Kamis, 02 September 2021

MENULIS DARI NOL



 



Menulislah buku, karena  buku adalah jendela dunia, biar semua orang bisa menikmati dunia  dari karyamu. 

Kegiatan menulis seharusnya adalah kegiatan yang tidak sulit karena setiap kita, sudah biasa menulis. Baik menulis di buku, sms atau chatt, menulis surat. Menulis di situ terasa enak dan sangat mudah. 

Menulis jadi sulit jika isi tulisannya  ditujukan untuk dibaca oleh khalayak ramai atau dutujukan untuk banyak orang. Perasaan  jadi tidak percaya diri, merasa takut salah atau bahkan merasa  tak mungkin dibaca oleh orang lain, takut dicela dll.  Lebih parahnya  jadi takut menulis alias batal membuat tulisan. Pupuslah riwayatnya. Batal jadi penulis.

Pada malam hari ini, Pelatihan  menulis Buku Ber-ISBN, bersama AGUPENA NTT Pak Rahmadi sebagai narasumber akan membawakan Materi “ Menulis dari  Nol”.  Seperti tertulis dalam judul Buku beliau. Ditemani oleh  Moderator cantik dan baik hati Ibu Liliyanti Idris, S.Pd  atau bisa  kami sebut dengan bunda Mallyou.

Pak Rahmadi, S.Ag. M.Pd.I, lahir 5 Maret 1973, dikabupaten Tapin kalimanatan Selatan. Seorang guru PAI di SMP Negeri 1 Lampihong kab Balangan  kemudian mutasi di SMP Negeri 4 paringin Kab. Balangan ( 2007-2015) pada tahun 2015 mutasi ke MTsN lampihong sampai 2016 dan sekarang sebagai guru di MAN Insan Cendikia Tanah Laut kalimanatan Selatan.Beliau adalah seorang penulis buku dan blogger. Sudah banyak buku yang beliau terbitkan yaitu buku solo dan buku Antologi. Prinsip Hidup pak Rahmadi adalah “Terus Memberi manfaat dan menginspirasi” Kontak person 085 249 992 917 surel mubaraknaufal@gmail.com.

Sebelum kegiatan bunda moderator mengabsen peserta. Asyik. Peserta  dari seluruh Indonesia siap menyimak materi malam ini. Tepat pukul 20.30 pak  sahat sebagai sekretaris diklat  mengubah setelan grup  mengizinkan  hanya admin  yang dapat mengirim pesan.  Bunda Mallyou  menyapa  Assalamualaikum kepada kita peserta sambil menunggu kedatangan  bapak Narasumber hebat kita.

Sebelum mulai kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh pak Sahat.

Sebelum narasumber menyampaikan paparannya  kita dijamu dengan  penampilan Tarian yang Indah dari siswa  berupa tagian ( penilaian) diampu oleh Ibu Dewi Rukmini.  Tarian ini dari siswanya pak Rahmadi.

 

Bagaimana Menulis dari Nol ?

Nol bukan berarti kosong. Akan tetapi setiap manusia dianugerahi Tuhan Potensi diri, potensi yang sangat luar biasa yaitu potensi skill (keterampilan). Jika digali dan dikembangkan akan menjadi kekuatan yg luar biasa. Termasuk potensi menulis.


 


Sebuah buku  yang berisi  paparan para pakar  penulis saat  narasumber  mengikuti belajar  menulis bersama Om Jay dan PGRI melalui WA Grup  angkatan 13. Salah satu narasumbernya adalah bunda kita yg hebat guru Cantik Inspiratif bunda @Ibu LILIS MBI

 

Kita menyadari bahwa sekarang kita bukan siapa-siapa dan sesungguhnya bukan anak raja atau presiden atau bukan anak ulama besar. Jadi pas saja jika kita menulis dan menulis. Selain itu juga  pernah teringat sebuah Qoute seorang penulis Menulis adalah membuat peradaban, membaca adalah melestarikan peradaban. Banyak hal  yang bisa kita tulis.  Ternyata banyak ragam yang bisa ditulis, seperti menulis cerita cinta, menulis cerita galau, menulis cerita kehidupan, menulis cerita perjalanan, menulis cerita duka, menulis cerita bahagia, menulis cerita karir dan lain sebagainya.

 

Langkah Jitu Menjadi Penulis dari Nol, berikut langkah-langkahnya:

Pertama, Tentukan topik apa yang akan ditulis

Ketika anda sudah dapat menentuka topik yang akan ditulis maka dengan mudah kita menuliskan kerangka tulisan. Misalnya topik tentang PJJ, maka akan terbayang dalam benak kita bagaimana PJJ tersebut, apa saja yang ada dlm PJJ, kendala apa dalam PJJ dan Bagaimana mengelola PJJ dsb.

Kedua, Rumuskan kerangka tulisan atau outline tulisan

Merumuskan kerangka tulisan sesungguhnya mudah saja. Yaitu dengan menggunakan poin-poin penting atau garis besar yang akan ditulis nantinya. Sebagai contoh adalah seperti daftar isi dalam sebuah buku atau makalah.

Ketiga, tulis dan tulis apa yang anda rumuskan

Bagaimana menulis apa yang kita tentukan dan rumuskan? Caranya mudah, jangan ragu apa yang ada tulis, yakinlah bahwa tulisan kita akan dibawa dan bermanfaat. Tidak ada yang tidak bermanfaat sebuah tulisan. Karena tulisan itu adalah ruh dari buah pikiran dan gagasan kita.

Keempat, bagikan dan untuk mendapatkan kesan dari tulisan kita

Sebuah tulisan akan mendapatkan manfaat dan kesan jika tulisan kita dibagikan ke media-media sosial atau grup-grup  yang kita punya. Jika tidak, maka tulisan akan menjadi sebuah tulisan yang hanya bisa kita sendiri yang akan menikmatinya. Padahal tujuan tulisan itu adalah mengungkapkan ide dan gagasan kita menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat dan akhirnya menginspirasi orang lain atau pembaca. Apalagi kita punya blog, maka bagikan link blog tersebut agar banyak orang mendapatkan manfaat dari tulisan kita. Jangan takut dikritik atau dikoreksi.

Kelima, ikut komunitas untuk dapat berbagi dan menginspirasi orang-orang

Kenapa harus gabung di sebuah komunitas? Karena kalau mau menjadi seorang ahli mesin maka gabung dengan komunitas ahli mesin. Kalau mau jadi penulis hebat, maka gabung di komunitas penulis. Karena dengan gabung di komunitas penulis banyak hal yang di dapat. Banyak hal yang dipelajari. Banyak hal yang dibagikan. Banyak hal yang diikuti sebagai contoh, saya gabung dengan komunitas belajar menulis bersama Omjay dan PRGI, guru berani menulis, Yayasan Pustaka Tamrin Dahlan, Ikatan Penulis Tanah Laut, dan sekarang ikut jg gabung dengan Komunitas dengan penulis best seller AKbar Zainuddin Penulis buku MAN JADDA WAJADA.

Keenam, menulis dan menulislah serta menulis lagi .  Menulis setiap hari dan jangan pernah berhenti. Alangkah baiknya jika mengikuti sebuah tantangan menulis selama 1 bulan atau 40 hari dan seterusnya. Sekarang tergantung kepada Kita mau gak untuk menulis?

 

Begitu banyak pelajaran yang   berharga yang dapat saya terima malam hari ini .  Hal ini akan menjadi motivasi  untuk saya  lebih giat  lagi menulis.  Semoga  bisa  bermanfat  dan menginspirasi.

Trimakasih untuk paparan  yang luar biasa  saya sampaikan kepada pak Rahmadi,  Bunda  Mallyou Bunda Lilis, pak Sahat  sebagai Pengurus AGUPENA NTT sekaligus  panitia Kegiatan diklat ini. Trimakasih  juga  saya sampaikan kepada teman-teman  sesama peserta untuk kebersamaan malam hari ini. Semua  bersemangat.  Semoga semua kebaikan untuk rela berbagi  dan iklas  memberi  akan menjadi amal jariah, pahala yang tak terputus hingga hari akhir nanti.  Terus  semangat. Salam Literasi.


Waingapu,  Kamis 2  September 2021
Ledwina Eti Wuryani
Salam Blogger

 

 S e s i      t a n y a     j a w a b

 Pertanyaan  dari  ibu Ledwina Eti, dari Waingapu NTT
Trimakasih Pak Rahmadi paparannya  luar biasa. Menambah wawasan dan menambah  semangat untuk menulis. Sukses terus pak. Saya sudah beli bukunya bapak juga untuk belajar.
Pertanyaan:
1.       Bagaimana cara bapak menjaga komitmen untuk menulis dan terus menulis ditengah  padatnya kegiatan rutin kita dan mengikuti berbagai komunitas juga, apakah ada waktu khusus  atau  mungkin ada trik jitunya pak ?
2.       Bagaimana cara membuat tulisan kita ‘berkesan’ atau menarik untuk  dibaca? Mohon pencerahannya.
Salam literasi. Trimakasih banyak untuk jawabannya.


Jawaban dari Pak Rahmadi
1.       Komitmen menulis setiap hari adalah harus kita tanamkan dalam jiwa. melalui motivasi para penulis-penulis hebat maka akan terus bersemangat utk menjaga komitmen tsb. Bagi saya triknya kita tetapkan Waktu yg nyaman untuk menulis misalnya pagi hari habis shalat subuh kalau kami muslim.
2.       Untuk membuat tulisan kita menjadi menarik dan berkesan adalah diawali dengan udul yang seksi artinya judul tersbut menarik hati. kemudian tulislah dengan bahasa yang renyah atau ringan. Hindari tulisan yg berat-berat  atau terlalu ilmiah
 
Trimakasih  pak, jawabannya memuaskan hehe...
 
Pertanyaan  dari  ibu Umatun Asal : Magelang
Bagaimana langkah paling mudah agar bisa menulis tiap hari, Sehari paling tidak menulis berapa
Jawaban
Adapun langkah paling mudah utk menulis setiap hari adalah jangan berpikir menulis-menulis hal-hal yang tidak dikuasai.  Misal menulis 5 paragraf setiap hari.









13 komentar:

  1. Mantap,,, Terima kasih buat resumenya bu... Semangat selalu.. Salam Literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..trimakasih kunjungannya pak guru, pak Narsum bilang harus rajin menulis, dan terus menulis

      Hapus
  2. Sangat menginspirasi , terimakasih telah dapat mengunjungi blpg ini
    (anitra w)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih bunda Anitra berkenan mengunjungi blog saya....salam kenal

      Hapus
  3. Trimakasih banyak bapak memotivasi, πŸ™πŸ€πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

    BalasHapus
  4. Salut bu.menjafi motivasi saya untuk bisa menulis.

    BalasHapus
  5. Ayo semangat ibu, asyik lho menulis banyak manfaatnya...sy juga maaih belajar

    BalasHapus
  6. Grup yang hebat akan melahirkan penulis -penulis hebat.Mantap Mom Ledwina kita saling berbagi dan belajar untuk kebaikan bersama. πŸ™πŸ™πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bunda, beruntung bisa bergabung dengan sahabat penulis hebag disini...πŸ’ͺ🌹

      Hapus
  7. Luar biasa ibu Ledwina. Sangat menarik ulasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih pak Theo sudah mampir dan meninggalkan jejak, saling memotivasi utk semangat menulia pak πŸ™πŸ’ͺ

      Hapus
  8. luar biasa, mantabbb sekali resumenya.
    Sangat padat dan berisi keren

    BalasHapus
  9. Manttap narsumnya pak, semangat menyimak πŸ‘πŸ‘πŸ’ͺ🌟

    BalasHapus

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...