Senin, 20 Juni 2022

“The Habits Manifesto” Model Gretchen Rubin (2)

 


.

Oleh : Cahyadi Takariawan

As with dieting, exercising, and other somewhat painful activities, there’s no better time to start a writing habit than right now. It won’t magically become easier tomorrow or next week or next month” –Claire Splan, 2020.

.

Gretchen Rubin adalah penulis di New York Times, penulis buku The Happiness Project, Happier at Home dan Better than Before. Rubin telah melakukan banyak penelitian tentang kebiasaan dengan membawa berbagai studi perilaku ke dalam penilaian pribadinya. Ia menilai tentang apa yang berhasil membangun kebiasaan dan apa yang tidak berhasil.

Selanjutnya Rubin memaparkan apa yang dia sebut sebagai “The Habits Manifesto” atau Manifesto Kebiasaan berupa dua belas tip untuk menciptakan dan memelihara kebiasaan. Rumus ini ia peroleh dari riset dan pengalaman pribadinya. Ada beberapa poin menarik dalam The Habits Manifesto yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Kita Bisa Mengelola Apa yang Kita Ketahui

We manage what we monitor” –Gretchen Rubin.

Rubin menyatakan, bahwa manusia akan bisa mengelola hal-hal yang diketahui dan dipantaunya. Jika Anda tidakmengetahui dan tidak memantau sesuatu, Anda tidak akan dapat mengelolanya.

Misalnya terkait waktu. Sangat mungkin ada banyak waktu hangus dan hilang namun tidak Anda sadari. Anda merasa sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk menulis. Padahal bisa jadi ada slot-slot waktu yang hilang begitu saja karena tidak Anda amati. Jika Anda mencermati semua penggunaan waktu dalam kegiatan keseharian, nisacaya Anda akan menemukan slot yang sesungguhnya luang dan bisa dimanfaatkan.

Demikian pula dalam proses menulis. Kapan waktu yang efektif bagi Anda untuk menulis, dimana tempat yang paling nyaman bagi Anda untuk menghasilkan karya tulis, dengan sarana apa Anda paling lancar menulis? Coba amati dengan seksama, maka Anda akan bisa mengelola dan mengatur semuanya.

It seems to help a lot to track your writing habit and the more details you track, the better. It can be the number of words or pages written, the number of hours spent writing, or some other metric. However you measure it, write it down” –Claire Splan, 2020.

Claire Splan memiliki pengalaman pribadi tentang kebiasaan ini. Menurut Splan, “Melacak kebiasaan menulis akan sangat membantu, dan semakin banyak detail yang bisa Anda lacak, semakin baik untuk Anda”. Dengan mengetahui hal-hal detail dari kebiasaan menulis yang Anda miliki selama ini, Anda akan semakin bisa mengelola untuk bisa lebih produktif.

“Ini bisa berupa jumlah kata atau jumlah halaman yang berhasil Anda tulis, jumlah jam yang Anda habiskan untuk menulis, atau parameter lainnya. Bagaimanapun Anda mengukurnya, tulislah”, ungkap Splan.

Dalam buku How I Went from Writing 2,000 Words a Day to 10,000 Words a Day, Rachel Aaron menyatakan bahwa ia menyimpan spreadsheet yang melacak waktu mulai menulis, waktu berhenti, di mana ia menulis, dan berapa banyak kata yang ditulis pada setiap sesi. Dengan informasi detail itu, Aaron dapat menentukan ada waktu-waktu tertentu dalam sehari, tempat-tempat tertentu, dan jangka waktu tertentu yang ia menjadi lebih produktif.

Jika Telah Siap, Segera Mulai Sekarang

Once we’re ready to begin, begin now” –Gretchen Rubin.

Penundaan adalah masalah sangat banyak orang. Dalam bidang apapun, selalu ada masalah penundaan. Termasuk dalam hal menulis. Banyak orang menyatakan ingin bisa menulis dan ingin memiliki karya tulis, namun selalu menunda untuk memulai.

“Seperti halnya diet, olahraga, dan aktivitas lain yang agak menyakitkan, tidak ada waktu yang lebih baik untuk memulai kebiasaan menulis selain sekarang”, ujar Claire Splan. Menunda hampir selalu punya arti tidak sama sekali. “Besok” atau “lusa” adalah kata-kata apologi untuk menyatakan tidak akan melakukannya sama sekali.

“Penundaan dari hari ini, tidak akan secara ajaib menjadi lebih mudah dikerjakan besok atau pekan depan atau bulan depan. Resistensi akan tumbuh ketika Anda menunda memulai”, lanjut Splan.

Gretchen Rubin sangat serius ketika ia menyatakan harus memulai sekarang. Kebiasaan apapun yang ingin Anda tumbuhkan dan Anda miliki, hanya akan bisa muncul dengan efektif apabila Anda memulai sekarang. Bukan besok, bukan lusa.

Now is the time. Stop choosing to write. Just write. Write now” –Claire Splan, 2020.

Ketika Anda menghibur diri dengan mengatakan “aku akan menulis besok”, maka kalimat sama akan menjumpai Anda keesokan hari. Ketika Anda mengatakan “aku akan mulai menulis pekan depan”, maka kalimat sama akan Anda dapatkan pekan depan. Begitu seterusnya. Setiap penundaan akan diikuti dengan penundaan berikutnya, hingga akhirnya seseorang meninggal dunia tanpa melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah menulis. Bukan ingin menulis. Bukan bercita-cita menulis. Bukan bermimpi untuk menjadi penulis. Anda hanya perlu menulis. Itu saja, maka Anda telah menjadi penulis.

“Gretchen Rubin mati-matian menjelaskan tentang ini. Sekaranglah saatnya. Berhentilah memilih untuk menulis. Tulis saja. Tulis sekarang”, ungkap Splan.

Anda sudah siap?

Bahan Bacaan

Claire Splan, Make Writing a Habit, Not a Choicehttps://shutupwrite.com, 18 November 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...