Suasana
Kampung Matawai itu terasa gelap. Hanya ada satu lampu disudut jalan
yang menyala. Selebihnya
sudah pada rusak karena beberapa bulan lalu ada angin puting beliung yang memporak-porandakan
infrastruktur. Langit malam itu sebagian berawan hanya
beberapa kerlip bintang saja yang mengintip dari balik gumpalana awan. Malam
itu adalah malam jumat
kliwon. Pos ronda sepi.Ttidak seperti biasanya,
malam ini tidak berpenghuni. Sementara seminggu lalu tetangga rumah kehilangan motor, dua hari lalu depan rumah kehilangan Kulkas. Kok Bisa
e… sungguh perampok yang biadab. Akhir-akhir
ini memang kampung itu sering kecurian.
Pencuri sampai sekarang belum tertangkap. Polisi
kewalahan saking banyaknya
laporan warga yang kecurian. Saat saya hendak melangkah
tiba-tiba terlihat
bayangan orang yang
bergerak dari arah selatan rumah Bapak
lala, dia merupakan orang terkaya dikampung itu orangnya gak
bergaul plus pelit. Rumah itu yang biasa jadi sasaran utama para pencuri. Saya
dan teman ronda yang lain memutar arah
melintasi salah satu pinggir pagar menuju arah mesjid,
terlihat salah seorang dari mereka mulai bergerak memasuki rumah pelan-pelan. Ternyata pencuri sudah hilang.
Hari semakin malam susana semakin gelap, saya pulang
sudah mengantuk berat. Eh!! Anakku kasih
tahu bahwa ketiga pencuri ada sembunyi di
dapur rumahku. Anakku
yang satu dipegang kedua tangannya dan ditutup mulutnya agar tak teriak. Saya
jadi bingung dan pusing mendadak. Dari
pada anakku yang jadi korban akhirnya aku menurut saja kata pencuri dan
pelan-pelan mereka kubiarkan lari lewat legong. Kebetulan belakang rumahku
adalah legong curam hanya para pencuri
yang berani lewat jalan itu. Yang aneh, tetanggaku hampir semua pernah kecurian,
hanya dirumahku saja yang belum pernah kecurian. Karena pencurinya baik saya
tidak berani lapor polisi. “Dosa nggak ya kalau begitu kasusnya??”pikirku dalam
hati. Saya sendiri dan seluruh penghuni
rumahku tak pernah kenal dengan para pencuri itu.
- #70harimenulis
- #siapataujadibuku
- #challenge - 53
- #RumahLiterasiPMA
- #LedwinaEti
- # WaingapuRabu29Juni 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar