MUSAFIR
Oleh
: Ledwina Eti Wuryani
Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan
apa yang kamu bisikkan ke telinga di
dalam kamar akan diberitakan dari atas rumah
(Lukas 12.3)
Sang Pemimpin tiba-tiba di
turunkan dari jabatannya. Ceritanya kurang jelas. Alasanpun tidak pernah
terdengar. Kekecewaan yang luar biasa
dialami oleh semua warga perusahaan, staf dan anak buah
seluruhnya. Suasana berduka. Ratapan bahkan tangisan pecah
tak terasa. Airmata kesediahn
mengharubirukan hati. Gejolak jantung
ikut serta mengiringi kesedihan.
Masih dalam keadaan duka lara perpisahan digelar dengan meriah. Kesedihan
berubah menjadi kebahagiaan sesaat. Datanglah
seorang direktur pengganti yang santun dan rendah hati. Saat pertemuan perdana sang direktur baru curhat dengan segala
pergumulan atas fitnah yang dilontarkan padanya. Sebut saja beliau dengan Pak Habel. Beliau cerita dengan penuh haru. Rasa tak
bisa bohong, bicaranya yang santun
membuat hati ini adem. Hati terasa damai, sejuk. Para staf begitu hormat
padanya. Satu persatu datang padanya. Tak segan mereka menyampaikan keluh
kesahnya.
Bapak tua setia mendengarkan semua
curhatan para stafnya. Selalu diingatkan pada bawahannya. Tak ada manusia yang
sempurnya. Kita diciptakan untuk saling menghargai dan menghormati. Tuhan suka
orang yang bisa menerima kelemahan orang lain. Tuhan akan lebih suka dengan yang
diberi kuasa tetapi tetap merasa sejajar
dengan yang lain. Sampaikan semua keluhan, masalah dan pergumulan. Mari kita
selesaikan bersama. Semuanya pasti akan akan solusinya.
Waktu terus berjalan. Biasa pada
sebuah perusahaan pastinya ada struktur organisasinya. Karena memang
perusahaan sudah maju semuanya sudah bisa berjalan tanpa dikomando oleh Sang
Kepala. Semua kegiatan, pengiriman barang, rekanan dan lain sebagainya tak
pernah berubah. Semua berjalan seperti biasa. Dari pandangan luarpun tak pernah
ada yang merasa ‘berbeda’.
Keakraban, saling mengisi, saling
melengkapi saling membantu itulah kunci kenyaman dan kemajuan. Dengan begitu
benar adanya. Kini mimpi dan kerinduan
itu mulai terwujud. Harga diri setiap insan satu persatu mulai tumbuh. Potensi-potensi diri mulai ditunjukkan.
Orang berjalan, kerikil-kerikil itu
tetaplah ada. Kebencian, dendam dan tabungan sakit hati itu manusiawi. Karena
terjadi kekosongan juru uang maka Pak Habel survey. Tentunya mau cari calon yang layak dan pantas
menduduki jabatan itu. Dari komisaris, kepala gudang sampai
office boy alias tukang sapu dimintai pendapatnya. Akhirnya pak Habel
mendapatkan jawabnya pasti dari survey
itu.
Sebenarnya sang juru uang hasil survey
bukan juga orang yang trampil. Tapi
karena punya kepedulian terhadap teman-teman yang tinggi maka dengan tulus mereka menunjuknya. Sebut
saja calon juru uang itu adalah bu Titin.
Pak Habel menawarkan Bu Titin
untuk jadi juru uang. Karena tahu diri bu Titin tidak langsung menerima.
Dia minta supaya ijin kepada suaminya. Pekerjaan tentang keuangan harus komitmen, disiplin dan tertib. Ini
berhubungan dengan inspektorat, pengawas
bahkan tipikor. Ada kesalahan sedikit
penanganan saja bisa berurusan dengan kejaksaan. Ngeri. Berdasarkan
pengalaman dulu bu Titin saat menjadi juru uang pada pemimpin lama Bapak
Jonathan dia kadang sampai pulang sore/malam. Suami menutup pintu kamar.
“Jangan pulang ke rumah!, sana bawa bantal sekalian!” serunya dari dalam kamar.
Dengan merasa bersalah akhirnya dia
tidur di kamar tamu.
Pak Habel menunggu ijin Suami bu
Titin. Dengan nada-nada alot akhirnya
diijinkan. Artinya jika memberi ijin pastinya akan menerima segala resiko jika
pulang lak atau banyak lemburnya.
Apalagi jaman sekarang di era digital ini
semua laporan harus dengan aplikasi internet. Semuanya
terhantung dengan jaringan. Jika Wifi bermasalah ya harus menunggu dengan penuh
setia dan sabar.
Karena sudah mendapat restu dari
suami bu Titin akhirnya pak Habel mengumumkan secara resmi juru uang baru.
Beliau segera membuatkan SK dan mengganti spicemen rekening di bank. Resmilah bu Titin menjadi
Juru uang di Perusahaan Basuki Engineering yang dipimpin sang Direktur pak
Habel.
Bapak baru dimulai. Saat bu Titin
mau menempat ruangan, Sales kesayangan Pimpinan lama sudah duduk ditempatnya
dengan menunjukkan kuasanya. Dengsn penuh bangganya dia duduk dikursi
goyangnya. Berdasarkan perasaan dirinya yang sudah diberi mandat oleh juru uang
lama dia telp0n-telpon para rekanannya untuk tetap kerjasama. Pemanpilannya
begitu glamor dan bahkan tak pernah mengikuti ‘aturan’ yang sudah ada. Dia
selalu berbeda. Berjalan sekolah tidak pernah lahat kiri kanan. Dengan kecantikannya
yang paspasan saat berjalan solah tak injak tanah. Dia lupa dengan jati
dirinya. Melihat para staf dengan
sebelah mata.
Lebih menyedihkan lagi, kunci
ruangan hanya dia yang pegang. Juru Uang yang baru yang ‘seharusnya’ pemegang
kunci tak dihirauakan. Dengan kuasanya dia memanggil orang yang simpatik pada
kedudukannya. Dengan arogan dia memfitnah dan menjelekkan juru uang terpilih.
Dia tak menghargai sama sekali. Dia bersikuekueh menduduki kursi yang
sebenarnya didudukkan sang juru uang baru.
Ya Tuhan, ada saja manusia yang tak
tahu diri sperti ini. Pastinya dia adalah mata-mata dari resim lama yang baru
tergeser. Dia sudah diisi untuk menjalankan misinya. Mungkin sudah ada pesangon
yang ia dapat maka saat inilah dia mulai action. Dia akan berusaha menunujukkan
kuasanya di muka publik. Pemerintah melayangkan surat para pimpinan, juru uang
dan salesnya untuk rapat rekonsiliasi. Hidungnya kembang kempis
mendengan kabar itu, Bangga luar biasa karena akan mengikuti egiatan akbar itu.
Bahagia karena tiket pesawat, hotel dan fasilitas lainnya di tanggung
penyelenggara, Dapat makan enak yang gratis pula selama kegiatan.
Tiket sudah terbeli. Walaupun hasil
hutang kesana kemari karena anggaran
keuangan akan diganti setelah kegiatan selesai. Kegiatan berjalan lancar tanpa
kendala. Tiga hari waktu yang lumayan. Sebelum pulang dengan waktu yang tersisa
bisa cuci mata, refresing, medicure pedi cure bahkan bisa belanja menyalurkan
hobinya. Selamat berbahagia ibu Martha (Juru uang resim lama) dan ibu fani (
sales). Selamat menikmati kebahagiaan, semoga kedudukan tetap aman.
Para pejabat ,komisaris, pemangku
kepentingan, para staf kusak-kusuk menyampaikan ketidak senangnya kepada sikap dan sifat bu Fani. Demi kenyamannya dan
nama baik perusahaan manusia itu harus disingkirkan. Jika dia terus berada di Basuki
Enginering dia akan mebahayakan. Dia
akan membangun hal yang tidak baik. Dia akan mencari celah menjatuhkan Pimpinan
baru krena didalangi pimpinan lama dan juru uang lama yang sakit hati.
Ini tidak main-main. Ini adalah
masalah serius. Lima tahun mereka menduduki tahtanya dengan arogansinya.Dengan
gaya eksekutif dan kurang memerhatikan rasa sosial dan perasaan warga
perusahaan. Kepemimpinan yang penuh
dengan kotak-kotak. Ada anak mas, ada anak perak, ada anak perunggu dan ada
juga anak terbuang. Pemecatan-pemecatan
tanpa melihat latar belakang mereka. Ampun Tuhan. Semoga Semua
disadarkan.
Manusia
punya kedudukan yang sama dimata Tuhan. Jika
punya kedudukan itu hanya sebatas kepercayaan, Maka kepercayaan itu
gunakanlah dengan cara yang manusiawi. Jika kita punya harta pun itu hanya
titipan, peliharalah agar bisa lebih bermanfaat. Tak perlu jabatan itu dipegang
terlalu erat. Kalau hilang, hati terlalu sakit. Jalau terlepas stressnya bukan kepalang. Jika jatuh bisa
bunuh diri karena tak bisa menerima kenyataan. Jika tiba tiba dipecat, malunya setengah hidup.
Sebenarnya segala nasib kita sudah
tertulis didalam tangan kita masing-masing. Cuma kita ada yang bisa membaca
tapi lebih banyak yang kurang bisa membacara atau bahkan tak mau membacanya. Dari
situ Tuha akan selalu mengingatkan supaya selalu mengandalkan Tuhan untuk
segala hal. Tapi gunakan firman-firman
ajarannya dengan benar. Jangnlah’munafik’ jangan pula lain dibibir lain di
hati.
Sebagai menusia beriman kita
meyakini, Tuhan akan memberi Ujian agar
kita bisa reflesik diri. Tetaplah rendah hati supaya teman-teman menghargai dan menghormati. Lakukan
orang lain sesuai dengan kapasitasnya. Mungkin dia lebih tua, dia punya
kedudukan lebih tinggi atau yang laiannya. Yang Jelas kita tetap punya kuajiban
untuk ‘menghargai’ sesama kita,
Jangan lupa rendah hati walaupun
jabatanmu sudah tinggi. Jalankan kepercayaan dengan hati yang tulus. Ingatlah kalau hidup ini hanya sementara. Kita bisa
saja dipanggil Tuhan detik ini dan tak
perlu nati atau besok. Bertingkalakulah
seolah-olah kematianmu sudah dekat. Lakukan yang Tuhan suka. Bersikaplah Jujur
dan bagilah kepada sesamamu jika rejeki
menghampirimu. Banggalah jika kita bisa
bermanfaat dan berguna bagi sesama. Sebuah ibadah jika mampu menjadi penyalur
berkat darinya.
Berbicaralah sedikit mungkin tentang
diri sendiri. Terimalah hinaan dan
cacian dengan sabar. Terimalah perasaan tak diperhatikan dan dipandang rendah.
Mengalah terhadap kehendak orang lain. Terimalah celaan walaupun anda tidak
layak menerimanya. Bersikap sopan
sekalipun orang memancing amarah. Tak perlu untuk mencoba untuk dikagumi atau
dicintai. Bersikaplah mengalah dalam
perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar. Pilihlah sesuatu yang tersulit untuk dipelajari! Yakinlah itu akan bisa
membanggakan diri pribadi. Mengenal diri sendiri membuat kita berlutut dan rendah hati. Jika kamu dibenci,
jangan simpan dihati, Simpanlah dalam doamu setiap hari agar langit yang
menjadi sakti untuk melegakan dan melapangkan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar