Suasana hari itu panas. Saya pergi ke rumah teman dekat namanya bu Debi. Ada bisnis kecil berdua tentang ternak ayam pedaging. Dulu dia
sama-sama mengajar di SMA, sudah pensiun
5 tahun yang lalu. Suami sudah meninggal sepuluh tahun dengan meninggalkan 2
orang anak. Anak yang pertama perempuan
Sarjana TK ( S.Pd.TK) mengajar di TK Pembina dan yang laki Sarjana Informatika menjadi teknisi di
perusahaan PT. Karya jaya.
Bu Debi temanku cerita kalau anak pertama, Yani
sudah melahirkan. Saat melahirkan
kesulitan lantaran disebelah bayi
ternyata ada mium (kanker jinak). Beruntung bayi tidak terganggu walau ibunya
sangat menderita saat oprasi. Sedih ceritanya. Yang saya tak habis pikir, ibu
kandung tak menengok. Dia hanya dengar
dari teman dan lihat di postingan FB.
Ceritanya sang mama dulu tidak setuju pernikahannya dengan alasan Bosco
pacarnya tidak sekolah dan tidak ada kerja. Bosco hanya jualan dengan krombong dipinggir
jalan. Kedua orang tua sudah cerai,
mamanya meninggal dan bapaknya sudah
nikah lagi. Waktu itu Bosco kecil lari dari rumah karena tak ingin tinggal bersama mama Tiri.
Jadi dari kecil dia hidup sendiri, sebatang kara semuanya dalam keterbatasan.
Ibu Yani dan Bosco akhirnya menikah sendiri tanpa ada orang tua. Tabungan bu Yani ludes habis untuk resepsi. Kasihan.
Selesai pernikahan kini menjadi pasangan suami istri baru. Yang jelas mereka
tidak ada rumah. Suami jualan di krombong. Hidup mereka di krombong ukuran (2x1)m2.
Dan kalau mandi , cuci dan lain-lain
numpang di orang. Saya punya kos-kosan 5 kamar, saya tawari ‘gratis’
mereka tidak mau alasan jualan di krombong melayani pembeli 24 jam. Mereka jualan rokok,
peci dan kebutuhan harian lainnya. Sepuluh bulan sudah tak terasa mereka nikah.
Saatnya kini ia melahirkan. Saya sempatkan untuk nengok di rumah sakit. Tiga
hari di rumah sakit pulanglah mereka di krombong lagi. Nggak bisa bayangkan
betapa ribetnya punya bayi merah hidup
di tempat yang S5. Sempit, sumpek, Sedih dan Selonjor Susah. Itulah!. Demi Cinta
merelakan untuk hidup penuh derita asal
berdua penuh cinta. Oh bu Yani ….
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 54
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
#Kamis,30Juni2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar