Selasa, 15 Juni 2021

MENULIS BUKU AUTOBIOGRAFI

  

 



Resume ke : 23
Tanggal         : Selasa  , 15 Juni    2021
Tema  :  Menulis  Buku Autobiografi
Nara Sumber :  Bp Suparno, S.Pd, M.Pd
Moderator      : Ibu Maesaroh 
Pertemuan ke-20 Gelombang  18

Setiap kita pasti punya cerita yang berbeda. Semoga hidup  bisa selalu menabur cinta dan harapan. Karena kita tak pernah tahu kapan Tuhan akan membawa kita pada keabadian yang  sempurna.  Harapan  besar pastinya  ketika kita  pulang dengan rasa bangga, karena kita  telah mengisi  kehidupan  dengan kemenangan dan cinta.

Materi  malam ini dibawakan oleh    Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd. tentang "Menulis Buku Autobiografi. Dengan moderator Ibu ketua menulis gelombang 18, yaitu Ibu Maesaroh, M.Pd.

Sebelum pemaparan materi kita mengenal  lebih dulu Bapak  Narasumber kita, beliau adalah Bapak Suparno, S.Pd, M.Pd. TTL: Magetan, 25 Juli 1966. Pekerjaan: kepala SMP 2 Karangrejo Magetan. Riwayat pendidikan D3 ( IkIP Surabaya’ 1989), S1 (Univ. Widya Mandala, Madiun ,1996), S2 (UNIPA Surabaya, 2008). Selain sukses dalam pendidikan dan kariernya sebagai kepala sekolah  beliau juga sukses dalam menerbitkan buku. Dalam bukunya beliau menuliskan hal-hal yang bersifat motivasi dan inspirasi. Seperti motivasi ibadah, bekerja dan belajar. Selain itu beliau juga sudah menulis buku autobiografinya yang berjudul " Perjuangan Hidupku ". Bercerita tentang kehidupan sendiri.

Sebagai pembukaan beliau mempersilahkan peserta berkunjung ke blog , tulisannya indah, ringan dan  menginspirasi, karena  saya terkesan maka saya sertakan tulisan beliau :

Haus menulis lapar membaca

Tulisan saya memang ringan-ringan saja. Tidak yang tinggi tinggi. Saya tidak  bercerita tentang langit, mendung,  bintang- bintang, bulan dan matahari. 
Karena saya bukan dilevel  itu,  saya hanya menulis  disekitar  saya, tentang pasir atau debu  yang menempel  di kulitku. Barangkali  ada butir pasir atau debu  yang bermanfaat.  
Tadi pagi saya naik  sepeda motor dari Dindik ke SMP  Takeran,  saya sering disalip sepeda motor atau mobil, ada yang nyalipnya  sopan ada yang tidak sopan. Orang  orang  itu  mengendarainya  terlalu kencang. 
Saya lihat speedometer saya ternyata menunjukkan  angka 40 - 50 km / jam. 
Ternyata  bukan mereka  yang terlalu  kencang,  tetapi saya yang terlalu pelan.
Kadang saya berfikir  terhadap orang yang dinilai kemajon. Barangkali  bukan kemajon, tapi kita  yang terlalu dibelakang, terlalu  tertinggal. Karena tidak bisa mengikuti  akhirnya memberikan  stikma kemajon.
Orang yang berfikir  maju,  walaupun  dikatakan  kemajon, sebaiknya  lanjut  saja. Kalau  terpengaruh  dengan perkataan  orang yang tertinggal,  maka kemajuan yang sudah di ambang finish  akan berhenti.
Sebaliknya  orang yang tertinggal mau introspeksi  diri,  mengapa  mereka  bisa lari  kencang, sedangkan saya tidak?
Untuk  itu  harus berani  memutuskan  untuk  belajar.  Belajar  tidak semuanya harus di sekolah,  atau bangku  kuliah. Tapi bisa dengan cara membaca dan menulis.  
Sayangnya  kualitas membaca kita  di urutan ke 60 dari 61 negara.  Artinya  kemampuan  membaca kita masih rendah. Kita hanya mau membaca  tulisan tulisan di WA, tapi kalau  dihadapkan  pada tulisan  di buku,  lebih-lebih  buku  yang tebal  maka  mata kita sudah langsung ngantuk. Perut terasa mual.
Tapi kalau ditekad  terus maka ngantuknya hilang, mualnya  berubah jadi haus dan lapar. Haus menulis,  lapar  membaca.

    Kita tidak tahu berapa  umur seseorang.  Kita juga tidak tahu  kapan ajal  menjemput. Menulislah  buku  biografi  agar  anak  cucu  tahu  sejarah perjalanan  kehidupan kita. Dari sejarah  perjalanan  kehidupan kita,  anak  cucu bisa belajar  betapa   perjuangan yang luar biasa untuk  mencapai  kesuksesan . Suatu  saat  pasti  ada diantara  anak  cucu kita  yang cinta pada ilmu  pengetahuan dan ingin tahu  sejarah  perjalanan  kehidupan  nenek moyangnya. Di saat itu  buku   biografi  sangatlah  berharga. Menulislah  buku  biografi  sebelum ajal menjemput , agar namamu dikenang  anak  cucumu  dan orang-orang  setelahmu.  

    Awalnya Pak Parno mengira bahwa hanya orang-orang populer dan yang  mempunyai jasa-jasa bagi negeri ini yang bisa ditulis dalam buku biografi. Ternyata pendapat itu keliru. Sukses itu bukan hanya milik orang kaya.  Belajar itu tidak harus pada orang ternama.  Tapi pada siapa saja yang di situ ada hikmah.  Semua orang  boleh Sukses. Semua orang berhak kaya.Termasuk menulis buku  biografi, siapa saja boleh menulis biografinya. Tulisan kita akan menemui takdirnya masing-masing.

    Mengawali materi  sebagai motivasi beliau mengutip tulisan dari rektor IKIP Surabaya bernama Prof. Dr. Budidarma dalam tulisannya beliau menuliskan " Kita ini orang-orang biasa maka untuk mencapai sukses, harus berjuang luar biasa, belajar luar biasa, bekerja luar biasa dan berdoa luar biasa " . Sebenarnya bukan hanya anak cucu yang akan bisa belajar dari buku autobiografi. Tapi siapa saja yang membaca dan siap mendapatkan tambahan pengetahuan atau pengalaman.  Mereka akan bisa belajar dari buku yang merupakan amal jariyah. Apabila jika kita sudah meninggal kemudian buku kita dibaca oleh banyak orang. Pembaca  setia kita  akan terinspirasi untuk melakukan hal-hal yang baik.  Misal  menjadi rajin bekerja, rajin belajar, banyak berdoa.  Dengan  begitu  kita  akan mendapatkan pahala.

 Cara menyusun buku biografi itu mudah sekali karena apa yang akan kita tuliskan itu sebenarnya sudah pernah kita alami. Kita mengingat kembali. Kita tuangkan  kisah kita yang menarik, yang mengesankan , membahagiakan ataupun yang mendukakan hati. 

Menurut para pakar menulis, seorang penulis itu bisa menuliskan apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dialami. Dan menulis buku biografi ini menulis apa yang dialami sehingga lebih mudah dan cocok sekali bagi penulis pemula.

 Sebaiknya sebelum menulis buku autobiografi bacalah terlebih dahulu buku biografi orang ternama dari hasil membaca tersebut kita bisa mengetahui apa saja yang baik untuk dituliskan di dalam buku biografi itu. Jangan  hanya satu buku  tetapi minimal  3 buku sehingga  kita memiliki  pembanding yang baik. Jangan  hanya  orang-orang  ternama,  tetapi  juga  membaca  buku  biografi orang-orang  yang selevel  dengan kita. Sehingga  kita tidak  berkecil  hati  untuk  menuliskan  perjalanan  hidup  kita.

Menurut pak Suparno, langkah-langkah menulis autobiografi adalah sebagai berikut:

1. Membuat Outline atau kerangka tulisan.

 Fase Kelahiran, Fase Balita,Fase TK,Fase SD,Fase SMP,Fase SMA,Fase Kuliah,Fase BekerjaFase ,Menikah dan seterusnya. Banyak hal yang bisa dituliskan atau dikembangkan menjadi tulisan atau naskah buku. Outline di atas merupakan salah satu contoh yang bisa dikembangkan dalam buku autobigrafi. Untuk mendapatkan  hasil tulisan yang baik hendaknya  kita  membaca rujukan-rujukan  biografi orang-orang ternama  sebagai sumber belajar  paling tidak 1-3 buku supaya tulisan kita ada kemanfaatannya juga untuk orang lain.

2. Membuat jadwal menulis.

Dalam tahap ini sangat dibutuhkan komitmen dalam menulis. Jangan sampai jadwal yang sudah ada diabaikan atau dibiarkan terbengkalai dengan beragam alasan.  Saya masih kewalahan dalam menetapkan jadwal menulis. Meskipun saya tetap berusaha menghasilkan tulisan dalam waktu-waktu tertentu, apalagi ketika saya bekerja. Saya berusaha membagi waktu untuk bekerja dan menulis. Karena ketika sampai di rumah, waktu banyak dihabiskan dengan anak-anak. Ketika malam pun sama. Kadang-kadang mencuri waktu untuk ikut belajar. Tapi semangat untuk menulis tetap menggelora.

