Sabtu, 23 Juli 2022

Pelaksanaan MPLS SMA Negeri 2 Waingapu

 


www.sma2waingapu.sch.id. SMA Negeri 2 Waingapu  melaksanakan MPLS  dengan tatap muka, 2 tahun sebelumnya dengan daring  karena  adanya Pandemi.  MPLS adalah Masa Pengenalan lingkungan sekolah  yang wajib diikuti oleh  seluruh peserta didik baru.

MPLS SMA  Negeri 2 Waingapu dilaksanakan  Dari hari Senin, 18 – 20 Juli 2022.  Sebagai  lokasi tempat pelaksanaan  di Aula SMA.

Para peserta didik  Baru smandu yang berjumalah  372 terlihat antusias mengikuti MPLS. Sebagai Narasumber  Materi  adalah 1). Arti dan makna Wawasan Wiyata Mandala oleh  Bapak Drs Yustinus N. Beku 2). Pengenalan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka oleh bunda Dra Ati K Iki, guru Kimia sekaligus Wakil kepala Sekolah bagian Kurikulum. 3). Belajar Efektif  oleh  Ibu Arni Hada Indah, S.Si. M.Pd.(guru Matematika) 4). Kesadaran berbangsa dan bernegara , Bp. Letda. Inf. Rafael Tende. 4). Kepramukaan, Bapak Fathurrahman Abubakar ,Pembina Pramuka Smandu. 5). Pembinaan Mental Beragama, Ibu Nelce Hawu Piga, S.Pd. M.Pd.K ,guru agama KP. 6). Tatakrama, Ibu Dra. Magdalena Mila Ate , Ibu Guru Bahasa Inggris. 7). Pendidikan karakter dan Profil Pelajar pancasila, Ibu Solfina Malahina, S.Pd. 7). Sosialisai Dapodik, Bp. Marthen Windi Liti, operator sekolah. 7). Literasi Digital, Ibu Ledwina Eti , guru matematika dan pegiat Literasi. 8). Tata tertib siswa, Bp. Devyt Hartono kalumbang, guru Sosiologi dan Pembina Osis.

Selain peserta didik  menerima materi  dari para narasumber, mereka juga  wajib  mengikuti lomba dan  gelar talenta. Gelar talenta yang diprakarsai oleh ibu Sofina ketua panitia MPLS  begitu meriah.   Gelar talenta   meliputi  bernyanyi Solo yang diikuti 2 orang, Vokal group, Karate , Taekwondo, Puisi, Dance. Tak ketinggalan  Stand Up Komedi oleh  guru olah raga Bp. Salmon Wulang yang membuat suasana menjadi tambah meriah   karena menarik, penuh semangat dan lucu.

 Lomba Yel-yel  ada 3 kelas yang menjadi juara. Ada pemilihan kelas terfavorit. Tak ketinggalan  pemilihan putra-putri MPLS. Mereka adalah  peserta didik yang  terpilih dari kedisiplinan, ketertiban, keaktifan  dan kerapiannya.  Ada satu calon penulis yang sudah muncul karyanya, Nona Sarlince tamu Ina. Menulis Story Telling dengan tema ‘Ibunda’ yang berjudul “Ibu terhebat” dari Ruang 7. Karya ini adalah salah satu tulisan yang akan dibukukan untuk ‘Rumah Literasi Smandu”.  Selain itu seluruh siswa  diwajibkan membuat ‘karya’  atau produk untuk gelar karya di ‘mading sekolah’ dan rencana untuk isi pameran.  Dari semua hasil karya dipilih 5 karya terbaik untuk mendapatkan apresiasi. Urutan karya terbaik adalah 1). Patricia N Loda Deta.2). Rejeka Fola M. Diki. 3). I Ketut Catur Narayana. 4). Cindi Anggela P. Radin. 5). Olivia Dominggus.

Hari Senin, 25 Juli 2022 adalah upacara perdana. Upacara pembukaan Tahun Pelajaran 2022/2023 oleh Inspektur Upacara bapak Kelapa Sekolah, Clasius Jerri Mbiliyora, S.Pd. Upacara begitu khidmat. Peserta Upacara lengkap seluruh warga  sekolah. Dari guru, pegawai dan siswa/I SMA Negeri 2 Waingapu. Salah satu agenda dalam upacara  adalah pembagian hadian bagi para peserta yang menang lomba. Betapa bangganya mereka namanya disebut untuk maju ke depan menerima hadiah. Bukan  harga dari hadiah, tapi apresiasi bagi mereka untuk terus mengembangkan bakatnya.

‘Selamat’  bagi  siswa yang berprestasi. Teruslah berprestasi! Raihlah mimpi dan wujudkan untuk masa depan yang lebih baik. Smandu  BISA! BISA! PASTI BISA!  itulah semboyan dan Yel smandu.  (LED.ETI)

 

 

 

Minggu, 10 Juli 2022

A70. Sinau sing ora nang sekolahan



Dadi Wong  urip ki sing  semeleh,
aja grusa-grusu,
alon-alon wae nandangi gawean sing ana,
ning aja klemat-klemet lho…
pagawean dilakoni kanti becik ben ketitik
aja ngudoroso rana-rene,
apa maneh omong elekke wong liyo.
 
tentremke ati,
ditoto supaya adem,
luwih becik meneng,
ben ayem dan temata
 
Nyambut gawe iku digawe seneng
Ra usah njungkir-njempalik,
Engko awake lara kabeh,
Wong liyo  sing seneng melu prihatin
Lah!!
Sing ora seneng  karo awake dewe  ming nggenguyu.
 
Ngrasakke gawean rasane ra ana entekke,
Apa meneh yen dioyak-oyak wektu,
Atine bingung,
Rasane kemrungsung,
Ra iso turu, ra enak mangan,
Sing luwih  prehatenake,  pingin nesu-nesu,
Lembene mecucu lan rai sing ayu dadi  elek kaya wong dungu.
 
Wancine pada ndongakake,
Noto ati, noto roso , ojo lali matur nuwun karo sing murbeng dumadi
Apa meneh kabeh menungso saya suwe saya tuwo
Jembararake segorone nang ati,
Cedakke  Swargane,
 
Gusti Ora sare,
Gusti tansah paring kawelasan sadayo menungso
Kawula nyuwun tinebihno  saking panggoda
Saha linuwarno kawula saking piawon.
 
 
 
 
 
 
 
Catatan :
 
Ternyata  menulis itu mengasyikkan
Menulis itu menghibur hati
Saat  hati gelisah, pikiran buntu dan suntuk
Dengan menulis  berubah lega.
 
Keluhan jangan disampaikan dengan kata-kata,
Tuliskan saja, tuangkan dalam aksara.
Goresan pena itu akan jadi kenangan,
Jadi karya nyata bahwa kita ada,
 
Semua manusia pasti punya cerita
Suka cita, ceria, bahagia bahkan tawa ria
Duka cita,  derita, hari lara
Ada saatnya panik, ada juga rasa lega
Itu silih berganti bagai putaran roda,
 
Saat aku menerima tantangan menulis 70 hari,
Aku ragu,
Apakah mungkin aku mampu!!
Maju mundur-maju lagi,  mundur lagi!
Niat!!, Niat!!, Nekat,  “Klik!!” siap bergabung,!
 
Akhirnya…..
Ini adalah tugas yang terakhir,
Naskah yang ke-70
 
Trimakasih Tuhan,
Terus bersyukur tak pernah henti,
Bahagianya jika selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal,
Sehingga semua bisa selesai pada waktunya,
 
 
Trimakasih teman teman penulis seantero negeri.
Tim solid di PMA, Ibu kanjeng, Ibu Lilis, Ibu Dian, Pak  Dail, Ma’ruf, Ibu Aam, Ibu Mey Dearly, pak Made Jimat, Pak Miswan. Pak Sigit, Ibu Muslihatun, Ibu Sri Yatmini, Ibu Panca Lukita ….pokoknya semuanya yang tak bisa kusebut satu per satu,
 
Engkau semua sudah memotivasi,
Semua  sudah menyemangati,
Hingga tuntas tugasku ini…
 
 
 
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 70
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
# Waingapu,jumat15juli 2022
 
 
 
 

 

 

 

 

Sabtu, 09 Juli 2022

A69. Cerita Lucu


Ketimun.

 

Pulang kuliah rambu hamu terasa capek dan haus setengah mati,

Setelah tida sampai di kos,

Tiba-tiba  terlihat ketimun yang sudah di iris-iris di atas meja,,,

Disamping ada  sambal pula…

 

Waii…  asyik ni!,

“Haus begini ada yang nikmat!” katanya.

Dia makan lahap  irisan ketimun sampai  habis.

 

Rambu Maya, teman kosnya  keluar dari kamar,

Dia bermaksud mau buang ketimun itu.

Heeeiii  !! mana ketimun yang disini tadi?!, serunya kepada Rambu Hamu,

Saya sudah makan habis!!, jawabnya.

 

Kau Tahu!!,  ini bekas saya pakai untuk usap mukaku yang jerawat ini , kaki dan tanganku biar segar!! Kenapa kau makan???!!

 

Haokkkkssss!!  Rambu Hamu  korek mulutnya berusaha untuk mengeluarkan  ketimun yang sudah ditelannya.

 

 

Sambal kacang

 

Saat bertamu di kampung, badan terasa capek dan lapar,

Bagaimana tidak!

Jalan  naik turun gunung, lembah.

Kami berlima datang ke teman untuk melayat

Teman dekat kami  ayah kandungnya meninggal,

 

Ternyata  rumahnya  jauuuuh  sekali dipedalaman.

Sampai dirumahnya, muka sudah kamomos.

Kotor penuh debu,

Kami saling balihat dan jadi ketawa!!

 

Selesai  memberi penghormatan

Di rumah duka tempat jenasah disemayamkan

Kami dijamu makan.

Makannya lezat yaitu  daging, sayuran dan sambal kacang

Sambal kacang itu terasa beda di lidah,

Pokoknya  rasa aneh tapi lezat.

 

Selesai makan, saya sakit perut,

Saya diantar  ‘nona’ dibelakang melewati dapur,

Sekumpulan orang lagi, sibuk  dan didepanya

Terlihat  setumpunk kacang tanah

 

“Saya tanya pada nona tadi, Kok rasanya sambal kacang  tadi enak sekali, bagaima cara masaknya?”

Dia bilang,  orang-orang yang didapur tadi yang kunyah-kunyah kacang tadi, kemudian ditaruh santan kental dan pake bumbu kampung!,

Haahhh!!!,  aku terperanjat!

Aku  terus lari ke depan bermaksud mau memberi tahu temanku yang makan sambal kacang paling banyak.

 

 

Aku Hamil

 

Mak!! Mana bapak?  Tidak ada!??, jawab mamaknya Sari.

Mak aku mau omong penting sama mamak.  Boleh ya?!

Sari : Maaf, sebelumnya mamak jangan marah….

Mamak : Omong ge.

 

Sari: “Aku hamil mak…

Mamak: (kaget) . Apa!!!  Apa kau bilang??

Sari: (gemetaran) , aku hamil, mak.

Mamak: ( marah besar mata melolot dan geleng-geleng kepala)  Hamill?l!!!!

Sari: Iya!!, Hamill!!

Mamak: Aaahhh!!, kau bercanda kah?? Pi  sana, kau pasti kecapaian, istirahat sanaaa…!!

                ( kata mamaknya sambil  mendorong anaknya supaya pergi dari hadapannya)

Sari :  Tapi akhir-akhir ini saya suka makan yang asam-asam.

Mamak : ( terlihat lebih murka) . Kau masuk Angin!! Nih!!  Oles lehermu dengan  minyak

                  Angin!!  Seru  mamaknya yang terlihat jengkel.

Sari : (tersedu-sedu) Hiks, hiks, Tapi kenapa saya suka makan yang asem-asem, mak???

Mamak : ( dengan kesal dan teriak)

                 Mamak akan tempeng kamu!!  Mana kau laki-laki bisa hamil, SARIfudinnn!!!!

                 Laki mana yang bisa melahirkan??! Lewat mana coba!!

Sari : (meringis)

 

 

 

 

Pastor naik haji.

 

Pada  satu  hari  hujan deras ,

pak haji  dan seorang pastor yang bersahabat akrab  pergi naik bis bareng. 

Pas naik bis pak haji bilang. Bismillah.

Eh!,  Pastornya nyeletuk …

“maaf Ji bukan bismillah, ini bis kota!

Pak hajipun ketawa, hahahaa….

Bisa aja lu pastor!.

 

Pas dalam perjalanan  tiba-tiba petir menyambar,

Keras banget. Pastorpun kaget dan bilang… Halleluya!!

Eh, pak Hajipun langsung balas nyeletuk..

Maaf pastor, itu bukan Haleluya tapi ‘Halilintar!’

Pastorpu jadi ngakak…

“hahaha,…..

 

“Satu sama  ni yeee!”

 

Waktu  sudah sampai di tujuan dan turun dari bis, ternyata disitu banjir.

Pastor pun minta tolong sama pak Haji.

“Ji, tolong  gendong goa dong!.

Lu enak pake sendal !!

Nah gua, susah nih pake sepatu kalo basah ??!

Pak Hajipun dengan iklas menggendong sahabatnya itu.

Tapi pastor itu ketawa-ketawa terus.

Kenapa lu ketawa?

Tanya pak haji.

Ha ha ha,

“Soalnya baru kali ini ada pastor naik haji!”

 

 

 

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge - 69

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEti

# Waingapu,jumat15juli 2022

 

 

A68. Apakah pelajaran matematika ditakuti siswa?

 

      Pelajaran matematika  itu identik dengan berhitung. Menurut Kamus besar Bahasa Indonesia, matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur  operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.

