Rabu, 03 November 2021

Peristiwa Iman #Day29

 


Trimakasih Tuhan akhirnya  saya bisa mengikuti  prosesi  wafatnya ibu tercinta hingga hari ke-7. Ini semua karena kebesaran Tuhan. Dengan perjuangan  dan doa akhirnya saya bisa  ‘lolos’ hingga akhir.  Semua hal jika mengandalkan Tuhan  pasti akan indah pada waktunya.


Awalnya  kami PCR ternyata #POSITIF . Hasil CT 37,94...hanya  butuh 0,06  untuk dinyatakan NEGATIF....#Gagalterbang padalah sudah beli tiket seharga Rp 2,6 jt DAN pcr rP 540 RB.  Hati jelas sakit, sedih yang luar biasa.


Berkat doa dan pergumulan,  ada  saja orang baik memberitahukan padaku.  Untuk ke Jawa jika sudah vaksin dosis 2 berarti syaratnya cukup  rapit test antigen. Info itu adalah  sebuah angin Sorga Buatku. 


#Bukti-diaplikasi : Untuk perjalanan kota Jawa-Bali, wajib melampirkan sertifikat vaksin COVID-19.  Bagi yang telah menerima vaksin 1 wajib melampirkan hasil tes PCR (2x24 jam) & yang telah menerima  vaksin  dosis 2 dapat melampirkan  hasil tes Rapit Antigen (1x24)

Trimakasih untuk  info yang  penting ini. 


Saya cek rapit antigen oleh bidan  hasil  #negatif.   Kami lanjut ke Klinik Larisa,  dr Rin Tipa  tamu ina hasilnya NEGATIF. Puji Tuhan doaku terjawab. Akhirnya saya beli tiket ulang di traveloka. Karena mendadak  dapat tiket ngecer.  Waingapu-Kupang. Kupang-Surabaya. Surabaya-Jogya. Ganti 3 pesawat. Tak apa, yang penting sampai ke Jawa. 


Tak kubayangkan jika aku tak bisa  pulang untuk bertemu ibu untuk terakhir kali pasti aku akan menyesal seumur hidupku. Perjalanan lancar hanya di Kupang ada sedikit kendala mempermasalahkan karena  bukti bukan PCR.  Aturan jelas, tapi saya tak mungkin berbala-bala dengan pegawai bandara. 


Mereka tidak mau memberikan boarding pass padaku. Dengan gaya yang cuek, sinis  dan muka tak bersahabat  bersikeras tak mau memberi cap KKP Valid padaku. Tuhan, kuatkan aku. Sabarkan aku. Hati bagai teriris pisau saat itu. Janganlah saya gagal kedua kali.  Tak terasa air mataku deras membasahi pipiku.  Nona itu mungkin ‘agak’ kasihan padaku.  Dia berkata padaku: “Ibu ada surat duka?!!”. Ya Tuhan, dia seolah tak percaya ibuku benar-benar meninggal!!, hatiku sesak mendengar perkataannya.  Kutunjukkan  fb yang ku post. Kutunjukkan juga WA group keluarga, postingan-postingan adikku tentang kedukaan. Waktupun  terus berjalan, jam 11.15 harus sudah terbang lagi beberapa menit. Hati was-was tak karuan.


Berkat Tuhan ada orang baik yang mau bertanggung jawab, hingga nona itu mau men-cap tiketku. Kuucapka berulang-ulang terimakasih padanya.  Saya pergi ke Jawa untuk ibu kandung yang  sedang menungguku untuk dikubur. Setelah di cap aku lari, cepet-cepet menuju ke gate-4 menuju Surabaya. Sampailah di Surabaya dengan selamat. Setiap perhentian selalu ku-post di WA. Dirumah duka menungguku, saat itu aku merasa jadi pemeran utama dalam sebuah drama. Setiap gerakanku  dalam pemantauan. Penguburan ditunda karena menungguku.


Pukul  14.40  WIB  aku tiba  bandara Adi Sucipto Jogyakarta. Pukul 15.29 WIB sampailah aku di rumah. Rumah duka. Ibu masih menungguku dalam keheningan. Sebenarnya penguburan  jam 13.00 tapi  karena menunggu aku jadi ditunda sampai  pukul 16.00. Tuhan sungguh amat baik. Hari itu tidak hujan, padahal biasanya setiap hari hujan.


Sampai di halaman rumah aku disemprot disinfektan hingga basah kuyup   dengan disaksikan para undangan yang mengikuti prosesi penguburan ibuku. Begitupun Yoga anak adikku yang menjemputku. Aku melewati pintu belakang. Aku cepat-capat  mandi dan ganti pakaian. 


Sudah disiapkan ruang isolasi untukku. Aku dipanggil oleh MC  untuk memberi penghormatan ibu untuk terakhir kali.  Para tamu seolah  sedih melihatku. Aku berusaha kuat  dan harus menerima kenyataan.


Ibadat selesai, saya hanya bisa mengikuti dari kejauhan.  Ibu dikubur di desa sebelah.  Di kuburan keluarga gunung lemah, sekitar 1,5 km dari rumah.  Aku mengisolasi diri.  Sekitar  satu setengah jam penguburan selesai. Para pamu  sudah pulang.


Aku akan merasa berdosa kepada ibu kalau hari itu aku tidak melihat kubur ibuku. Saat itu juga. Aku meluncur ke kuburan sendiri dengan  motor Supra kepunyaan adikku. Sampai di kuburan sekitar pukul 18.00 WIB. Suasana sepi luar biasa.  Tak seorangpun ada di situ. Aku mencoba memberanikan diri. Bulu kudukku terus berdiri. Aku mencoba terus naik. Terus naik. Kuberanikan diri. Ya Tuhan .....bulu kudukku semakin menjadi.  Aku tak tenang  untuk berdoa. Rasa ketakukan  tak bisa kutolak. Aku berusaha menenangkan diri. Tapi nyaliku tak mau diajak kompromi. Halusinasi selalu muncul dipelupuk mataku. Sorepun semakin gelap, hanya bunyi gesekan pohon bambu yang kudengar menambah suasana ngeri menusuk kalbuku......


Secepat kilat aku lari  turun dan  kucoba telpon adikku. Kutelpon lagi dengan  hati yang terus berdebar kencang. Batu-batu  nisan  seolah  saksi bisu menambah suasana mencekam saat itu. Sang pemilik batu nisan seolah bangun  menundukkan kepalanya, mengucapkan 'selamat' padaku. 


Hhh!!! Adikku tak jawab-jawab juga. Setelah beberapa kali untunglah adikku menjawab.  Akhirnya dik Edi , adikku nomor dua  balik lagi ke kuburan untuk menemaniku walau dia sudah hampir  sampai di rumah.


Legaaa...... Trimakasih Tuhan, aku bisa melanjutkan doa untuk ibuku tercinta. Ibu....  'maturnuwun nggih' saget pinanggih ibu,  saya  bisa menemui ibu. Tuhan trimakasih tak terkira akhirnya saya bisa menemui ibu tercinta.

Tamu masih banyak di rumah. Banyak juga teman-temanku dan teman –teman adikku yang datang. Saya ikut menemui tapi dari kejauhan. Sedih sekali rasaku saat itu jadi orang yang terisolasi karena terpapar corona  walau sebenarnya sudah sembuh. Aku berusaha tegar. 


Daripada aku tidur di ruang isolasi yang sepi, aku merasa tak nyaman.  Aku mencoba mencari kamar kosong yang lain. Kulihat kamar ibuku begitu gelap.  Kunyalakan lampu, ternyata lampunya mati. Aku tak berani minta tolong siapapun. Mereka  sibuk semua. Yang lain sudah tidur.  Ya ampun... aku harus berani. Dalam doa  pasti aku berani.  Sebagai  orang pramuka pantang menyerah dan harus berani. Kamar ibuku rapi,  malam itu aku tidur sendiri di kamar ibu. Pagi hariya adik-adikku memuji keberaniaku, tapi aku menikmati. Hingga hari ini saya terus tidur di kamar ibu. 


Rumahku adalah peninggalan nenek, luas sekali ukurannya bisa sekitar 20x20m2. Suasana sepi.... Sebuah tragedi kalau misal tengah malam mau ke toilet. Pasti harus membangunkan orang lain  untuk  menemani. Saya tinggal di Waingapu sudah 21 tahun, 2 adikku di Jakarta. Adik bungsu yang menjaga ibu di rumah bersama istri dan Evan anaknya tunggalnya. Jadi kami sudah merasa asing di rumah orang tua sendiri. Apalagi aku sejak SMP sudah kos, SMA asrama, kuliah di Jogya, jadi rumah keluarga sendiri seolah lingkungan yang  asing.


Aneh bagiku, sejak saya datang sampai sekarang saya tak punya rasa takut. Justru ibu merasa selalu menemaniku setiap saat. Bangun jam 03.00 saya masak untuk sarapan pagi. Tengah malam menulis dan kerja tugas atau PR. 


Tamu masih berdatangan hingga hari ketiga. Saya sungguh terharu dengan  kepedulian warga di kampung kami.  Rumah saya persis di depan mesjid Al-Huda. Saat kami ibadat loudspeaker mesjid dikecilkan, padahal saat itu  hari raya Maulid Nabi. Begitu juga di hari yang lain. Kerukunan beragama sangat tinggi. Terbukti  ibu-ibu sigap membantu kami memasak saat kami berduka. Mereka menyumbang ada yang membawa amplop dan banyak juga yang membawa belanjaan berupa sembako. Kurasakan indahnya persaudaraan antar umat beragama di kampung Gejayan.


Setiap ada duka/kematian  untuk warga minoritas seperti kami, ibadat dilakukan 2 kali. Pukul 17.00 ibadat katholik. Setelah selesai dilanjutkan  ibadat yang muslimin,  kenduri namanya. Acara itu adalah  melestarikan trasdisi leluhur. Untuk  kematian  acaranya adalah: Peringatan hari pertama, hari ke-3, hari ke-7 , hari ke-40, hari ke-100  hari ke-1000. Hari ke1000 adalah pemasangan  batu Nisan.