3. Melengkapi data pendukung

Agar tulisan baik  dan menarik , sebaiknya dilengkapi dengan data pendukung. Data pendukung yang dimaksud bisa berupa gambar, video, buku diary, foto, dan sebagainya.

4. Mengembangkan outline menjadi tulisan

Outline itu sangat penting,  Di tahap ini, kita mulai menulis outline yang telah dibuat. Tulislah ide-ide yang muncul dalam pikiran kita. Biarkan pikiran menyatu dengan tulisan. Tuliskan semua ide yang muncul. Jangan sekali-kali berusaha mengedit tulisan saat menulis, karena mengedit akan memperhambat jalannya inspirasi atau pengembangan tulisan 

kita.Menulislah seperti air yang mengalir yaitu menulis bebas tanpa ada yang membatasi.Kembangkan tulisan sesuai dengan outline yang telah dibuat, sehingga  tulisan menjadi lengkap. Setelah menulis semua sejarah perjalanan hidup, baca kembali tulisan yang dibuat.Jika ada yang kurang, lengkapi dan kembangkan menjadi tulisan yang menarik  dan enak dibaca tentunya.

5. Mengedit

Setelah selesai menulis  dibaca kembali, kemudian diedit bagian-bagian yang salah, yang tidak jelas atau ada bahasa yang kurang bisa dipahami. Jika perlu jangan hanya dibaca ulang 1 kali  tapi beberapa kali sehingga kita  merasa puas. Perhatikan diksi, struktur kalimatnya atau mungkin jangan sampai  tulisan belum sesuai dengan KBBI.

6. Memilih editor

Setelah selesai pengeditan personal, minta bantuan teman atau seseorang yang ahli dalam mengedit atau editor langsung  untuk mengedit tata bahasa, ejaan, dan sebagainya.

7. Membuat cover buku

Buatlah cover buku yang bisa menarik minat pembaca untuk melirik buku kita. Tentunya yang sesuai dengan isi buku yang ditulis. Sebaiknya seimbangkan antara isi buku dengan covernya,  sehingga pembaca benar-benar puas terhadap keduanya

8. Kata Pengantar

Usahakan kata pengantar ditulis oleh orang-orang hebat atau terkenal. Kita merasa puas,  buku yang diterbitkan bisa membawa keberkahan baik secara pribadi maupun bagi orang lain. 

9. Kirimkan ke Penerbit

Setelah semuanya beres, kirimkan ke penerbit yang dipercaya memberikan keberuntungan. Cetakannya bagus, harga terjangkau, waktunya  cepat, servis memuaskan dan lain-lain.

Catatan : 

 Dalam menulis buku biografi tidak ada batasan tertentu atau kode etik yang  penting  tidak ada unsur  sara, tidak  menjelek-jelekkan  orang lain yang membuat tersinggung  sehingga  lecet  hatinya dan  luka persaannya. Tulislah  yang mengandung hikmah saja,  karena buku  kita akan  dibaca  orang hingga hari kiamat.

Mengemas tulisan pada buku biografi agar tidak seperti curhatan hati  namun bisa menjadi pelajaran hidup bagi yang membacanya sebenarnya tidak ada ketentuan, yang penting menarik, ada hikmah bagi pembacanya berupa ilmu. Motivasi  bagi penulis buku  autobiografi,  Dia akan berjuang  menjalani  hidup  dengan perbuatan  yang baik, yang suatu  saat akan dituliskan  dalam buku  biografinya.

Sukses itu bukan milik orang kaya, jika ingin menulis autoboigrapi menulislah sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri. Tulislah perjalanan hidup kita yang amat penting. Agar kita menjadi inspirasi untuk orang lain. Seperti kisahnya Chairul Tanjung. Jangan  menunggu  populer  baru menulis,  karena banyak orang populer  karena menulis  juga,  Empu Walmiki,  JK Rowling,  Omjay, Mas Dr. Naim,  Mas Dr. MUCH  Khoiri , Pak Kyai Akbar  , Mas Dr. Imron Rosidi, Om Jay, Ibu Kanjeng, Pak Eko Indrajit,   dan lain-lain.
Perjalanan hidup antara satu orang dengan orang lain tidak sama, begitu pula keberuntungan dan keberhasilan yang diraih. Dengan usaha, doa, dan harapan maka yang dicita-citakan akan terwujud

Dalam tulisannya, bapak Suparno biasanya menuliskan hal-hal yang bersifat motivasi. 
Berikut adalah tulisan motivasi beliau, yaitu : Motivasi beribadah yang bertujuan agar menjadi orang kaya di surga,  Motivasi Bekerja yang bertujuan membuat kaya dari segi ekonomi,Motivasi Belajar yang bertujuan agar kaya dengan pengetahuan.

Trimakasih Pak Suparno untuk ilmunya yang luar biasa. Bapak adalah orang baik hati dan komitmen tinggi terbukti , walaupun  istri sedang sakit karena sudah ‘janji’, beliau  tak mau ingkar janji. Hebat. Bisa  menjadi contoh bagi kita semua. Selau ‘rela berbagi iklas memberi’. Semoga Istri bapak  lekas sembuh.

Semoga kita selalu bisa menulis dalam kondisi apapun, kalau kita terus berlatih dan membiasakan diri untuk menulis , tulisan kita akan semakin sempurna. Jadikan menulis adalah Habit, agar kita  semakin rajin menulis dan terus semangat  hingga  akhir hayat. Semoga!

“Sukses itu bukan milik orang kaya”.  Jika ingin menulis autoboigrapi menulislah sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri. Tulislah perjalanan hidup kita yang menarik, yang terkesan  dikala sedih dan gembira. Agar kita menjadi inspirasi untuk orang lain. Seperti kisahnya Chairul Tanjung." Trimakasih bu Maydearly, catatan ini sangat berarti untuk memotivasi menulis autobigrafi saya nanti. 

Hidup itu  bagai orang yang naik sepeda, Kita harus terus mengayuh agar tak jatuh.


Waingapu,  15 Juni 2021.


Senin, 14 Juni 2021

Renungan Pagi, Selasa 15 Juni 2021

Berjumpa kembali bersama saya inspirasiku di “antara”
Renungan harian, Selasa 15 Juli pekan biasa ke-11
Semoga kita bersama keluarga komunitas kita selalu dalam keadaan sehat baik dan penuh Sukacita
Pembacaan  Injil menurut Matius bab 5 ayat 43-48. Terpujilah Kristus.
Marilah kita bersama-sama mengawali renungan kita dengan tanda kemenangan Kristus
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.  Amin.

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan  Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah Musuhmu.

Tetapi aku berkata kepadamu, “Kasihilah musuh2mu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.   Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak bapamu di surga.  sebab Ia membuat mataharinya terbit bagi orang yang jahat dan juga bagi orang yang baik. 

Hujanpun diturunkannya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar.  Apakah kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian? Apakah upahmu dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja?.Apakah lebihnya dari perbuatan orang lain?  Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?  

Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana bapamu di surga sempurna adanya.  Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus. 

Saudara-saudari yang terkasih  Shalomm, Apa kabar semuanya?.
Saya  percaya saudari-saudara bersama keluarga dan komunitas selalu dalam keadaan baik sehat dan pastinya bersemangat. Memberi salam bukan sekedar formalitas,  memberi salam adalah menyebarkan harapan baik kepada mereka yang mendapatkan salam itu.  Tentu saja harapan baik ini terutama  tertuju pada pribadi-pribadi yang ada pada lingkaran dalam orang yang memberi salam.
 Artinya,  harapan bahwa  pribadi-pribadi itu  berada dalam kondisi yang baik.  Adalah harapan utama setiap  orang.

Saudari saudara  terkasih dalam Kristus.
Sabda Tuhan hari ini  mengajak kita Semua orang beriman untuk berpikir ulang terkait dengan relasi mereka dengan orang-orang di sekitarnya.
 Terutama dengan orang yang  berpotensi menimbulkan konflik.  Istilahnya jangan memadamkan api dengan minyak ,  api dapat  pada tentu saja  dengan air.  Karena air adalah elemen alam yang menyejukkan.  kesejukan sapaan dan salam inilah yang diharapkan dibagi-bagikan tidak saja kepada mereka yang bersahabat.  Tetapi lebih lebih kepada mereka yang berpotensi membawa konflik.  Tujuannya jelas, supaya api konflik atau permusuhan dapat terpadamkan. 

Jika kita merenungkan dalam Sabda Tuhan Apa yang dilakukan dan dibuat oleh Yesus. Yesus  senantiasa membawa kedamaian d alam setiap perkataan dan perbuatan Kekuatannya. Dan  ini juga yang diharapkan dibawa oleh kita semua para pengikutnya.   
Saat ini dunia membutuhkan kedamaian itu karena sudah terlalu lama dunia babak belur dengan aneka macam perang dan bencana.  Kedamaian harus dibangaun. salam harus terus dibagikan.  Kesadaran  yang tumbuh ini adalah bahwa perdamaian itu tidak hanya dijalin dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam.  

Aneka macam musibah dan bencana adalah akibat ulah kitab umat manusia ini,  yang terus-menerus mengganggu keseimbangan alam.   Berdamai dengan alam Niscaya akan memberikan kondisi yang lebih baik bagi semua makhluk hidup.   
Saudara-saudara yang terkasih,
Kita semua diutus untuk saling mengasihi kepada sesama kita dan mereka yang membenci ataupun musuhi kita.  Sehingga kedamaian tewujud di dunia ini. 

salam damai,  salam damai salam salam damai Kristus beserta Mu salam. salam

Marilah kita mengakhiri renungan kita dengan mohon berkat Tuhan.
Semoga saudari-saudara sekalian,  keluarga, komunitas kita orang-orang yang kita doa doakan mereka yang sakit yang menderita seluruh tugas,belajar pekerjaan usaha serta karya pelayanan kita dibimbing dan diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa. Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.


Sabtu, 12 Juni 2021

Doa Novena 3x Salam Maria untuk kesembuhan

 

Hari ini, Sabtu  12 Juni 2021
Saya  seperti kesambar petir, 
anak  saya  Umbu Anto cek  swab  ternyata  positif  covid-19
Bersama Dik Wiwik
Ini adalah  masa pembentukan   anti  bodi dalam tubuh
Semoga  baik-baik  saja
Selalu  tenang dan  nyaman
Dalam Tuhan selalu  yang  terbaik

 

Kepahitan tidak akan berlangsung selamanya,
segala sesuatu akan berganti pada waktunya.
Tuhan sedang mempersiapkan penghiburan atas kesesakan yang sedang kita alami saat ini.
Bersyukurlah buat segala yang kita alami,
sebab Allah sedang bekerja untuk memberi yang terbaik.
 

ALLAH itu BAIK 🌹

 

#terusberharapyangterbaik

#hanyapadaTuhanpengharapanku

 

Ibu, Dik Wiwik, dik Rudi , Evan dan UmbuAnto...jangan lupa bahagia,  bahagia adalah obat ...Tuhan menjaga, melindungi, mendampingi, membimbing kita semua, selalu, selalu...πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–

 

Salam Sehat semuanya, ingat ketat prokes, olah raga, berjemur 5 M......
Kita mengandalkan Tuhan dalam segala halπŸ™πŸ™πŸ™
 

Kamis, 10 Juni 2021

Renungan pagi, Jumat 11 Juni 2021

 

Oleh Pater Ofan CSsr

Mari kita awali renungan pagi ini dengan tanda kemenangan Kristus. 
Dalam nama bapa putra dan roh kudus.  Amin.
 Hari ini adalah hari raya hati Yesus yang Maha Kudus.
 Bacaan Injil hari ini diambil dari Injil Yohanes bab 19 ayat 31 sampai 37 . 
inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.  Dimuliakanlah Tuhan.

 Hari Yesus  wafat adalah hari persiapan Paskah.  Supaya pada hari sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib. Sebab sabat itu adalah hari yang besar maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepada-nya supaya kaki orang-orang yang disalibkan itu dipatahkan dan mayat-mayat nya diturunkan maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa ia telah mati mereka tidak mematahkan kakinya tetapi salah seorang dari prajurit itu menikam lambungnya Yesus dengan tombak dan segera Mengalirlah darah serta air keluar. 

 Dari orang yang melihat hal itu sendiri yang memberi kesaksian ini dan kesaksian yang benar dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran supaya kamu juga percaya sebab hal itu terjadi supaya genaplah yang tertulis dalam kitab suci.  Tidak ada tulangnya yang akan dipatahkan.  Dan nats lain yang mengatakan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam. 

Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus.

Umat beriman yang terkasih, hari kita merayakan  peristiwa hari raya hati Yesus yang Maha Kudus Hati. Hati adalah bagian inti terdalam dari diri manusia.  Ada orang mengatakan jatuh hati ada orang mengatakan patah hati itu berarti sengsara sekali hidupnya.  Dan itulah mengapa orang mengatakan hati penting ada orang mengatakan Lebih Baik Sakit di bibir ya, daripada sakit hati, atau ada orang mengatakan hati adalah sumber kebahagiaan maka hati adalah sesuatu yang penting dalam diri kita jika tidak ada hati maka kita tidak bisa merasakan sesuatu. Hari ini dikisahkan tentang Injil di mana Yesus yang sudah wafat ia mati disalib pada hari persiapan.

 saat itu sudah menjelang hari sabat dan kebetulan hari sabat itu bersamaan dengan hari besar yakni pesta Paskah pada saat itu. oleh karena itu jenazah Yesus harus segera diturunkan, supaya tidak tinggal tergantung di kayu salib. dalam bagian ini ialah mereka yang selama ini ini adalah musuh musuh Yesus . orang-orang ini datang kepada Pilatus untuk meminta agar Pilatus memerintahkan kepada para prajurit untuk mematahkan kaki mereka yang disalib dan menurunkan mayat mayat mereka dari salib. Mereka  mau agar orang-orang ini cepat mati, agar segera dikuburkan dan mereka bisa merayakan Paskah. Pilatus pun mengabulkan permintaan mereka para Serdadu mematahkan kaki kedua orang yang disalibkan bersama Yesus.  praktik-praktik Ini sebenarnya sudah sering dilakukan dengan mematahkan kaki yang terhukum dengan  istilah Frari Kazum.  Mereka mematahkan kaki mereka  agar  cepat mati.  

Tujuan dari tindakan ini  ialah  untuk mempercepat kematian para  terhukum. Penguasa romawi tidak selalu melakukan   praktik ini dan dalam kasus Yesus  mereka melakukannya karena orang-orang yahusi meminta  agar tubuh mereka yang disalib  termasuk yesus segera diturunkan  mereka      cepat mati  supaya  tubuh mereka   diturunkan dari salib. Mengetahui bahwa Yesus telah mati mereka tidak mematahkan kaki Yesus namun seorang dari mereka menuju ke lambung Yesus dengan tombak dan dari lambung Yesus  dengan tombak dan dari lambung keluarlah darah dan air. Kematian Yesus tidak dapat disangkal lagi. 

Umat  beriman yang tekasih. Pertanyaannya Mengapa Yesus mau berkorban untuk kita semua. Jawabannya ialah karena Yesus sangat mencintai manusia,  Ia memiliki hati yang murni Ia memiliki kasih yang besar terhadap umat manusia maka tidak ada cara lain selain mempersembahkan  dirinya mengorbankan dirinya untuk manusia.  Agar manusia pun mau bertobat.

Maka Injil hari ini dan juga hari raya yang kita rayakan pada hari ini hati Yesus yang Maha Kudus mau memberi inspirasi kepada kita. Agar kita juga memiliki hati dan kasih yang besar kepada sesama kita, berani untuk berkorban, berani untuk meninggalkan zona nyaman demi orang lain.  Kemarin saya bersama dengan pater Visjen keuskupan  weetebulla Pater  Agus Malo Bulu CSsr  dan juga beberapa pastor lainnya, kami pergi mengikuti pemberkatan gereja di salah satu paroki  di ujung dari pulau Sumba khususnya di kabupaten Sumba Timur dan stasi ini letaknya sangat jauh. Jalannya terjal, ya mendaki menurun dan  kalau tidak hati-hati bisa celaka. Tetapi menariknya disana hanya ada satu Pastor SVD yang bertugas sudah sekian lama.  Ia hanya sendiri memimpin begitu banyak umat di Paroki itu. 

 Di Paroki nggongi dan pada hari kemarin pada Vicjen memberkati gereja baru yang kebetulan juga mendapatkan sumbangan donasi dari banyak orang,  dan kemarin gereja itu diberkati yang berkesan bagi saya ialah Pater ini berusaha membangun umatnya di tempat itu dan pater ini bertugas selama 17 tahun dan umat sangat mencintainya di mana-mana kalau Pastor itu bertugas minimal Ia hanya bertugas 4 atau 5 tahun setelah itu ia dipindahkan, tetapi pater ini Mandiri ia bertugas selama 17 tahun dengan cinta yang besar. Ia membina umat umat umat disana  dari kelompok-kelompok yang kecil hingga sekarang mereka berjumlah 4 ribuan jiwa dengan jumlah stasi yang cukup banyak dan juga banyak juga simpatisan yang ada di sana ini menunjukkan bahwa pastor ini memiliki cinta yang besar terhadap umat yang dilayaninya 17 tahun.  Hidup di udik di tempat yang jauh dengan segala keterbatasan yang ada.  

Namun satu hal yang pasti Ia memiliki cinta yang besar untuk mereka dan umat pun tidak mau ia dipindahkan dari tempat itu meskipun sudah ada wacana bahwa Romonya akan dipindahkan tetapi umat ini tidak mau karena mereka sangat mencintai kamu ini.  Hemat saya Inilah Cinta. Inilah kasih dimana setiap orang saling mencintai karena mereka merasakan sesuatu.  Karena mereka merasakan ada hal yang berbeda yang membuat kehidupan mereka lebih baik dan Romo ini pun Romo Ferdi SVD merasa sangat mencintai. mati sana karena ia pun merasa bahwa Allah sungguh Mencintainya.

Pada saat acara resepsi Romo menyanyikan lagu,sebuah lagu Indah rencanamu Tuhan dan pada saat ia menyanyikan lagu ini ia meneteskan air mata karena dan cinta Tuhan tetap ada padanya. Tuhan tetap memiliki hati kepadanya dan ia merasa berkat yang Tuhan berikan terus mengalir kepadanya meskipun ia hidup dalam keterbatasan.

Umat beriman yang terkasih.
Saya yakin kita semua dimanapun kita berada.  Kita mengalami kasih yang Tuhan berikan kepada kita.  ini tanda bahwa Allah memiliki hati untuk kita.  Allah perhatian terhadap kita.  Allah mencintai kita lantas bagaimana kita membalas cinta Allah?  Apakah kita juga masih memiliki hati untuk Allah. Apakah kita masih menyiapkan waktu untuk berjumpa dengan Allah dalam kesendirian kita.  Beberapa hari ini ada satu video yang viral Di WhatsApp.  Ada sepasang suami istri yang menikah dan ada seorang Romo yang memberikan anggur kepada suami ini.

  Menariknya ketika ia memberikan piala sang suami meminum anggurnya mengembalikan ke Pastur dan bingung menghabiskannya atau tidak.  Padahal seharusnya ia meminum setengahnya lalu setengahnya lagi bisa diberikan kepada istrinya.  Tetapi karena ia jarang ke gereja hanya saat mau nikah saja. bahwa aktif maka ia tidak tahu apa yang terjadi dalam ritus perkawinan yang ada di gereja katholik. Ini adalah  contoh untuk orang yang  tidak memiliki hati untuk datang ke gereja.  Bagaimana orang tidak memiliki cinta kepada Tuhan. Orang hanya datang ketika ia membutuhkan sesuatu. 

Umat beriman yang terkasih.
Kita semua diajak Tuhan pada hari raya hati Yesus yang Maha Kudus ini.  Apakah kita hanya mengharapkan Yesus perhatian terhadap kita. Allah mencintai kita. Allah memiliki hati kepada kita. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita masih memiliki hati untuk Allah? salib adalah contoh yang paling konkrit. Teladan yang paling jelas.  Bagaimana Allah mencintai kita? Mari kita pun mau mencintai Allah dengan hati kita yang tulus.  Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

Semoga  kita semua diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.

 Bapa Putra dan Roh Kudus.  Amin Selamat pagi semuanya dan sampai Hai jumpa.


MENULIS ITU MUDAH

 

 



Resume ke : 20
Tanggal : Rabu , 9 Juni    2021
Tema  : Menulis itu Mudas
Nara Sumber :  Bp Dr Ngainun Naim
Moderator     : Ibu Maesaroh
Pertemuan ke-20 Gelombang  18

Setiap orang bisa menjadi Penulis. 
Terus belajar menulis, menulis dan jangan bosan menulis.

Belajar menulis  biar saja tulisannya masih berantakan. Namnya belajar, teruskan saja. Kita latihan tertib, disiplin dan hilangkan  rasa malas. Latihan  yang terus menerus akan semakin  terampil. Kita harus punya  kemauan, tekat  maka ketrampilan menulis akan  menyusulnya. Apapun  profesi kita  bisa saja menjadi penulis. 

Apalagi  yang berprofesi sebagai guru (Akademisi) , ini  sangatlah penting karena  menulis itu sendiri alat untuk  menyebarkan ilmu pengetahuan.  Agar kita  bisa percaya  diri  dalam menulis jangan  buat alasan,  jangan pula berhenti melemahkan diri sendiri,  lakukan saja, beranikan diri untuk menulis tak perlu takut salah. Latihan-latihan dan terus disiplin latihan .  Jangan kasih  kendor

Pertemuan ke 24 malam ini Tema yang diangakat adalah ‘Menulis itu mudah”.  Narasumber pak Ngainun Naim dan Moderator baru yang cantik ibu Maesaroh. Bu Mae adalah peserta pelatihan gelombang – 18 yang sudah membukukan  resumenya. Luar biasa, kerenn!!  Bu Mae yang selalu terdepan kini sudah membuktikan karya.  Menerima Mahkotanya  berupa buku. Semoga  peserta lain segera mengikut  jejak  para senior, yaitu  Om Jay, Ibu Kanjeng, Ibu Aam, Cak Inim,  dan  para penulis hebat yang lain.  Terus semangat. Semoga!.

Profil Narasumber malam ini adalah Dr. Ngainun Naim, TTL. Tulung Agung  19 Juli 1975, Alamat kantor IAIN  Tulung Agung Jl. Mayor  Sujadi Timur 46 Tulung Agung 66221, Alamat Rumah Prakan RT 11 RW 04   Trenggalek.  No HP.  081 311 124 546 email  naimmas22@gmail.com  Pendidikan S1, STAIN, S2 Studi Islam Universitas Islam Malang  ( UNISMA), S3 Studi Islam UIN Sunan kalijaga, YK  lulus tahun 2011. Karya buku ada 27 lebih.. Wow..

 


Benarkah menulis itu mudah?

Mari kita simak penjelasan bapak Ngainun berikut ini.

Kenapa bapak Ngainun memilih tema tersebut? Alasan nya adalah supaya para peserta pelatihan mau dan mampu menulis. Kunci nya cukup dua, ‘mau’ dan ‘mampu’. Jika ingin menjadi penulis? Maka kita harus menulis dan terus menulis. Apapun kendalanya semangat menulis tidak boleh  kendor. Sehingga menjadi penulis bukan hanya  di mimpikan tapi harus  ada ‘bukti’  yaitu adanya hasil karya  berupa  tulisan. Bila perlu tiap hari  harus menulis.  Sebenarnya banyak orang mampu menulis tapi karena kesibukkan akhirnya tidak menulis. Jadi alangkah bagusnya apabila mau dan mampu diseimbangkan sehingga bisa menghasilkan tulisan-tulisan. 

https://youtu.be/LxSY0y8MPjI

Tema yang beliau sampaikan malam ini adalah tema buku beliau yang diterbitkan tahun 2021. Judul buku beliau adalah ‘Menulis Itu Mudah’ : 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya. Jurus yang dimaksud antara  lain adalah:   

1. Membaca.
 Dengan banyak membaca, seseorang akan dengan mudah menulis atau sebaliknya orang yang jarang membaca akan mengalami kendala dalam menulis. mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan ( Reading is habit) bila perlu paksakan diri untuk membaca. Sehingga membaca menjadi bagian dari diri kita.

    Kebiasaan memang harus dibangun. Terutama dalam membiasakan membaca. Jadikan membaca sebagai kebutuhan sehingga tiada hari tanpa membaca. Sebenarnya saya juga menyadari, bahwa saya termasuk orang yang kurang membaca. Membaca sih membaca, kadang-kadang tidak mendapatkan poin terhadap yang dibaca. Tapi akan berbeda sekali dengan membaca novel, apalagi genrenya romantis. Bisa-bisa saya menghabiskan waktu membaca sampai novel tersebut tamat. 

    Sebenarnya membaca juga asik, apalagi membaca buku  terbaru Omjay Berguru Di Negeri Panda. Tulisan beliau memang bagus. Ada seriusnya dan ada juga lelucon nya. Yang paling berkesan itu ketika muncul istilah pendekar dan menderita HIV. Pokoknya seru. Pengalaman-pengalaman selama berada di sana membuat kita serasa ikut bersama beliau. 

    Menurut Pak Ngainun, ‘membacalah dan menulislah setiap hari’. Dengan membaca menulis menjadi mudah, dengan seringnya membaca dan menulis maka membaca dan menulis menjadi kebiasaan. Bila sudah terbentuk kebisaan seperti itu, maka akan sulit ditinggalkan. Bila sulit ditinggalkan maka membaca dan menulis sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. Keseimbangan antara menulis dan membaca adalah membaca membantu memunculkan ide-ide baru dalam setiap tulisan yang ditulis. Dengan demikian, menulis menjadi mudah.

2. Konsisten Menulis 5 Paragraf Sehari
Menulis lima paragraf sehari adalah langkah yang diterapkan oleh Pak Naim dalam menjaga konsistensi beliau dalam menulis, dengan begitu beliau selalu menghasilkan tulisan tiap hari. Banyak hal yang bisa ditulis beliau. Meskipun tulisan beliau tidak diposting di blog tiap hari. Kesibukkan beliau akhir-akhir ini adalah menulis artikel. Jadi menulis akan mudah kalau rajin membaca dan menulis akan mudah kalau punya target.

3. Memilih Tulisan Yang kita Kuasai
Menulis mudah bila kita menguasai apa yang ditulis. Menulis akan menjadi sulit billa kita tidak menguasai apa yang kita tulis. Beliau berpesan tulislah hal-hal sederhana yaitu hal-hal yang kita lakukan atau yang kita ketahui atau tulislah pengalaman-pengalaman yang pernah dialami sehingga menulis menjadi mudah seperti mengalirnya air. 

4. Membangun kebiasaan produktif. 
Kalau sudah berniat untuk menjadi penulis maka biasakan membuka pikiran, hati dengan mendengar, mencatat dan mengolah sehingga menjadi sebuah tulisan. Artinya adalah kita harus merekam apa yang kita temukan, apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, apa yang kita alami, kemudian kita kumpulkan dan diolah menjadi tulisan. Secara tak langsung kita telah melakukan penelitian sederhana  yang diawali dengan melakukan observasi, mengumpulkan data, mengolahnya, menganalisa, dan menyatukan mereka menjadi tulisan.

