Kamis, 30 Juni 2022

A54. Nikmatnya cinta

 


 

              Suasana hari  itu panas. Saya pergi ke rumah teman dekat namanya bu Debi. Ada bisnis kecil berdua tentang ternak ayam pedaging. Dulu dia sama-sama mengajar di SMA,  sudah pensiun 5 tahun yang lalu. Suami sudah meninggal sepuluh tahun dengan meninggalkan 2 orang anak. Anak yang  pertama perempuan Sarjana TK ( S.Pd.TK)    mengajar  di TK Pembina dan yang laki  Sarjana Informatika menjadi teknisi di perusahaan PT. Karya jaya.

            Bu  Debi temanku cerita kalau anak pertama, Yani sudah melahirkan. Saat melahirkan  kesulitan  lantaran disebelah bayi ternyata ada mium (kanker jinak). Beruntung bayi tidak terganggu walau ibunya sangat menderita saat oprasi. Sedih ceritanya. Yang saya tak habis pikir, ibu kandung  tak menengok. Dia hanya dengar dari teman dan lihat di postingan  FB. Ceritanya sang mama dulu tidak setuju pernikahannya dengan alasan Bosco pacarnya tidak sekolah dan tidak ada kerja.  Bosco hanya jualan dengan krombong dipinggir jalan. Kedua orang tua  sudah cerai, mamanya meninggal dan bapaknya sudah  nikah lagi. Waktu itu Bosco kecil lari dari rumah  karena tak ingin tinggal bersama mama Tiri. Jadi dari kecil dia hidup sendiri, sebatang kara semuanya dalam keterbatasan.

            Ibu Yani dan Bosco  akhirnya menikah sendiri tanpa  ada orang tua. Tabungan  bu Yani ludes habis untuk resepsi. Kasihan. Selesai pernikahan kini menjadi pasangan suami istri baru. Yang jelas mereka tidak ada rumah. Suami jualan di krombong. Hidup mereka di krombong ukuran (2x1)m2. Dan  kalau mandi , cuci dan lain-lain numpang di orang. Saya punya kos-kosan 5 kamar, saya tawari ‘gratis’ mereka  tidak mau alasan  jualan di krombong  melayani pembeli 24 jam. Mereka jualan rokok, peci dan kebutuhan harian lainnya. Sepuluh bulan sudah tak terasa mereka nikah. Saatnya kini ia melahirkan. Saya sempatkan untuk nengok di rumah sakit. Tiga hari di rumah sakit pulanglah mereka di krombong lagi. Nggak bisa bayangkan betapa ribetnya punya bayi merah  hidup di tempat yang S5. Sempit, sumpek, Sedih dan  Selonjor Susah. Itulah!. Demi Cinta merelakan untuk hidup  penuh derita asal berdua penuh cinta. Oh  bu Yani ….

 

  • #70harimenulis
  • #siapataujadibuku
  • #challenge - 54
  • #RumahLiterasiPMA
  • #LedwinaEti
  • #Kamis,30Juni2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...