Satu persatu  saudara-saudara dan adik-adikku pulang.  Hari demi hari mulai sepi. Semoga adikku bungsu yang jadi tuan rumah bisa beradaptasi dengan kehidupan baru ‘tanpa’ ibu.Trimakasih Tuhan  untuk kasihmu. Trimakasih untuk peristiwa iman yang kuterima.  Semua acara  kedukaan kami berjalan dengan lancar. Dari ibu sakit di Jakata ( RS St. Carolus)  hingga wafat sampai pulang ke Muntilan berjalan Lancar. Acara pengebumian dan segala acara  dimudahkan. Semua hal  tak ada kendala.

Semua ini berkat Tuhan selalu mendampingi, menemani, menuntun kami.


Trimakasih Juga untuk semua yang terlibat. Dari hati yang paling dalam  kami keluarga besar ‘Heribertus Sudayat (Alm)’ bapak mengucapkan trimakasih tak hingga kepada  Saudara/i, teman-teman, handaitaulan untuk bantuan, penguatan, penghiburan dan doanya untuk kami. Ibu sudah tidak sakit lagi, ibu sudah  dalam peristirahatan bersama para Kudus di Sorga.

Kiranya Tuhan akan selalu memberkati Bapak /ibu, Saudara/i sekalian. AMIN.

Good Bless You.


#30harimenulis
#30haripunyanaskah
#siapataujadibuku
#alineakuchallenge - 29
#alineakuwriter

#alineakuLedwinaEti

















Selasa, 02 November 2021

Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak

 


Resume Pertemuan 1
Narasumber : Wijaya Kusumah, M. Pd. (Om Jay) 
Moderator : Dail Ma'ruf, M. Pd. 
Penulis : Saiful Basroni, S. Pd. 
Materi : Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak



Kelas Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) hari ini Senin, 1 November 2021 di mulai untuk pertemuan perdana. Pada pertemuan perdana kali ini materi akan disampaikan oleh founder GMLD yaitu bapak Wijaya Kusuma, S. Pd., M. Pd. Atau yang akrab di sapa Om Jay. Dan beliau di dampingi moderator hebat jebolan kelas menulis gelombang 20 yaitu bapak Dail Ma'ruf dari Serang. Pada pertemuan perdana ini, sang founder akan membawakan materi tentang "Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak".

Dengan adanya program Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) diharapkan guru dapat menguasai keterampilan literasi digital sebagai berikut:
1. Cakap atau terampil digital;
2. Wawasan tentang budaya digital;
3. Paham bagaimana beretika digtal;
4. Mengerti akan Keamanan digital;
5. Paham dan mensosialisikan literasi digital.

Materi yang akan di sampaikan Om Jay kali ini bukanlah materi baru buat omjay, karena sdh sering omjay bawakan di acara webinar literasi digital kominfo, dengan judul MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK simak selengkapnya di sini. 

Untuk mengenal OmJay lebih jauh bisa mengunjungi link berikut.



Cara untuk Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak yaitu dengan cara membaca obyek materi. 
Pertama, kita mengajak anak agar paham perkembangan dunia digital yang terus berkembang. 
Kedua, kita harus memahami tentang psikologi anak dan juga perkembangannya dalam dunia digital. 
Ketiga, kita harus menyadarkan anak tantang resiko kejahatan apa saja yang dapat terjadi pada anak. 
Keempat, bagaimana cara aman bermain internet bersama keluarga . 


Tidak semua orang yang ada di dunia digital itu orang baik, jangan biarkan anak-anak kita mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial. 
Ketidaktahuan dan ketidakmampuan dalam menggunakan media digital dengan baik dan benar, bisa membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan orang dewasa juga banyak yang menjadi korban. 
Untuk itu Om Jay menekankan bahwa kita harus belajar di media digital dan pastikan sudah membuka website https://literasidigital.id

Saat ini konten-konten pornografi terkadang muncul tanpa sengaja saat anak mengakses media sosial. Untuk itu peran orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu bagi anak dan peserta didik. 

Untuk menambah wawasan kita tentang literasi digital, bisa di akses link berikut.

Terkadang  mudah berbagi informasi data privasi kepada orang yang baru kita kenal. Akibatnya data tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Apalagi mereka masih anak-anak. Akibatnya data privasi kita dengan mudah diperjualbelikan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab di media . 


Berdasarkan survey diatas, kita harus membangun tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak kita dalam bermedia digital. 





Berikut web rujukan Digital Parenting:

1. http://literasidigital.id

2. http://Smartschoolonline.id

3. http://Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id

4. http://fosi.org

5. http://beinternetawesome.withgoogle.com

- Sebaiknya kita mulai Smart dengan tidak sembarangan menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon, KTP, pasword, dan alamat rumah. 

- Alert, jangan mudah percaya dengan hal yg tidak masuk akal. Jauhi phising dengan tidak mengklik sembarangan link yang tidak jelas. 

- Strong, gunakan pasword yang sulit agar tidak mudah diretas, biasakan memakai verifikasi 2 langkah. 

- Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, guna mencegah terjadinya rekam jejak yang membuat kita menjadi target kejahatan. 

- Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital. 

Tips aman berinternet bersama anak:

- jaga komunikasi dengan anak

- bekali diri dan terus belajar

- gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga keamanan anak di internet

- buat aturan bersama dan terapkan konekuensinya

- menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan jangan berlebihan

- jelajahi, berbagi dan bermain bareng anak

- jadilah teladan digital yang baik

Kita sadar perkembangan teknologi memang mau tidak mau memaksa kita untuk terus belajar. Dan itulah tugas kita sebagai manusia, terus belajar dan belajar selama hayat masih di kandung badan. Apalagi kita sebagai guru, harus selalu mengupgrade ilmu kita. 

Kehadiran teknologi memang tidak bisa menggantikan peran seorang guru, namun dengan adanya teknologi dapat membantu dan mendukung guru untuk mendidik peserta didik menjadi lebih berkualitas. Maka dari itu sebagai guru sejati jangan pernah berhenti untuk belajar, karena apabila guru berhenti belajar maka berhenti pula tugasnya menjadi seorang guru. 



Semangat menyebarkan literasi ke penjuru negri. 

Salam literasi.





Empat Tujuan dari GMLD :

kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital


Kecakapan digital


Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak :

Pertama kita mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang

Kedua kita  harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital

Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak dan keempat bagaimana cara aman dan nyaman berinternet bersama keluarga tercinta


Anak-anak kita adalah anak-anak kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Tidak semua orang baik ada dalam dunia digital kita. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak kita mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial.


Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital.


Saat ini, telah terekspos konten pornografi yang muncul tidak dengan sengaja saat anak mengakses media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu buat anak dan peserta didiknya.

Banyak orang saat ini tidak memahami bahkan tidak peduli akan bahaya yang dapat mengancam anak-anak kita. Itulah mengapa kami membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan berbagai webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten setiap hari di internet.


Kominfo melakukan, dan kita bantu supaya makin banyak yang paham betapa penting MELEK Literasi Digital.

Kita terkadang dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi bila mereka masih anak-anak.


Data privasi kita dengan mudah diperjual belikan oleh mereka yang tdk bertanggung jawab di media digital.

Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research pada bulan Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orang tua mengkhawatirkan 3 hal yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tdk pantas, dan anak-anak menerima perhatian dari orang yang tidak dikenalnya. Itulah mengapa kita harus membangun tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak kita dalam bermedia digital.

Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain yang bisa kita baca di media sosial. Hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setiap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.


Bagaimana supaya anak-anak kita aman dalam bermedia digital atau mengakses internet?..

Silahkan berkunjung ke Web Rujukan Digital Parenting

⏩ http://literasidigital.id/ (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi digital 

yang dapat diunduh secara gratis)

⏩http://smartschoolonline.id/ (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang 

sehat)

⏩ http://sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id/ (artikel, modu, video terkait isu

parenting)

⏩http://fosi.org/ (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting

⏩ http://beinternetawesome.withgoogle.com/



Sebaiknya kita mulai

⏩Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti

nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat

rumah

⏩Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak

masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link

sembarangan

⏩ Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah

diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan

menggunakan two step authentication

⏩ Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk

mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat

kita rawan jadi target kejahatan digital.

⏩ Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk

kejahatan di ruang digital.


Aman Berinternet Bersama Anak 

⏩Jaga Komunikasi dengan anak

⏩Bekali diri dan terus belajar

⏩Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga

keamanan anak di internet

⏩Buat aturan bersama dan terapkan

konsekuensinya

⏩Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan 

jangan berlebihan

⏩Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak

⏩Jadilah teladan digital yang baik


Sikap atau tindakkan kita ketika sedang mengajak murid-murid memutar lagu-lagu wajib di youtube dengan memakai infocus tiba-tiba konten pornografi muncul: kita tetap rileks dan jangan panik, sampaikan kepada mereka bahwa dunia digital begitu terbuka, kita harus waspada jangan sampai terpapar pornografi. Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan guru untuk menjadi pemandu bagi anak-anaka kita


Caranya menghentikan anak kecanduan bermain game dan bagaimana cara agar anak tidak bermain game: Kita SBG org tua wajib memberikan keteladanan. Ajak anak beraktivitas di luar rumah misalnya dengan bermain bola dan hobi yang mereka minati. Biar bgm pun game ada sisi positifnya juga.


Dalam games mengajarkan anak menjadi seorang pemenang.

⏩Bantu memberikan konten yang baik atau bagus

⏩Pengingat penggunaan screen 

⏩Salah satu wadah komitmen keluarga

⏩Mengetahui dimana posisi anak berada

⏩Buat WA Group keluarga atau Manfaat Family Link Apps


Bagaimana keamanan digital untuk penyimpanan file/surat2 berharga seperti ijazah, surat tanah, SK yang kita simpan Filenya menggunakan penyimpanan yang disediakan di internet seperti Drive, dropbox, google foto dan jenis penyimpanan data online lainnya selama link tidak diberikan password sering diganti, data kita aman. Password itu ibarat celana dalam, dia harus sering diganti, kalau tidak diganti akan terasa gatal di tubuh ini.


Sering kali teknologi digital atau hp android selalu berkembang pesat. 

Bagaimana cara kita mengimbangi nya sehingga kita bisa melihat beberapa konten di hp mereka. Caranya banyak belajar dan usahakan ikut berbagai lomba guru agar bisa mendapatkan hadiah laptop dan ponsel baru. Razia hp, tampaknya tidak perlu lagi untuk saat ini, hanya saja perlu pengawasan dan razia mendadak untuk melihat isi hp mereka. anak sekarang pinter sekali menyimpan gambar porno.


Cara memberikan pemahaman kepada orang tua murid agar orang tua murid memantau hp anak dari pengaruh Video porno yaitu Harus ada kerjasama antara guru di sekolah dan ortu murid di rumah, itulah yang kami lakukan saat ini dan alhamdulilah sangat efektif dalam memantau pengaruh negatif.


Cara menyadarkan dan mengajak guru serta orang tua agar mau utk belajar / ber literasi digital, karena sejatinya anak2 itu adalah peniru, jadi perlu contoh dulu dari guru-gurunya atau ortunya. Kalau tidak ada keteladanan dari kita anak2 kan susah utk belajar atau berubah betul, itulah mengapa kominfo mengadakan kegiatan webinar literasi digital di berbagai kota supaya banyak orang tua dan guru serta siswa paham literasi digital. Faktor keteladanan dari kita masing-masing sangat penting untuk menjalankan etika digital.


Membangun Digital Space yang Aman Untuk Anak harus dimulai dari kita sebagai orang tua. Ibarat membangun rumah, maka pondasinya harus kuat dan kita harus mulai menanam pohon pendidikan.


Pohon pendidikan itu berakar moral dan agama, Berbatang Ilmu pengetahuan, berdaun tali silaturahmi dan berbuah kebahagiaan. Hal itu harus dimulai dari pendidikan dalam keluarga kita.


Kesimpulan:  

⏩ Orang tua harus sebagai rule model

⏩ Dampingi anak saat mengakses internet

⏩ Batasi waktu atau durasi penggunaan gadget

⏩ Diskusikan tentang resiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan

⏩ Risiko kejahatan ruang digital bisa diatasi dengan kecakapan literasi digital

⏩ Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus lebih cermat dan bijak dalam ruang digital


 

GREEN POLITIC'S JOKOWI

 

Dalam Setiap Kurun Satu Abad Belum Tentu Lahir Seorang Pemimpin Sekaliber Jokowi..

Yang Akan Mempelopori Penyelamatan Bumi Dari Kerusakan Akibat Kerakusan Dan Ketamakan Umat Manusia..

Jokowi Telah Menjelma Menjadi Pemimpin Real Peradaban Dunia..

GONG Besar Ditabuh Dari Pusat Peradaban Barat Sebagai Buah Dari Kerja Keras Dan Kejeniusan Jokowi..

Para Pemimpin Kelas Dunia Itu Tiba Tiba Bak Anak Murid Yang Sedang Ditegur Dan Diceramahi Kepala Sekolahnya..

Semua Kepala Para Pemimpin Dunia Di Forum G20 Itupun Tertunduk..

Seorang Pangeran Mahkota Dari Negara Kerajaan Yang Jadi Induk Peradaban Barat.. 

Yaitu Pangeran Charles Tak Henti Hentinya Memuji, Menyebut Nama Presiden Indonesia Jokowi, Dari Mulai Awal Pidatonya Hingga Akhir..

Ternyata Visi Dan Kerja Jokowi Selama Ini Telah Jauh Lebih Maju Dari Pemimpin Kelas Dunia Manapun..

Bahkan Kita Rakyatnya Dan Para Pendukung Setianya Pun Telah Luput Menyadari Visi Besar Ini..

Apalagi Para Musuh Musuh Politiknya..

Dari Mulai Membubarkan Mafia Petral Yang Terus Merongrong Negara Dalam Bisnis Rente Energi Fosilnya.. 

Penyetopan Eksport Nikel Demi Untuk Membangun Industri Batrai Kelas Dunia Di Indonesia.. 

Mengangkat Nilai Produksi Sawit Untuk Bio Disel..

Pemindahan Ibu Kota Negara Yang Melarang Penggunaan Energi Fosil..

Hingga Blusukannya Kepelosok Pelosok Indonesia Disaat Pandemi Demi Reboisasi Dan Restorasi Hutan Mangrove.. 

Dan Uniknya Itu Semua Dilakukan Seolah Sekedar Kegiatan Ringan Dengan Mengajak Kepala Bank Dunia Dan Para Duta Besar Negara Negara Eropa Untuk Ikut Kegiatan Bersama..

