Selasa, 08 Maret 2022

KOK TEGA-TEGANYA…….

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Panggil saja Umbu  Datuk Langgi. Orangnya baik dan dermawan. Beliau adalah  anggota DPRD selama 3 periode. Tapi saat ini beliau sudah tidak menjabat lagi. Istrinya punya karisma  inner beauty.  Walaupun suami seorang  pejabat tapi  sang istri tetap rendah hati dan suka menolong. Umi Datuk biasa dipanggil. Keluarga itu  mempunyai 4 anak, hanya 1 saja yang perempuan. Namanya masing-masing adalah : Umbu Jeffri (Uje), Umbu Brizen (Ube), Umbu Kenji (Uka) dan Tamu Rambu Reiana (Ambu Rei). Kakaknya sudah nikah semua, sisa si bungsu yang  belum Nikah.  Jumat, minggu depan  dia rencana menikah. Uka adalah  Sarjana Arsitek. Calon istrinya adalah  seorang calon dokter,  dara manis dari Malang. Putri dari Bapak Noto Prayugo  kepala  SMA Negeri di Malang.  Kedua keluarga besar sudah saling bertemu.  Mereka sudah saling sepakat  bahwa pernikahan nanti akan diadakan di Sumba dan di Jawa. Acara resepsi diadakan di Sumba terlebih dulu, dipihak laki-laki.

 

Seperti biasa,  adat sumba jika ada yang punya hajatan (pesta) biasa mengadakan acara ‘kumpul tangan’.  Acara tersebut  artinya  keluarga besar berkumpul  untuk membicarakan anggaran perhelatan  tersebut. Masing-masing keluarga punya kuajiban menyumbang untuk acara tersebut.  Bapak Umbu Datuk berjanji untuk menyiapkan 4 ekor sapi untuk lauk-pauk acar besar itu. Sebagai orang kota Umbu Datuk Langgi sejak tahun 2012 sudah menitipkan sapi sebanyak 9 ekor di kampung. Hitung-hitung sebagai tabungan saat beliau  masih menjabat anggota dewan. Sebagai pertimbangan nanti kalau  ada ‘acara’ tinggal  ambil saja. Selain  membantu kehidupan orang kampung pasti hewan itu akan beranak pinak, pikirnya. Dikota susah cari rumput dan tenaga kurang.

 

 Karena Pernikahan akan digelar minggu depan, maka Datuk Langgi  pergi ke kampung. Selain bersilaturahmi dengan orang kampung yang pelihara hewan sekalian  rencana ambil  sapi  yang sudah beliau janjikan di rapat keluarga. Jarak tempuh kota ke Tabundung kira-kira 60 km dengan medan yang lumayan sulit. Sampai di rumah bapa Tua yang memelihara sapi… rumah itu sepi sekali. Ada  anaknya laki-laki bujang yang  seorang diri. Bapaknya lagi ke hutan katanya. Umbu Datuk menunggu sudah lebih 4 jam. Tak ada tanda-tanda baik. Tak lama kemudian ada seseorang yang menghampiri Umbu Datuk. Disitu Umbu cerita maksud kedatangannya. Ternyata diluar dugaan , orang yang baru datang cerita bahwa  semua hewan  sudah habis dijual dan tak bersisa. Mereka  pake untuk main judi dan untuk biaya hidup. Umbu Datuk Langgi tak bisa  menahan  emosi. Dada terasa sesak. Jantungpun berdebar sangat kencang hampir berhenti berdetak. Dengan hati serasa teriris sembilu tekanan darah naik tak terbendung. Kebetulan Umbu Datuk punya riwayat tekanan darah tinggi. Saking tak kuasa menahan emosinya akhirnya beliau terjatuh dari bale-bale rumah.  Kejadian itu hanya berdua. Kampung sangat sunyi. Penduduk kampung sangat jarang dan berjauhan.  Persatu  km baru ada rumah. Karena lambatnya pertolongan bapak tua menghembuskan nafasnya yang terakhir. Pilu sedih kejadian itu. Umbu Datuk akhirnya dibawa pulang ke Kota dalam keadaan tak bernafas lagi. Sampai dikota betapa sedihnya semua warga yang mendengar kronologi ceritanya. Minggu depan  mau ada perhelatan besar untuk putera bungsunya dengan persiapan yang special.  Ternyata Tuhan menentukan cerita yang berbeda. Oh Tuhan…!, ternyata acara pernikahan yang akan membawa tawa kebahagiaan itu berubah menjadi deraian air mata kesedihan. Ribuan  tamu yang melayat  turut menangis sedih. Isak tangis terdengar setiap kita yang hadir. Bapa/mama besan datang dari Malang bersama calon istrinya Uka.  Mereka   pingsan di depan jenazah Bapak Datuk diikuti semua anak-anak kandungnya juga ikut berjatuhan. Semua tamu yang hadir sungguh merasa terharu dan sedih. Oh Tuhan…..  ampunkanlah orang kampung yang tega menyalahgunakan kepercayan orang baik ini. Semoga mereka dipanjangkan umurnya dan mau bertobat.

 

 

Waingapu,  7 Maret 2022

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...