Jumat, 01 Juli 2022

A57. JALAN KEHIDUPAN

 


 

Nikmati Hidup dengan terus bersyukur pada Tuhan
Niatkan dalam hati kita harus terus bangkit berdiri dan terus berjalan
Seribu harapan menunggu dihadapan
Hanya doa dan ihtiar  yang jadi jawaban
 
Apakah yang sudah kita syukuri hari ini?
Apakah  Kita sudah melakukan yg terbaik  beramal' hari ini?
Baik dengan: Materi,……dengan Ilmu….,
Dengan Tenaga, atau Minimal dengan
Senyumanmu  yang Tulus?

 
Bila 'Hati Kita Bersih',
Tak ada Waktu untuk:
Berpikir Licik,Curang, dengki, iri dan tinggi hati
sekalipun terhadap Orang lain.
 
Jangan memelihara kebencian atau dendam
Akibatnya :
seluruh Waktu  dan  Pikiran  kita akan habis sia-sia 
dan juga tak akan pernah menjadi  orang yang produktif  dan punya karya nyata

 
Anggaplah Kekurangan orang Lain adalah ladang pahala' bagi kita
Kita rela  Memaafkan,
Kita  doakan mereka
Ceritakan kebaikan saja dan kita jaga aibnya jika ada
 
 
Bukan Gelar, dan bukan Jabatan dan kekayaan yang menjadikan  Orang Menjadi Mulia
Tapi karakter kita yang orang lain menjadi hormat dan segan kepada kita.
Jika kualitas pribadi kita kurang baik , orang tak akan ‘menganggap’ kita.
Orang akan melihat kita dengan ‘sebelah mata’

 
Ciri Seseorang  pemimpin  yang baik  akan tampak dari
 Kematangan Pribadi,
 Komitmen kerja,  kondite dan  buah karyanya
 Serta tak boleh  lupa integrasi antara  Kata,  perbuatan  dan tingkahlakunya.

 
Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau Kekayaan
Tanamkan  'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.
Tak perlu menyuruh orang lain untuk berbuat Baik, sebelum diri Sendiri merasa sudah baik
Kita orang tak sempurnya, hanya Tuhan yang Maha  Sempurna.
 

 
Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yang akan 'Menjaga Harta'.
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yang akan 'Menjaga Kita'.

 
Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik,
Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian dari Otak',
sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian dari Hati'.
 
Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yang kita terima
Sebagai bekal dan  Jalan untuk memperbaiki diri.
Kita tdk pernah tahu Kapan 'Kematian' akan menjemput kita,
tapi yang Kita tahu  adalah kematian itu pasti datang
Seberapa banyak bekal rohani yang kita Miliki untuk Menghadapinya?
Para Pembohong akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

 
Jatuh bangun itu biasa
Tap perlu ada yang ditakutkan
Berbuat baik itu penting
Bertingkahlakulah seolah-olah besok kita akan mati.
 
 
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge-57
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEtiWuryani
#Minggu3Juli2022 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...