Ternyata Kesinilah Tujuannya..

Dunia Terpukau Dan Serasa Baru Bangun Dari Tidur Panjangnya..

MERESTORASI KERUSAKAN BUMI TIDAK BISA DILAKUKAN SENDIRI SENDIRI..

MELAINKAN HARUS BERSAMA SAMA SEMUA PEMIMPIN DAN PENDUDUK DI PLANET INI..

Dan Tepat Sekali Ketika Dunia Terkena Pandemi Dan Jokowi Mendapatkan Momennya..

Semuanya Sudah Diatur Oleh Tuhan Yang Maha Kuasa Dan Maha Bijaksana..

Ini Adalah Moment Yang Sangat Tepat Bagi Dunia Dibawah Payung G20 Yang Akan Disupervisi Seorang Jokowi.. 

Presiden Negara Republik Indonesia Sekaligus Pemegang Tampuk Presidensi Organisasi Negara Negara Maju Yaitu G20..

Pakde Jokowi telah menjelma menjadi guru bagi seluruh pemimpin dunia...

Bravo Tuan Guru Sejati...

Senin, 01 November 2021

Agar Selalu Produktif Menulis – 60 dan 26

 

Oleh : Cahyadi Takariawan


Salah satu dialektika yang sering mengemuka dalam penulisan fiksi adalah tentang penggambaran realitas. 


Sebab ada realitas yang patut digambarkan –secara norma, namun ada pula realitas yang secara norma dianggap tak patut untuk dinyatakan apa adanya. Realitas jenis kedua ini, diperlukan kemampuan menggambarkan tidak secara vulgar.


Untuk model novel realitas, yang berpijak pada kehidupan keseharian –seperti dalam film pendek berbahasa Jawa berjudul “Tilik”, kemampuan menggambarkan realitas menjadi sentuhan yang sangat menarik. 


Film yang disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo dari skenario karya Bagus Sumartono tersebut berkisah tentang serombongan ibu-ibu yang pergi menggunakan truk untuk menjenguk Bu Lurah yang sedang dirawat di rumah sakit.


Kekuatan film Tilik, salah satunya terletak pada kejelian menggambarkan realitas. Sangat banyak masyarakat yang menyatakan, beberapa karakter yang dibangun dalam film itu benar-benar hidup dan ada dalam kehidupan nyata. Para penonton serasa diajak mentertawakan diri sendiri.


Saya kira, inilah yang dimaksud oleh Updike, ketika ia menyatakan, "Satu-satunya tugas saya adalah menggambarkan kenyataan seperti yang telah datang kepada saya –untuk memberikan kepada dunia haknya yang indah".  


Mike Springer (2013) memuji kejelian Updike dalam menggambarkan realitas. “Dengan mata yang tajam disertai kecerdasan, Updike menyusun kembali detail kehidupan sehari-hari menjadi prosa liris yang mengalir”, ungkap Springer. 


Tak berlebihan jika Ian McEwan menyatakan, “Updike menggubah kalimat lebih baik daripada orang lain.” 


Selengkapnya, simak - https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-60/


Agar Selalu Produktif Menulis – 26


Oleh : Cahyadi Takariawan


John Steinbeck –novelis pemenang Nobel sastra, suka menggunakan jenis pensil yang sangat spesifik untuk menulis. Dia menyimpan lusinan pensil yang sudah diasah sebelumnya, di meja kerjanya. 


Mengapa dia begitu teliti, sekedar menyiapkan pensil? Sebagai penulis, Anda pasti sudah tahu alasannya. 


Ide datang kapan saja, tidak bisa diduga. Saat ide datang kepadanya, ia tidak perlu mencari pena dan apalagi harus mengasahnya terlebih dahulu. Ide keburu hilang.


Pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kebiasaan Steinbeck adalah, persiapkan sarana menulis dengan baik, sesuai kebiasaan dan kenyamanan masing-masing. Jika Anda nyaman menulis dengan laptop, persiapakan laptop dan semua perlengkapannya dengan baik. 


Waktu Anda bisa habis saat Anda masih mencari-cari kabel data, kabel charger, colokan listrik, dan lain sebagainya saat akan menulis. Ketika Anda membuka laptop, ternyata belum ada kabel charger. 


Saat mencari kabel charger, ternyata lokasi menulis jauh dari colokan listrik. Anda harus mencari kabel tambahan untuk bisa terhubung ke sumber colokan listrik.


Sementara Anda hanya memiliki waktu 30 menit untuk menulis, ternyata sudah habis 15 menit untuk persiapan teknis. Habis waktu Anda, bukan untuk menghasilkan karya tulis. Namun untuk menyiapkan sarana menulis. 


Maka persiapkan sebaik mungkin sehingga tidak perlu prepare dalam waktu yang lama.


Selengkapnya - https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-26/

Agar Selalu Produktif Menulis – 63 dan 62


Oleh : Cahyadi Takariawan


The Trollope Society melaporkan, “Anthony Trollope menulis selama tiga jam setiap pagi dari pukul 5 hingga 8 pagi, dan kemudian pergi bekerja”. 


Untuk membuatnya bangun tepat waktu, Trollope rela mengeluarkan uang tambahan untuk menggaji pembantu. “Ia membayar £5 ekstra dalam setahun kepada seorang pembantu, untuk membangunkannya di pagi hari dengan secangkir kopi.”


Dalam otobiografinya, Trollope mengamati bahwa pembantu itu “tidak pernah terlambat membuatkan kopi”. Maka Trollope memberikan apresiasi  yang tinggi kepadanya. 


“Saya tidak tahu bahwa saya seharusnya tidak merasa bahwa saya berhutang lebih banyak padanya daripada orang lain, atas kesuksesan yang saya miliki. Mulai jam itu saya bisa menyelesaikan karya sastra saya sebelum saya berpakaian untuk sarapan,” ujar Trollope.


Nicole Bianchi menuturkan, banyak penulis berjanji akan bangun pagi-pagi dan mulai menulis terlebih dahulu sebelum hal lain dalam jadwal mereka. Ini mungkin berhasil untuk sebagian orang, namun tidak bisa berlaku untuk orang lain. 


Tetapi langkah-langkah Trollope sangat disiplin, yang memungkinkan memberikan produktivitas bagi dirinya. Kedisiplinan ini yang sering kali tidak bisa ditiru orang lain.


Bagaimana dengan Anda? https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-63/


Agar Selalu Produktif Menulis – 62


Oleh : Cahyadi Takariawan


Anthony Trollope mengukur kemajuan menulis tidak dalam satuan hari. Namun dalam satuan menit, yaitu setiap 15 menit. 


Menurut James Clear, pendekatan ini memungkinkan Trollope untuk menikmati perasaan puas dan pencapaian dengan sangat cepat sambil terus mengerjakan tugas besar menulis buku.


Meninjau kemajuan setiap 15 menit, ini yang disebut oleh Clear sebagai “tonggak kecil”. Tidak perlu menunggu hari, pekan apalagi bulan. Tiap 15 menit Trollope melakukan peninjauan progres menulisnya. 


Ini adalah strategi untuk meningkatkan produktivitas menulis. Saat ia merasa mampu mencapai target produktivitas dalam 15 menit tersebut, ia akan merasakan kebahagiaan.


Trollope adalah seorang penulis yang disiplin dalam segala hal. Ketika berbicara tentang rutinitas menulisnya, dia berkata, “Sudah menjadi kebiasaan saya untuk berada di meja saya setiap pagi pada pukul 05.30 pagi; dan itu juga merupakan praktik saya untuk tidak membiarkan diri saya mendapat belas kasihan.”


Kecepatan Trollope menyelesaikan tulisan, ditopang oleh kedisiplinan tinggi menciptakan blok 15 menit. Sepertinya hal sederhana, namun ternyata memberikan capaian besar pada produktivitas menulis Trollope.


Bagaimana dengan Anda? https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-62/

Agar Selalu Produktif Menulis – 65

 

Oleh : Cahyadi Takariawan



Rupanya, teknik pewaktu yang digunakan Trollope sejenis dengan teknik Podomoro yang dicetuskan oleh Francesco Cirillo. Bedanya hanya pada soal hitungan waktu. 


Trollope menetapkan satuan waktu tiap 15 menit. Sedangkan teknik Podomoro menetapkan satuan waktu tiap 25 menit.


Pada zaman itu, Trollope menggunakan jam tangan untuk menghitung mundur. Cara ini membuat Trollope tetap fokus dan bertanggung jawab atas karya tulis yang sedang dilakukannya. 


Jika Anda menulis dengan tekun selama 25 menit penuh –menggunakan hitungan Podomoro, dalam masa itu berarti Anda tidak akan memeriksa Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, email, grup Whatsapp, atau menikmati camilan dan minuman kesukaan.


Menurut Nicole Bianchi (2016), 25 menit adalah waktu yang tepat untuk menulis. “Itu tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang”, ujar Bianchi. 


25 menit pertama, berarti Podomoro pertama, lalu Anda istirahat selama 5 menit. Dalam masa istirahat ini, Anda memiliki waktu untuk memeriksa media sosial, atau untuk mengambil makanan dan minuman ringan. Begitu seterusnya, Anda memerlukan beberapa Podomoro untuk menyelesaikan suatu karya tulis.


Sejenak istirahat setiap satu sesi Podomoro, memungkinkan otak Anda memiliki waktu untuk memulihkan energi, dengan tetap menjaga Anda tetap mengalir. Setelah itu memulai sesi Podomoro berikutnya selama 25 menit, dan kembali istirahat.


“Saya menemukan bahwa ‘empat pomodoro’ berturut-turut, sekitar dua jam termasuk istirahat, tampaknya merupakan satuan waktu yang tepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang panjang dan kompleks”, ujar Bianchi. 


Apabila teknik hitungan waktu Trollope ataupun teknik Podomoro diterapkan dengan baik, akan bisa membantu Anda menyelesaikan projek penulisan yang panjang. 


“Saya menemukan sekarang mampu menyelesaikan proyek menulis lebih cepat daripada sebelumnya”, demikian pengakuan Bianchi setelah menerapkan teknik Podomoro.


Bagaimana dengan Anda? https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-65/

Agar Selalu Produktif Menulis – 66

 


Oleh : Cahyadi Takariawan


Pada bulan April 1860, Trollope yang waktu itu berusia 45 tahun, menulis sepucuk surat balasan untuk tetangganya, Catherine Gould. Waktu itu suami Catherine memutuskan untuk menulis demi mendapatkan uang, dan sangat ingin mengetahui rahasia bisnis. 


Isi surat Trollope itu, menurut Popova, memberikan pelajaran berharga bagi para penulis serta pengusaha yang mengharapkan kesuksesan instan. Dalam surat balasan tersebut, Trollope menyampaikan pesan-pesan penting bagi para penulis.


Tentang menghasilkan uang dari menulis, dalam surat itu Trollope menyatakan, “Keyakinan saya tentang menulis buku hampir sama dengan keyakinan saya tentang pembuatan sepatu. Orang yang bekerja paling keras dalam hal itu, dengan tujuan yang paling jujur, akan bekerja paling baik”.


Tentu saja Trollope mendapatkan uang dari karya tulis yang dihasilkannya. Namun hal itu dilakukan setelah bekerja keras, penuh kegigihan dan mencurahkan segenap kreativitas. 


Trollope mengibaratkan dengan membuat sepatu. Para pembuat sepatu yang bekerja dengan keras dan dengan tujuan paling jujur, akan bisa menghasilkan sepatu paling baik.


Bisnis terkait tulis menulis, menurut Trollope “adalah pekerjaan yang berat dan  melahirkan banyak kekecewaan”. Kurang lebih, ia ingin mengingatkan suami Catherine agar berpikir ulang jika menulis untuk tujuan bisnis. 


Jangan berharap mendapat kekayaan dari menulis secara instan, namun harus disertai kesungguhan perjuangan dan pengorbanan.


“Saya melakukannya selama bertahun-tahun dan menulis sepuluh jilid sebelum menghasilkan satu sen uang”, ungkap Trollope. 


Intinya, perlu kesungguhan, disiplin, kegigihan dan sikap pantang menyerah. Mulailah menulis, displinlah menulis, rajinlah menulis, teruslah menulis, kelak Anda akan menikmati hasilnya.


Selengkapnya - https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-66/



Agar Selalu Produktif Menulis – 65


Oleh : Cahyadi Takariawan



Rupanya, teknik pewaktu yang digunakan Trollope sejenis dengan teknik Podomoro yang dicetuskan oleh Francesco Cirillo. Bedanya hanya pada soal hitungan waktu. 


Trollope menetapkan satuan waktu tiap 15 menit. Sedangkan teknik Podomoro menetapkan satuan waktu tiap 25 menit.


Pada zaman itu, Trollope menggunakan jam tangan untuk menghitung mundur. Cara ini membuat Trollope tetap fokus dan bertanggung jawab atas karya tulis yang sedang dilakukannya. 


Jika Anda menulis dengan tekun selama 25 menit penuh –menggunakan hitungan Podomoro, dalam masa itu berarti Anda tidak akan memeriksa Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, email, grup Whatsapp, atau menikmati camilan dan minuman kesukaan.


Menurut Nicole Bianchi (2016), 25 menit adalah waktu yang tepat untuk menulis. “Itu tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang”, ujar Bianchi. 


25 menit pertama, berarti Podomoro pertama, lalu Anda istirahat selama 5 menit. Dalam masa istirahat ini, Anda memiliki waktu untuk memeriksa media sosial, atau untuk mengambil makanan dan minuman ringan. Begitu seterusnya, Anda memerlukan beberapa Podomoro untuk menyelesaikan suatu karya tulis.


Sejenak istirahat setiap satu sesi Podomoro, memungkinkan otak Anda memiliki waktu untuk memulihkan energi, dengan tetap menjaga Anda tetap mengalir. Setelah itu memulai sesi Podomoro berikutnya selama 25 menit, dan kembali istirahat.


“Saya menemukan bahwa ‘empat pomodoro’ berturut-turut, sekitar dua jam termasuk istirahat, tampaknya merupakan satuan waktu yang tepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang panjang dan kompleks”, ujar Bianchi. 


Apabila teknik hitungan waktu Trollope ataupun teknik Podomoro diterapkan dengan baik, akan bisa membantu Anda menyelesaikan projek penulisan yang panjang. 


“Saya menemukan sekarang mampu menyelesaikan proyek menulis lebih cepat daripada sebelumnya”, demikian pengakuan Bianchi setelah menerapkan teknik Podomoro.


Bagaimana dengan Anda? https://ruangmenulis.id/agar-selalu-produktif-menulis-65/




Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...