Dokter Susana
adalah seorang dokter jantung di sebuah
rumah sakit swasta di kota Metropolitan. Suatu hari sang dokter
harus terbang ke sebuah kota karena ada tugas penting. Dia sebagai
ketua tim dokter dalam membantu
orang yang sakit karena korban konflik. Dalam perjalanan mungkin ada kendala
di badan pesawat. Tiba-tiba pesawat harus
mendarat di bandara udara terdekat. Bu Dokter merasa bingung. Semua penumpang turun. Pesawat belum dipastikan kapan akan terbang
lagi. Berhubung tugas penting akhirnya ibu dokter memutuskan untuk melanjutkan
dengan jalan darat. Kata orang waktu tempuh dengan jalan darat bisa mencapai sekitar 5-6
jam dan harus 3 kali ganti bus. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya ia
memutuskan untuk tetap melanjutkan
perjalanannya, demi tugas dan tanggungjawabnya.
Ternyata jalan mulai gelap. Ini bukan kota besar. Suasana juga sangat sepi. Sebagai orang asing di daerah
itu. Demi keamanan diri,
akhirnya dia berpikir untuk pergi lanjut esok hari saja. Bu Dokter minta turun dari bus pedesaan itu. Semoga dia
bisa dapat menginapan di rumah warga. Setelah turun dari bus dia melihat rumah yang masih menyala iapun
menghampiri rumah itu. Dia mengetuk pintu. Tak lama kemudian pemilik
rumah membukakan pintu. Tuan rumah
mempersilahkan duduk di kursi sederhana yang telah tersedia. Dokter menyalami dan menceritakan kepada keluarga tentang
kejadiannya hingga sampai di rumah ini. Beberapa
menit mereka berbincang, dokter melihat anak laki-laki yang
dipangku bundanya dan terkulai lemah.
Anak itu punya penyakit jantung sejak kelas 4 SD hingga sekarang
sudah umur 15 tahun. Sang tuan rumah cerita dengan deraian air mata. Mereka katanya sudah berobat kemana-mana tapi
tak juga sembuh bahkan tak ada perubahan. Biaya sudah terlalu banyak hingga semua sudah habis-habisan. Kini
mereka tinggal di rumah kontrakan yang
sederhana. Dia sudah pasrah, sudah menyerah dan tak mampu berbuat banyak
untuk putranya.
Ia hanya sisa berharap pada Tuhan supaya memberikan kesembuhan. Siang malam mereka berdoa mohon
Tuhan hadir dan menyembuhkan putranya.
Dokterpun menanyakan kondisinya dan sang ibu menceritakan tentang perjuangannya tentang pengobatan anak
semata wayangnya, Dia curhat pada dokter
“ Sekarang saya ini sudah tak punya
apa-apa’. Banyak orang memberitahu
padanya bahwa ada seorang
dokter jantung hebat. Dokter ahli jantung itu namanya dokter Susana. Tapi keluarga tak punya uang lagi. Mereka hanya berharap semoga mujizat Tuhan
datang.
Benar!!
Tuhan menjawab doanya, ternyata dokter yang datang kerumahnya adalah dokter Susana, dokter ahli jantung hebat yang
diceritakan banyak orang itu. Dokter inilah
yang selalu disebut dalam
setiap doanya. Kini dokter yang dimaksud ada dihadapannnya. Dokter Susana menangis dan terharu. Tuhan
yang mengantarnya kerumah itu . Akhirnya dokter Susana berjanji akan menangani
Yudi hingga sembuh. Puji
Syukur, tidak ada yang
mustahil bagi Tuhan. Jikalau kita selalu
meyakini dan mengandalkan Tuhan dalam
segala pergumulan akan dijawab olehNya.
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 30
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Senin,6Juni2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar