulus mereka menunjuknya. Sebut saja calon juru uang itu adalah bu Titin.  Pak Habel menawarkan  Bu Titin untuk  jadi juru uang.  Karena tahu diri bu Titin tidak langsung menerima. Dia minta supaya ijin kepada suaminya. Pekerjaan tentang keuangan  harus komitmen, disiplin dan tertib. Ini berhubungan dengan  inspektorat, pengawas bahkan tipikor.  Ada kesalahan sedikit penanganan saja  bisa  berurusan dengan kejaksaan. Ngeri. Berdasarkan pengalaman dulu bu Titin saat menjadi juru uang pada pemimpin lama Bapak Jonathan dia kadang sampai pulang sore/malam. Suami menutup pintu kamar. “Jangan pulang ke rumah!, sana bawa bantal sekalian!” serunya dari dalam kamar. Dengan  merasa bersalah akhirnya dia tidur di kamar tamu.

            Pak Habel menunggu ijin Suami bu Titin. Dengan  nada-nada alot akhirnya diijinkan. Artinya jika memberi ijin pastinya akan menerima segala resiko jika pulang lak atau  banyak lemburnya. Apalagi jaman sekarang di era digital ini  semua  laporan  harus dengan aplikasi internet. Semuanya terhantung dengan jaringan. Jika Wifi bermasalah ya harus menunggu dengan penuh setia dan sabar.

            Karena sudah mendapat restu dari suami bu Titin akhirnya pak Habel mengumumkan secara resmi juru uang baru. Beliau segera membuatkan SK dan mengganti spicemen  rekening di bank. Resmilah bu Titin menjadi Juru uang di Perusahaan Basuki Engineering yang dipimpin sang Direktur pak Habel.

            Bapak baru dimulai. Saat bu Titin mau menempat ruangan, Sales kesayangan Pimpinan lama sudah duduk ditempatnya dengan menunjukkan kuasanya. Dengsn penuh bangganya dia duduk dikursi goyangnya. Berdasarkan perasaan dirinya yang sudah diberi mandat oleh juru uang lama dia telp0n-telpon para rekanannya untuk tetap kerjasama. Pemanpilannya begitu glamor dan bahkan tak pernah mengikuti ‘aturan’ yang sudah ada. Dia selalu berbeda. Berjalan sekolah tidak pernah lahat kiri kanan. Dengan kecantikannya yang paspasan saat berjalan solah tak injak tanah. Dia lupa dengan jati dirinya. Melihat  para staf dengan sebelah mata.

            Lebih menyedihkan lagi, kunci ruangan hanya dia yang pegang. Juru Uang yang baru yang ‘seharusnya’ pemegang kunci tak dihirauakan. Dengan kuasanya dia memanggil orang yang simpatik pada kedudukannya. Dengan arogan dia memfitnah dan menjelekkan juru uang terpilih. Dia tak menghargai sama sekali. Dia bersikuekueh menduduki kursi yang sebenarnya didudukkan sang juru uang baru.

            Ya Tuhan, ada saja manusia yang tak tahu diri sperti ini. Pastinya dia adalah mata-mata dari resim lama yang baru tergeser. Dia sudah diisi untuk menjalankan misinya. Mungkin sudah ada pesangon yang ia dapat maka saat inilah dia mulai action. Dia akan berusaha menunujukkan kuasanya di muka publik. Pemerintah melayangkan surat para pimpinan, juru uang dan  salesnya untuk  rapat rekonsiliasi. Hidungnya kembang kempis mendengan kabar itu, Bangga luar biasa karena akan mengikuti egiatan akbar itu. Bahagia karena tiket pesawat, hotel dan fasilitas lainnya di tanggung penyelenggara, Dapat makan enak yang gratis pula selama kegiatan.

            Tiket sudah terbeli. Walaupun hasil hutang kesana kemari karena  anggaran keuangan akan diganti setelah kegiatan selesai. Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Tiga hari waktu yang lumayan. Sebelum pulang dengan waktu yang tersisa bisa cuci mata, refresing, medicure pedi cure bahkan bisa belanja menyalurkan hobinya. Selamat berbahagia ibu Martha (Juru uang resim lama) dan ibu fani ( sales). Selamat menikmati kebahagiaan, semoga kedudukan tetap aman.

            Para pejabat ,komisaris, pemangku kepentingan, para staf kusak-kusuk menyampaikan ketidak senangnya kepada  sikap dan sifat bu Fani. Demi kenyamannya dan nama baik perusahaan manusia itu harus disingkirkan. Jika dia terus berada di Basuki Enginering  dia akan mebahayakan. Dia akan membangun hal yang tidak baik. Dia akan mencari celah menjatuhkan Pimpinan baru krena didalangi pimpinan lama dan juru uang lama yang sakit hati.

            Ini tidak main-main. Ini adalah masalah serius. Lima tahun mereka menduduki tahtanya dengan arogansinya.Dengan gaya eksekutif dan kurang memerhatikan rasa sosial dan perasaan warga perusahaan. Kepemimpinan yang  penuh dengan kotak-kotak. Ada anak mas, ada anak perak, ada anak perunggu dan ada juga anak terbuang. Pemecatan-pemecatan  tanpa melihat latar belakang mereka. Ampun Tuhan. Semoga Semua disadarkan.

            Manusia punya kedudukan yang sama dimata Tuhan. Jika  punya kedudukan itu hanya sebatas kepercayaan, Maka kepercayaan itu gunakanlah dengan cara yang manusiawi. Jika kita punya harta pun itu hanya titipan, peliharalah agar bisa lebih bermanfaat. Tak perlu jabatan itu dipegang terlalu erat. Kalau hilang, hati terlalu sakit.  Jalau terlepas  stressnya bukan kepalang. Jika jatuh bisa bunuh diri karena tak bisa menerima kenyataan. Jika tiba tiba dipecat,  malunya setengah hidup.

            Sebenarnya segala nasib kita sudah tertulis didalam tangan kita masing-masing. Cuma kita ada yang bisa membaca tapi lebih banyak yang kurang bisa membacara atau bahkan tak mau membacanya. Dari situ Tuha akan selalu mengingatkan supaya selalu mengandalkan Tuhan untuk segala hal. Tapi gunakan  firman-firman ajarannya dengan benar. Jangnlah’munafik’ jangan pula lain dibibir lain di hati.

            Sebagai menusia beriman kita meyakini, Tuhan akan memberi Ujian  agar kita bisa reflesik diri. Tetaplah rendah hati supaya  teman-teman menghargai dan menghormati. Lakukan orang lain sesuai dengan kapasitasnya. Mungkin dia lebih tua, dia punya kedudukan lebih tinggi atau yang laiannya. Yang Jelas kita tetap punya kuajiban untuk ‘menghargai’ sesama kita,

            Jangan lupa rendah hati walaupun jabatanmu sudah tinggi. Jalankan kepercayaan dengan hati yang tulus. Ingatlah  kalau hidup ini hanya sementara. Kita bisa saja dipanggil Tuhan  detik ini dan tak perlu nati atau besok.  Bertingkalakulah seolah-olah kematianmu sudah dekat. Lakukan yang Tuhan suka. Bersikaplah Jujur dan  bagilah kepada sesamamu jika rejeki menghampirimu.  Banggalah jika kita bisa bermanfaat dan berguna bagi sesama. Sebuah ibadah jika mampu menjadi penyalur berkat darinya.

            Berbicaralah sedikit mungkin tentang diri sendiri. Terimalah  hinaan dan cacian dengan sabar. Terimalah perasaan tak diperhatikan dan dipandang rendah. Mengalah terhadap kehendak orang lain. Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya. Bersikap  sopan sekalipun orang memancing amarah. Tak perlu untuk mencoba untuk dikagumi atau dicintai. Bersikaplah mengalah  dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar. Pilihlah sesuatu yang tersulit  untuk dipelajari! Yakinlah itu akan bisa membanggakan diri pribadi. Mengenal diri sendiri membuat kita  berlutut dan rendah hati. Jika kamu dibenci, jangan simpan dihati, Simpanlah dalam doamu setiap hari agar langit yang menjadi sakti untuk melegakan dan melapangkan diri.

                       

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...