Sabtu, 04 Juni 2022

A30. DOKTER Day 30

 

Dokter  Susana  adalah seorang dokter jantung di sebuah  rumah sakit  swasta di  kota Metropolitan. Suatu hari sang  dokter  harus terbang ke sebuah  kota  karena  ada tugas penting.  Dia sebagai  ketua  tim dokter dalam  membantu  orang yang sakit karena korban konflik. Dalam perjalanan mungkin ada kendala di badan  pesawat.  Tiba-tiba  pesawat harus  mendarat di bandara udara terdekat. Bu Dokter  merasa bingung. Semua penumpang turun.   Pesawat belum dipastikan kapan akan terbang lagi. Berhubung tugas penting akhirnya ibu dokter memutuskan untuk melanjutkan dengan jalan darat. Kata orang waktu tempuh  dengan jalan darat bisa mencapai sekitar 5-6 jam  dan  harus 3 kali ganti bus.  Dengan berbagai pertimbangan akhirnya ia memutuskan untuk tetap melanjutkan  perjalanannya, demi tugas dan tanggungjawabnya.    

Ternyata  jalan mulai gelap.  Ini bukan kota besar.  Suasana juga  sangat sepi.  Sebagai orang asing  di daerah  itu. Demi keamanan diri,  akhirnya  dia  berpikir untuk  pergi  lanjut esok hari saja.  Bu Dokter minta turun dari bus pedesaan itu.  Semoga dia  bisa dapat menginapan di rumah warga.  Setelah turun dari bus dia melihat  rumah yang masih menyala iapun menghampiri  rumah itu.  Dia mengetuk pintu. Tak lama kemudian pemilik rumah membukakan pintu.  Tuan rumah mempersilahkan duduk di kursi sederhana yang telah tersedia.   Dokter menyalami  dan menceritakan kepada keluarga tentang kejadiannya  hingga  sampai di rumah ini.   Beberapa  menit  mereka berbincang,   dokter melihat  anak laki-laki  yang  dipangku bundanya dan terkulai lemah.  Anak itu punya penyakit jantung sejak kelas 4 SD hingga sekarang sudah  umur 15 tahun.  Sang tuan rumah  cerita dengan deraian air mata.   Mereka katanya sudah berobat kemana-mana tapi tak juga sembuh bahkan tak ada perubahan. Biaya sudah terlalu banyak  hingga semua sudah habis-habisan. Kini mereka  tinggal di rumah kontrakan yang sederhana.  Dia   sudah pasrah,  sudah menyerah dan tak mampu berbuat banyak untuk putranya. 

Ia  hanya sisa berharap pada Tuhan  supaya memberikan kesembuhan. Siang malam mereka  berdoa mohon  Tuhan hadir dan menyembuhkan  putranya.  Dokterpun menanyakan  kondisinya dan sang ibu menceritakan   tentang perjuangannya tentang pengobatan anak semata wayangnya, Dia curhat pada  dokter “ Sekarang saya  ini sudah tak punya apa-apa’.  Banyak orang memberitahu padanya bahwa  ada  seorang  dokter  jantung hebat.  Dokter ahli jantung itu  namanya   dokter Susana. Tapi  keluarga tak punya uang lagi.  Mereka hanya berharap semoga mujizat Tuhan datang.

Benar!! Tuhan menjawab doanya, ternyata  dokter yang  datang kerumahnya adalah dokter  Susana, dokter ahli jantung hebat yang diceritakan banyak orang itu.   Dokter inilah  yang selalu disebut  dalam setiap  doanya. Kini  dokter yang dimaksud ada dihadapannnya.  Dokter Susana menangis dan terharu.  Tuhan  yang  mengantarnya  kerumah itu . Akhirnya  dokter Susana berjanji akan  menangani  Yudi  hingga  sembuh. Puji  Syukur,  tidak ada yang mustahil  bagi Tuhan. Jikalau kita selalu meyakini dan  mengandalkan Tuhan dalam segala pergumulan akan dijawab olehNya.

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge - 30

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEti

#Senin,6Juni2022

  

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...