5. Memiliki media untuk  mengekspresikan tulisan. 
Banyak cara untuk mengekspresikan tulisan kita. Salah satunya melalui WA. Manfaatkan WA sebagai sarana belajar melatih menulis. Story WA misalnya bisa diisi dengan kalimat-demi kalimat ayng nantinya dapat dikembangkan menjadi artikel utuh.  Begitupula dengan facebook. Buatlah status facebook yang bermanfaat yang dapat menginspirasi orang lain dalam menulis. Semakin panjang status yang kita buat maka akan semakin bagus.

6. Tertib  dan disiplin menulis resume Pelatihan menulis  di blog
Buku menulis itu mudah merupakan buku yang ditulis dari kumpulan resume-resume yang kemudian diolah dan dikembangkan sehingga bisa dibukukan. Jadi, isilah blog secara rutin. Dari kumpulan tulisan yang ada di blog bisa dikumpulkan menjadi buku. 

7. Menulis secara ngemil. 
Maksudnya adalah menulis sedikit demi sedikit sehingga menjadi kumpulan tulisan singkat. Selanjutnya baru di olah sehingga menjadi tulisan yang bagus. 

8. Menulis tanpa beban.
Tulislah apa yang ada dipikiran. menulislah sebebasnya. Menulislah sesuka hati sehingga tidak ada tekanan ataupun beban. Dengan demikian tulisan akan berkembang dengan baik.

9. Menulis adalah menulis dan menulis tidak mengedit. 
Maksudnya adalah menulislah sepanjang mungkin tanpa mengedit kesalahan-kesalahan yang muncul. Dengan terus menulis, ide-ide akan bermunculan untuk dituliskan sehingga tulisan bisa dikembangkan dengan baik. Apabila menulis sambil mengedit, maka kita akan kehilangan ide dan menulis akan tersebdat-sendat. 

10. Luangkan waktu, jangan menunggu waktu luang. 
Sempatkanlah waktu dalam satu hari sekitar 20 atau 30 menit. Dengan meluangkan waktu, kita akan bisa mampu menulis tanpa diganggu kesibukan lainnya. Menurut saya sendiri, komitmen menulis ini memang penting sehingga tidak ada alasan untuk tidak menulis. 

Menurut pak Ngainun, menulis itu melibatkan tiga unsur yaitu;
Kegiatan menulis terbagi menjdai 3 yaitu : 1) Pre-writing Yaitu saat  kita bersiap  menulis draf, mencari sumber bacaan atau yang lian. 2) Mulai menulis 3). Proses editing.

    Ketiga unsur tersebut dilakukan secara terpisah. Dengan demikian tidak terjadinya pencampuran atau kekacauan ketika dalam tahap menulis. Ketika menulis, menulislah sesuka hati dengan demikian tulisan akan berkembang dengan baik. Proses editing akan dilakukan ketika tulisan telah jadi. Tinggal baca berulang-ulang, sampai benar-benar merasakan sudah pas atau belum.  Setelah menulsinya selesai  kita baca ulang  sambil mengedit  jangan sampai ada kalimat yang  belum bisa dipahami, Kata-kata yang kurang pas. Ejaan yang belum sesuai dengan KBBI,  atau  bahkan  hurtf dalam kata yang kurang. Setelah dibacara berulang-ulang dan  kita penulis sudah merasa  sudah bagus menurit kita  siap di ekspot atau di posting.  Di blog, di FB, instaagram atau media sosial yang yang  lain. 

    Dalam menulis  jika sudah di post, untuk  ditanggapi atau tidak  oleh pembaca itu tidak penting. Yang penting kita  sudah  menyelesaikan tugas kita. Kita  sudah menulis  sesuai dengan kemampuan kita. Ini sudah merupakan awal yang  baik. Menulis itu Mudah , tetapi  tidak semua orang berasi menulis. Kita bersykur, kita adalah salah satu orang yang sudah berani menulis. Semoga berkat keberanian ini bisa memacu nyali kita untuk terus menulis. Merasa menulis itu adalah kebutuhan. Menulis adalah Habits dan membuat  terus semangat di sepanjang hayat.

Nara sumber berpesan “Marilah terus menulis. Pokoknya  menulis. Tak perlu peduli mutu. Bangun tradisi  menulis nati  mutu akan mengikuti kalau kita semakin banayk berl;atih rutin dan terus menerus. Manfaat menulis  terlalu Banayk, yakinlah Menulis akan  membawa Berkah. Menulislah terus  setiap hari dan  buktikan  apa yang akan terjadi  kata OM Jay. Salam

Semoga kita akam cepat memperoleh mahkotanya dari menulis.


# Waingapu,  kamis 10 Juni 2021



Rabu, 09 Juni 2021

Learning Loss Masa Pandemi

 Tema: Merdeka belajar di Alam Kemerdekaan.
Asosiasi Pegiat Literasi Nusantara (APLN)

Oleh : Ledwina Eti Wuryani

Belajar  memang tidak selalu mudah, tapi ini saatnya kita berinovasi, ini saatnya kita  bereksperimen, mendengarkan hati nurani dan belajar dari COVID-19  agar kita  jadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

-Nadiem makarim -

Gara-gara pandemi covid-19 berimbas pada berbagai aspek kehidupan.  Termasuk dunia pendidikan. Kini, semenjak pandemi  melanda  sekolah ‘ditutup’ sampai batas waktu yang tak tentu. Para Guru, siswa, bahkan orang tua harus  siap ‘berubah’. Pembelajaran yang semula dengan tatap muka beralih ke dunia maya  dan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan Pemerintah menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR). Anak Merdeka belajar. Anak wajib belajar mandiri di rumah masing-masing!

Maksud merdeka  menurut  pak menteri  adalah   belajar untuk bebas berpikir, merdeka berpikir. Pak Nadiem memberi kesempatan  belajar sebebas-bebasnya  dan senyaman-nyamannya kepada peserta didik. Program BDR yang diluncurkan Kemdikbud yang sudah dilaksanakan dengan sistem Dalam Jaringan (Daring), Luar jaringan (Luring) atau bahkan kombinasi keduanya belum sepenuhnya efektif dilaksanakan. Hal ini adalah sebuah masalah. Faktanya masih banyak anak yang ‘tidak aktif’ belajar. Akan ada resiko ‘learning loss’.  Hal ini diprediksi  sejak adanya ‘penutupan’ sekolah. Bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. 

1. Peserta Didik yang berada di kota.

Yang  di perkotaan akses internet lancar. Infrastrustur ada.  Tingkat kesadaran  berpendidikan  anak dan orang tua terpenuhi. Tapi apa yang dilakukan  sebenarnya oleh peserta didik?  Teristimewa  ini  berlaku  untuk para orang tua yang  memiliki kesibukan di luar rumah.  Para Orang tua tidak bisa mendampingi anaknya  pada saat anaknya belajar di rumah. Anak-anak menghabiskan waktunya  dengan gadget dan internet.  Sehingga orang tua  mengeluhkan  kekhawatirannya terhadap anak-anak  mereka ketika BDR. 

Pada umumnya guru  hanya memberikan tugasnya melalui WA, dengan  mengirim materi pembelajaran dari You tube atau dari aplikasi lain yang membuat anak  jenuh dan bosan. Hal ini juga   karena  adanya komunikasi  ‘hanya’ satu arah. Anak merasa tidak ada bimbingan, tidak ada yang mengawasi apalagi perhatian. Dari pihak guru sendiri  juga kurang bisa mengontrol secara langsung kemampuan dan kompetensi dari peserta didik.  Hal ini anak jadi merasa  ‘bebas’ melakukan apa saja setelah  selesai mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya.

 Kadang merekapun ‘malas tahu’, entah tugas itu benar atau salah yang penting  sudah mengirimkan jawabannya. Terbukti dari tugas-tugas yang saya berikan. Soal yang sederhanapun, sebagaian dari mereka menjawab sekenanya. Sebagian besar nilai  jelek.  Nilainya jauh di bawah KKM. Itu berarti mereka asal-asalan mengerjakan soal.  Pada soalnya pilihan ganda setengah bagian yang tidak kerja. Jika soal yang diberikan esai kadang  mereka jawab juga semaunya. Bahasa-bahasa program copas dari hasil  searching ataupun  browsing  internet dituangkan mentah-mentah tanpa diedit atau ditelaah lebih dahulu. Khusus pada pelajaran matematika ada  notasi, simbol-simbol bahasa program, misal seperti tanda  “*”, “^”, “<”, “>”, “#”  yang seharusnya tidak ditulis. Mereka langsung saja tulis. Ada yang ‘hanya’ absen saja tak pernah kirim tugas.

Ada pula para peserta didik jika merasakan ‘kesulitan’ tentang tugas yang diberikan guru mereka  ‘abai’  tugas itu.  Waktu ‘selebihnya’  dipakai  untuk bermain game, you tube dan lainnya.  Hingga besar kemungkinan anak jadi mengalami  kecanduan gadget. Hal inilah yang sangat dikhawatirkan  oleh orang tua. Seperti salah satu orang tua mengeluhkan anaknya karena  sering minta uang untuk membeli quota,  padahal quota yang dipakai untuk BDR hanya sedikit , selebihnya dipakai untuk main game. Ada juga yang  siswa sampai rela menggunakan uang jajan mereka  untuk membeli quota demi hobi barunya.

Padahal, banyak hasil penelitian  menunjukkan kecenderungan bahwa jika anak ‘berlebihan’  bermain gadget atau internet  dapat mengubah zat kimia otak.   Akhirnya  mempengaruhi  kondisi psikologis, kesehatan dan mengganggu interaksi social. Dengan kondisi ini, anak  cenderung mudah marah, stress, cemas berlebihan. Selain itu anak juga akan mengalami obesitas  karena malas bergerak.  Gangguan penglihatan dan sulit tidur. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan karena ‘pasti’ prestasi belajar mereka akan menurun.

2. Peserta Didik yang berada luar kota di kota ( di kampung).

Nah sekarang, yang  berpotensi mengalami Loss learning juga akan terjadi  bagi anak yang jangkauan internetnya susah. Infrastruktur tidak ada. Tinggal di kampung. Anak  yang tidak memiliki perangkat digital seperti HP Android, Lap top, pulsa paket internet serta anak-anak yang sekolah di daerah tertinggal atau pedalaman yang minim akses internet. Sebagaian dari anak-anak mengartikan bahwa tidak adanya tatap muka, peran sekolah bisa dikatakan ‘tidak ada’ dalam pembelajaran. Mereka benar-benar loss kontak. 

Jika ada jaringan,  karena  keterbatasan infrastruktur tetap menjadi masalah untuk siswa. Misal ketiadaannya kuota, tidak ada perangkat elektronik bahkan listrik. Orang tua juga memiliki dampak hingga terjadinya learning loss. Jika orang tuanya tingkat pendidikan rendah. Mereka tidak akan memotivasi anaknya untuk belajar. Bahkan mungkin justru  menganggap  daring itu pembelajaran yang mengada-ada. Karena tidak sekolah  seolah-olah  mereka merasa libur yang panjang. 

Peran Orang tua di rumah

Mengedepankan  pendidikan karakter yang bisa membuat siswa  memiliki motivasi  belajar dari dalam dirirnya  sendiri. Selama PJJ orang tua sangat  berperan dalam  mendampingi  anaknya dalam  karakter. Hal ini perlu  kita lakukan sebagai alternatif solusi agar learning loss tidak berdampak buruk. Jika guru tidak bisa  maksimal memberikan pelajaran, peran orang tua menanamkan  pendidikan karakter  sejak usia dini. Ini adalah  kunci penting  pemecahan  learning loss yang mungkin terjadi  pada siswa di masa  krisis seperti sekarang ini. Orang tua perlu  membuat aturan yang tegas dan jelas terhadap anak dalam penggunaan internet. Orang tua harus menerapkan disiplin  ketat pada anak. Gadget hanya boleh  diberikan saat  melakukan pembelajaran daring. Kalau bisa......orang tua membantu mencari referensi jika  perlu berkomunikasi dengan guru jika ada masalah terhadap anaknya. Ada cek dan ricek  atau komunikasi timbal balik.

Peran Guru

Dalam hal ini, guru memiliki peran yang sangat penting. Hal ini bisa kita jelaskan dengan analogi guru sebagai seorang tukang masak (Chef).Seorang chef  harus bisa meramu resep masakan sehingga bisa menghasilkan masakan yang lezat rasanya. Jika rasanya nikmat, orang yang memakannya pasti akan ketagihan, ingin makan lagi setelah mencicipinya. Chef pun akan merasa senang dan semangat untuk membuat resep-resep lain yang berbeda.

Begitu halnya guru, jika guru mampu meramu pembelajaran daring dengan baik. Guru akan merasa senang dan tak sabar untuk memulai pembelajarannya. Sementara siswa akan menantikan pembelajaran dengan rasa penuh penasaran. Penasaran akan hal baru apa yang akan dilakukan gurunya di pembelajaran. Jika tidak seperti ini, pembelajaran daring bisa menjadi sangat membosankan. Apalagi tanpa adanya kreativitas dari guru dalam menyampaikan pembelajarannya. Sejatinya guru harus mampu menuangkan ide-ide kreatif dan inovatifnya menjadi sebuah proses pembelajaran yang baik sehingga siswa tertarik dan akan tetap semangat mengikuti pembelajaran daring.

Meminimalisir Resiko Loss learning.

Berdasarkan laporan penelitian-penelitian tersebut resiko learning loss memang sangat besar terjadi di masa pandemi. Namun, hal ini tidak seharusnya membuat kita berpangku tangan dan berdiam diri. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi hal ini, apalagi dengan kemajuan era teknologi digital seperti saat ini. Bagi yang tinggal di perkotaan atau di daerah yang relatif lebih mapan, learning loss bisa saja diminimalisir dengan membuat program pembelajaran dalam jaringan (daring) yang lebih maksimal, efisien dan efektif. Penggunaan berbagai macam platform pendidikan online bisa menjadi alternatif jalan yang sangat membantu pembelajaran siswa di masa pandemi sehingga siswa tidak terlalu tertinggal dalam belajar. Guru kreatif, siswa aktif orang tua komunikatif. Semoga!


Mari kita niatkan hati untuk terus belajar  dari pandemi bagi guru, siswa bahkan orang tua, mengikuti Era global, pembelajaran milenial untuk berpikir sukses. Berpikir Positif. Dan Berpikir jadi pemenang. Demi masa depan generasi kita. Salam Edukasi!.


Waingapu, 8 Juni 2021


Profil Penulis

 “Ledwina Eti adalah nama facebook dan IG,  nama lengkap Ledwina Eti Wuryani Budi Astiwi, SPd. Saat ini penulis masih tercata  sebagai pengajar di SMA Negeri 2 Waingapu. Buku antologi dan solo ber-ISBN yang sudah terbit  adalah Untaian Pelangi Nusantara, Menuai Berkah Bertaut Aksara ,Kidung Rindu, Refleksi dan Resolusi Saat Pandemi, Dermaga Hati dll. Buku Solo, Kumpulan Cerpen ‘Mengungkap Rahasia’ Sekarang ini saya tingggal  di  Jl Trikora No. 11 RT/RW: 010 / 003, Kel.Hambala, Kec.Waingapu, Kab Sumba Timur.Prop. NTT.alamat email, ledwinaetiwuryani@gmail.com. Alamat blog: etiastiwi66.blogspot.com. No HP / WA 085 230 708 285 Motto: Semangat dalam  menggapai  cita-cita , tersenyum dalam setiap perjuangan, berdoa dalam setiap usaha, Tuhan pasti memberikan  keberhasilan dalam kehidupan.











                                                                                                


PENDIDIKAN MEMPUNYAI AKAR YANG PAHIT TAPI BUAHNYA MANIS


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

Pernahkan disaat tidur anda  bermimpi  indah dan ketika bangun  jadi  kecewa, karena ternyata   kejadian indah itu hanya sebuah ilusi semata? Jawannya pasti ada. Setiap orang pasti punya cerita yang berbeda. Di bawah Ini  jawaban dalam ziarah hidupku.

Mungkin kisahku ini biasa saja. Bukan hal yang fantastis. Namun aku selalu yakin bahwa setiap perjalanan  kehidupan manusia  selalu ada hikmah yang bisa diambil. Sekelumit perjuangan  meraih mimpiku untuk menjadi orang yang bermartabat, bermanfaat, smart dan penuh semangat.

Aku adalah  anak  pertama dari 4 bersaudara. Bapak seorang  guru jamannya pak Umar Bakri sekitar tahun 1963 pensiun tahun 2000  dan ibu dirumah saja.  Ada  sebidang tanah untuk tanam sayur  sekedar menambah  income  keluarga. Jaman itu  gaji bapak  masih sedikit  dan harus bisa mencukupkan hidup dan sekaligus  menyekolahkan kami. 

Sebagai seorang guru   bapak punya mimpi anaknya  semua berhasil. Berharap  anaknya  sekolah ditempat yang bapak inginkan sejak bapak masih  pemuda  dulu. Kami tinggal di kampung, Gejayan,  kelurahan Gondowangi, kecamatan Sawangan, kabupaten Magelang.  Masih  termasuk daerah lereng gunung Merapi di Jawa Tengah. Setelah  kami  lulus  SMP  cita-cita  bapak  semua  anaknya harus bisa sekolah Jogyakarta.  Jogya adalah Kota  pelajar yang tentunya sekolah di situ  harus  kos.  Sebagai anak pertama saya yang lulus  duluan.  Sekolah tujuan  adalah SMA Tarakanita Stella Duce.  Sekolah  swasta yang sangat  terkenal saat itu.  Sekolah yang notabene mayoritas China.  Seluruh siswa yang berjumlah  sekitar 1000-an orang perempuan semua.  sebagai  anak pribumi asli kampung  dengan modal gaji sebagai guru  memang harus  punya  nyali dan mental yang  kuat. 

Dengan  modal nekat  Bapak mendaftarkan  saya disitu, puji Tuhan akhirnya saya diterima. Sebenarnya  saya sudah diterima di sekolah negeri, tapi karena keinginan bapak, sebagai anak perempauan  saya tidak ingin mengecewakan Bapak. Akhirnya saya menuruti saja apa kata bapak.   SMA  Stella Duce juga disiapkan Asrama. Lulus  jadi  siswa baru  berarti  harus asrama. Bapak berharap saya bisa  sekolah baik-baik jika tinggal di asrama. 

Asrama  disediakan 2 tempat, yaitu  Asrama Panti Rapih dan asrama Supadi. Karena peminat asrama banyak, saya sedikit lambat  mendaftar.  Akhirnya saya tidak dapat tempat di asrama. Bapak sedih. Sayapun turut prihatin,  seolah cita-cita bapak kandas. Akhirnya bapak berpikir keras bagaimana  caranya  supaya  saya bisa tinggal di asrama.

Kami tanya  ibu Har, beliau adalah  ibu asrama Jl. Supadi. Asrama dekat sekolah,  Suster kepala adalah Sr Bernadia. Beliau  Dekan Teknik Kimia Universitas Atmajaya.  Suasana asrama begitu asri, indah, sepi dan  serasa nyaman. Penghuni asrama kelihatan  begitu tertib, anak-anaknya manis-manis dan terlihat ramah, sopan dan berkarakter. “Pasti ini karena ajaran dan pendampingan orang-orang  terdidik”,  batinku.

Jarak Rumah kami ke Jogya sekitar 40 km.  Selama penerimaan siswa baru sampai tes masuk dengan setia bapak mengantar,  menemani dan menunggu saya, dilaju pulang pergi. Awal sebuah perjuangan mewujudkan  mimpi, supaya saya bisa sekolah di sekolah  favorit yang dimimpikan bapak. Saya sudah resmi  jadi siswa Stella Duce.  Perjuangan berikutnya harus bisa tinggal di asrama. 

Bapak  orangnya gigih. Apapun yang diharapkan harus  terwujud. Benar!, pagi-pagi hari berikut kami start dari  rumah menuju  Jogya dengan naik motor kesayangan.  Motor honda L2S tua yang selalu setia menemani kami kemana saja. Dengan jalan kecepatan tinggi Sekitar 33 menit kami sudah sampai di Jogya.  Kami langsung menuju asrama untuk menemui ibu asrama. Harapan kami semoga  ada yang batal tinggal di asrama  atau mengundurkan diri. Itu kami lakukan terus selama 3 hari berturut-turut pp alias pulang pergi. 

Setelah ketuk pintu,  Ibu Asrama menemui kami. Bapak memberanikan diri  untuk bertemu dengan Suster kepala lagi. Asrama di situ sangat ketat. Semua kegiatan diatur  dengan jam , jam bertamu, jam belajar, jam ibadah dan lain-lain.  Jadwal tertulis  jelas di kamar tamu. Karena saat itu belum jam tamu,  Kami tahu  diri akhirnya  kami pamit dulu untuk tunggu di luar sampai  waktu jam bertamu tiba. 

Sambil menunggu jam bertamu   pukul 16.00 WIB, kami  cari makan di penjual kaki 5 di  depan  asrama. Karena lapar  Kami pesan 2 piring  nasi rames. Murah meriah. Nikmat rasanya jajan dipinggir jalan, kami tak berani makan di Mirota bakery  takut mahal bayarnya. 

Bu Har memberitahu kalau Suster orangnya  sibuk jadi pulangnya tidak pernah pasti. Dengan tekat  bulat kami akan tetap menunggu dan terus  menunggu sampai  bertemu dengan Suster.  Setelah jam 16.00 kami datang lagi ke asrama. Kami ketuk  pintu ada  seorang  Siswa Stece ( Stella Duce)  penghuni asrama membukakan pintu. Bapak  bertanya,  “Apakah Suster ada? . “Ada“ , jawab anak asrama. Sebelum memanggilkan suster dia mempersilahkan kami duduk.  Saya membayangkan begitu bangganya kalau  saya bisa  tinggal di asrama itu. Batinku. Chiee...mimpi dulu. 

Tak berapa lama Suster Bernadia keluar.  Beliau ramah sekali. Dengan  senyum dan  tatapan yang adem beliau menyapa kami. Nyesss... rasa hati ini. Harap-cemas, harap cemas  akan jawaban suster, karena sebenarnya  bu Har Sudah 3 kali 3 hari  kasih tahu kalau asrama susteran sudah penuh. Daya tampung asrama  hanya 60 orang dan sudah pas!.

Ternyata benar, Jawaban suster sama. Sedih, kecewa, rasa hati kami. Terasa sesak di dada ingin menangis rasanya.  Akhirnya kamipun pulang dengan langkah gontai. Disepanjang  perjalanan bapak  menceritakan kekecewaannya. Saya juga ikut sedih. Daertah Istimewa Yogyakarta, kota provinsi, kota besar dengan segala bingar- bingarnya kehidupan. Jika saya kos, saya yang notabene  anak kampung, lugu, kuper. Bapak tak tega saya kos diluaran yang tak jelas.  Bapak takut saya kena pengaruh /hal negatif.  Selain itu  betapa repotnya nanti harus bayar kos, biaya makan, bayar transpot dll dst. 

Berpikir jika tinggal diasrama hanya tinggal ‘belajar’ semuanya sudah difasilitasi. Letaknya dekat sekolah pula. Makan sudah disediakan. Hidup teratur,  dibimbing, didampingi.   Yach pokoknya semua  mendukung  deh. Semalam suntuk bapak tak bisa  tidur, saya pun kecewa luar biasa. Akhirnya  pagi berikutnya kami pergi lagi ke Jogya. Kami menyelesaiakan administrasi di sekolah menyerahkan berkas-berkas dan kelengkapan pendaftaran. Menyerahkan kembali formulir yang sudah diisi hingaa jam 11.00 WIB.  Jam bertamu di asrama jam 16.00.  Tak mungkinlah kami pulang ke Muntilan yang jaraknya 40 km. Kami menunggu dengan penuh setia di depan asrama, sambil sesekali  ngobrol dengan penjual es doger di situ, dengan  tukang sol sepatu atau  dengan orang-orang yang  jualan di pinggir-pinggir jalan. 

Tak terasa tibalah waktunya bertamu.  Dengan modal tak  tahu malu dan tak tahu diri  kami ketuk pintu asrama. Bu Har yang membukakan pintu itu.....”Eh! bapak lagi”. Iya ibu...maaf,  ingin sekali lagi  ketemu Suster kepala, kata  bapak memohon dengan penuh belas kasihan. Bu Har pun mempersilahkan kami duduk menunggu kedatangan suster.   Sekitar  1 jam kami menunggu suster.  Akhirnya  penantian pun tak sia-sia. Suster  dengan becak masuk halaman asrama. Kemudian  beliau masuk.   Sambil nyengir kami berdiri dan memberikan hormat kepada  Suster.” Eh bapak lagi” sapa  Suster pada kami. 

Tunggu ya, saya  masuk dulu, “sapa suster kepada kami”.  “Baik Suster, trimakasih”, jawab bapak.  Sambil menunggu suster, doa dalam hati kudaraskan semoga saya bisa tinggal di asrama ini.  Sekitar   15 menit kami menunggu suster, akhirnya beliaupun muncul.  Bapak adalah sorang guru PPKN dan budi pekerti yang mengajarkan tata krama di sekolah.  Saya akui bapak pinter menghiba, memohon belas kasihan, semoga kali ini  bisa berhasil.  Terbukti kemarin waktu wawancara tentang uang  gedung di sekolah teman-teman lain bayar selangit, kami dapat super murah, berkat kelihaian  ‘bahasa’ bapak  saya hanya bayar  50 ribu setara gaji bapak 1 bulan waktu itu.  Itupun dicicil sampai 5 kali selama 5 bulan.

Singkat cerita dengan  berbagai cerita fakta dan  nasib saya dan lain-lain. Antara lain yang  bapak sampaikan kepada suster kepala. “Suster saya  ingin sekali  anak saya sekolah disini sejak saya masih  bujang dulu. Saya  bermimpi anak saya sekolah di SMA dan di asrama ini. Biar  tidur di kolong tempat tidur yang penting anak saya bisa masuk asrama ini.  Semoga Suster berkenan memberi tempat. “Saya tidak akan keluar dari rumah ini  sebelum suster mengijinkan anak saya tinggal disini”, suara bapak memohon dan setengah mengancam. 

Sebenarnya suster  juga sudah menunggu  semoga ada  yang mengundurkan diri , tetapi ternyata tidak ada!. Suster  terlihat berfikir keras. Suasana  sunyi, sepi bagai kuburan..hanya detak bunyi jam dinding saja yang nyaring terdengar. Bapak.....ini jika anak bapak mau. Sebenarnya ada satu tempat tidur yang kosong, tempat tidur itu  tingkat, sementara hanya mbak Menuk yang tidur di bawah. Kami ada 5 orang asisten rumah tangga, ada 6 tempat tidur jadi 1 itu tidak ada tuannya, kasurnya memang ada. Kalau mau...ini kalau  Eti mau, bisa tidur di situ.

Nyesss...ternyata doaku terjawab. Trimakasih Tuhan. Bapak dan Suster nawarkan itu  padaku. Tanpa pikir panjang akupun mengiyakan. Aku sangat senang.  Bapak  jadi lega dan berterimakasih  berluang-lulang  kepada suster.

Benarlah kini saya bisa tinggal di asrama, tak penting saya tinggal bersama dengan pak Yem, mbak Menuk, mbak Mimin...mereka asisten rumah tangga. Justru aku merasa bersyukur. Aku jadi di sayang mereka. Susterpun sayang jadinya. Aku tetap belajar dengan baik.  Justru aku  di asrama dapat tugas setiap hari memberi makan kucing kesayangan suster yang banyak sekali. Mereka diberi nama semua. Mince, Tince Lince,...yah pokoknya mereka semua punya nama. Lucu. Setiap Suster punya makanan enak dari luar negeri saya selalu dapat bagian.

Tak heran kalau akhirnya saya di asrama jadi gendut.  Padahal saya orangnya pendek hanya 150 cm tingginya. Ini berkat makan terjamin  kue  setiap hari bisa ambil sendiri di dapur. Yang  lebih membahagiakan hati, ternyata suster  melarang kami membayar  asrama. Alias gratis. Memamg! Rejeki tak pernah salah alamat. Saya Selalu berdoa, bersyukur atas nikmat Tuhan. Tuhan akan selalu memberikan kemudahan dan Kenikmatan. Tuhan selalu memberikan harapan pada orang yang tidak mudah menyerah.  Tuhan bisa memberikan Mujizat pada yang percaya dan tidak meninggalkan mereka dan berjalan bersamanya. Doa itu seperti kebun. Jika  terus dipeliara maka doa akan berbuah 

Ajaran itu yang   bapak selalu berikan untuk pegangan hidup.  Kini saya sudah nyaman tinggal di asrama, tahun berikutnya  adikku menyusul tinggal bersama. Nah karena  adikku bersama teman-teman  di kamar depan,  adikku  membayar sesuai  tarif asrama. Tahun berikut Suster memberi peluang kepadaku  aku pilih tinggal di depan atau tetap tinggal bersama mbak Yem di belakang.  Dengan mantap aku milih tinggal di belakang saja. Aku  sudah biasa bantu-bantu  mbak-mbak  untuk kerja di dapur. 

Selama 3 tahun saya di asrama gratis dan  setelah aku lulus SMA suster masih memintaku untuk tinggal di asrama menjadi pendamping  anak – anak asrama. Duh senangnya aku. Setiap mbak-mbak dapat hadiah sayapun pasti dapat  bagiannya, seperti tas, baju baru dan lain-lain. Selain kuliah dan menjadi pendamping anak-anak  diasrama  saya masih boleh memberi les di luar.  Masih ingat  anak les saya bernama Ananto dan 2 Adiknya yang les prifat  dengan saya dari  kelas 1 SMP sampai lulus SMA. Lumayan juga dapat uang bulanan dari keluarga mereka, bisa meringankan beban orang tuaku. 

Sebenarnya saya masih senang tinggal di asrama, suster juga masih mengharapkan aku tetap tinggal. Tapi Rencana jadi berubah setelah adikku no 2 lulus SMA  kedua adikku lagi harus sekolah di jogya juga. Kami  berempat tidaklah mampu orangtuaku menyewa kos ditempat yang berbeda-beda.

Akhirnya kami rapat keluarga. Bapak  menyarankan aku keluar dari asrama.  Bapak  sewa sebuah rumah.  Rumah itu kita sulap menjadi warung makan sederhana.  Kita lengkapi,  meja, kursi,etalasi  dan semuanya. Kesimpulannya  Bapak dan ibu melatih kami  untuk hidup mandiri. Sekolah sambil berjualan.

Kami bersaudara nama saya Eti Wuryani. Eli Wuryandari adikku nomor dua, Edi Wuryanto adik laki-laki nomor 3 dan  disusul Rudi Wurdiayanto si bungsu. Saat   mulai  sewa rumah  saya  ambil keguruan ikatan dinas jurusan matematika di Sanata Dharma Jogyakarta dan adikku  Eli kuliah di UGM jurusan Elektornika  dan Instrumentasi ( ELIN)  kedua adikku laki-laki masih SMA. Benar-benar kami  hidup mandiri,  kuliah sampil  buka warung. Menu yang kami jual adalah Nasi campur, Soto ,bakso dan  segala Es ( Es teh, es campur , dll). Warung kami  di depan SMA-nya adikku no 3 . SMA De Britto,  Sekolah yang menurut kami sekolah  favorit  dan bergengsi  dari saat itu  sampai sekarang. Biaya sekolah lumayan mahal bagi ukuran kami. 

Dengan tertatih-tatih, penuh derita , letih dan lelah  kami  tak ingin mengecewakan  harapan orang tua. Bapak tetap sebagai PNS, untuk mencukupkan kebutuhan kami. Perjuangan bapak  selain mengajar di sekolah Utama SPG Van lith beliau juga mengajar di SMA Pendowo dan STM Pangudi Luhur. Ibu selain kerja sawah juga sambil  merias pengantin . Maklum  perias pengantin kala itu  belum se-ekskekutif sekarang, tapi lumayan untuk menambah income keluarga.

Hari terus berjalan, kami pun tetap semangat  menjalankan usaha kecil itu dengan dibantu Yu Tinuk dan mbak Sri yang jadi tukang masak. Setiap jam 01.00 dini hari kami sudah belanja ke pasar  mengejar  harga murah . Jika   belanja sudah lewat jam 02.00 WIB harga  sudah  dari  orang ke-2 begitu seterusnya. Semakin siang, harga barang semakin mahal. Keluarga besar  kami yang orang jawa  tulen punya falsafah,  bangun harus pagi, jika kita tak bangun pagi rejeki akan hilang dipatok ayam yang sudah bangun duluan.  

Malam terlalu larut.  Ngantuk ini tak tertahankan. Aku menahan kantukku sekuat tenaga karena saya harus ujian besok. Saya  merasa belum siap.  Materi yang kupelajari  banyak dan saya belum terlalu paham. Kuambil satu ember  air  kurendam kakiku agar aku bisa  tetap melek.  Kalau dituruti maunya diri ini  berlari menghampiri bantal yang ada di tempat tidur  lalu merebahkan tubuh, melepaskan  rasa penat yang sudah kutahan dari sore. Aku harus kuat, tetap semangat!, niatkan hati. Biarpun ada ujian tugas rutin tak boleh  alpa. Tak boleh juga mengeluh. Kita tetap harus komitmen dengan jadwal yang sudah diatur.

Jam 06.00 sudah ada pelanggan yang sarapan. Setiap  jam istiraht  para siswa  dari SMA  sudah menyerbu soto dan bakso kami. Jadi  sebelum jam 10.00 kami sudah racik  sekitar 30 mangkok  soto dan bakso, beberapa gelas  Es. Jadi  kita sepakat  bersama adik-adik  atur jadwal untuk menjaga warung. Jadwal kita tempel di pintu kamar supaya semua  kami bisa saling bertanggung jawab. 

Waktu terus berjalan. Hari berganti hari. Bulan selalu berjalan maju. Tahun pun berganti. Hingga akhirnya tak terasa semua kami berempat lulus kuliah 2 adik saya alumni UGM dan yang bungsu  Atmajaya  jurasan  Teknik Sipil.  Ketiga  Adikku  kerja di jakarta.  Mereka semua sudah berkeluarga dan bersyukur sudah bisa hidup mapan. 

Tahun 2009 bapak meninggaal, akhirnya  Adik bungsu yang sudah kerja di Waskita  Karta Jakarta harus rela mengundurkan diri karena harus menjaga ibu yang sendirian. Saya  yang kuliah guru dan ikatan dinas setelah lulus ditempatkan di Timor-timur. Karena Timtim merdeka Akhirnya kami  ikut mudik di tanah kelahiran Suami. Saat ini kami masih tercatat sebagai guru di SMA negeri 2 Waingapau, Sumba Timur NTT. 

Demikianlah perjuangan hidupku aku  adik-adikku. Pendidikan mempunyai akar yang pahit  tapi buahnya  manis. Hidup itu seperti naik sepeda terus mengayuh agar tak jatuh.  Tak ada keberhasila tanpa usaha dan kerja keras.  Jangan mengeluh tapi teruslah berusaha. Terus belajar untuk menggapai harapan. Good Fighter never show the pain.  Petarung yang kuat  tidak pernah  menunjukkan pesakitan. 

Sukses adalah hak Anda tetapi bekerja keras, selalu belajar, dan tidak pernah menyerah adalah kewajiban kita manusia.



Salam Literasi!

Waingapu, 7 Juni 2021.



 “Ledwina Eti adalah nama facebook dan IG,  nama lengkap Ledwina Eti Wuryani Budi Astiwi, SPd. Lahir di Magelang, pada tanggal 14 April 1966. Sekarang ini masih tercatat sebagai pengajar di SMA Negeri 2 Waingapu. Buku antologi dan solo ber-ISBN yang sudah terbit  adalah Untaian Pelangi Nusantara, Menuai Berkah Bertaut Aksara ,Kidung Rindu, Refleksi dan Resolusi Saat Pandemi, Dermaga Hati dll ( 12 buah) . Buku Solo, Kumpulan cerpen “Mengungkap Rahasia” Penulis tingggal  di  Jl Trikora RT/RW: 010 / 003 Keluarahan Hambala, Waingapu, Sumba Timur. NTT.alamat email, ledwinaetiwuryani@gmail.com. No HP / WA 085 230 708 285.





Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...