      Matematika merupakan  ilmu universal  yang berperan penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir siswa. Namun, masih banyak siswa yang menganggap matematika adalah  pelajaran yang ‘sulit’. Ada juga yang menganggap matematika itu ‘momok’ yang menakutkan. Matematika  tidak menarik, abstrak dan susah dimengerti. Dengan anggapan begitu mereka jadi tersugesti. Dampak dari hal itu  akhirnya siswa tidak tertarik untuk belajar. Setiap  ada materi yang ‘tidak paham’ dibiarkan, tanpa bertanya. Akibatnya materi semakin banyak makin banyak pula yang tidak ‘jelas’  atau tidak ‘mengerti’..

      PR dari guru tak kerja. Materi yang tidak paham tak mau bertanya. Catatan asal-asalan, bahkan salah mencatat karena tidak teliti. Dengan gurunya tidak suka. Ada saja siswa yang ingin menghindar jika jadwalnya adalah matematika. Ia  berusaha  mbolos . Ya?!! Mana akan bisa?

      Dengan berbagai ‘pernyataan’ diatas apa yang harus dilakukan  supaya ‘bisa’.

 

Ada beberapa penyebab dasar kesulitan siswa menurut  Cooney  (1975),yaitu:

1.     Faktor Phisiologis

Dampak phisiologis dan kesulitan belajar misal terganggu penglihatan. Terganggu pendengaran. Ada juga gangguan neurologis. Yaitu gangguan karena sistem koordinasi syaraf. Hal ini berdampak gangguan dalam  menerima dan mengembangkan bahan ajar bagi siswa,

2.     Faktor Sosial

Tidak semua orang tua  peduli terhadap keberhasilan anaknya. Ada orang tua yang peduli berlebihan ada pula orang tua yang ‘cuek’ atau tak pernah memperhatikan anaknya. Begitu pula faktor kepedulian di kelas atau di sekolah. Itu juga  berpengaruh terhadap  kelancaran atau kesulitan belajar siswa.  Jadi lingkungan belajar di sekolahpun merupakan  salah satu  faktor sosial.

 

3.     Faktor Emosional

Siswa yang sering gagal dalam matematika mudah berfikir ‘tidak’ rasional. Mereka  punya perasaan takut, cemas, benci pada pelajaran matematika. Akibatnya siswa kurang perhatian terhadap pelajaran matematika.  Mereka jadi mudah mengalami depresi mental , emosional akibatnya ‘kurang minat’ membaca buku matematika. Malas berlatih soal-soal dan tidak menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru.

4.     Faktor Intelektual

Akibat rendahnya  tingkat kecerdasan  yang dimiliki siswa akan berdampak pada keslitasn memahami materi. Siswa jadi kesulitan  menguasai konsep, algoritma dan prinsip matematika. Mungkin sudah berusahanuntuk mempelajari, karena memang  tingkat kecerdasannya kurang, ya  akhirnya susah memahami.

 

5.     Faktor Pedagogik

Kurang tepatnya seorang guru dalam mengelola pembelajaran juga merupakan faktor kesulitan belajar siswa. Guru yang  kurang memperhatikan kemampuan awal yang dimiliki siswa akan menyebabkan apa yang diajarkan ‘sulit’ dipahami. Cara guru memilih pendekatan  dalam mengajar dan ‘kecepatan’  guru dalam menjelaskan konsep matematika akan berpengaruh  terhadap ‘daya serap’ siswa. Guru yang tidak menggunakan struktur  pengajaran matematika dengan baik akan membingungkan siswa.  Guru yang ‘kurang’ memberikan motivasi belajar pada siswa  serta kurang mengelola PR  dengan baik,  akan menyebabkan siswa ‘kurang’ tertarik belajar matematika.

            Dalam upaya menanggulagi  kesulitan belajar  siswa perlu kerjasama antara guru, siswa dan guru BK ( Bimbingan konseling). Begitu pula orang tua dan kepala sekolah  berperan  dalam mananggulangi kesulitan belajar siswa.  Salah satu  tugas pokok  guru adalah membantu siswa  dalam menyerap secara optimal  ilmu pengetahuan  yang dipelajari. Jika  hal ini belum terjadi maka kesulitan  yang dihadapi siswa  perlu disadari oleh guru. Guru membantu untuk memecahkan masalah  ini dengan pendekatan yang relevan dan  perlu upaya yang optimal.

            Bagi siswa kesulitan yang dihadapi perlu diatasi dengan usaha yang kuat dari diri siswa. Sebab upaya  guru seperti apapun juga tidak dapat membuahkan hasil jika motivasi siswa untuk memecahkan  kesulitannya tidak tumbuh dari dalam diri siswa itu sendiri.

            Dialog merupakan  cara terbaik untuk  mengetahui kesulitan siswa, Cara tes tertulis  kadang tidak  memberikan gambaran yang jelas  tenang sumber kesulitan siswa. Namun keterbukaan  siswa dan kejelian  guru dapat  berguna bagi guru dalam mengembangkan strategi untuk  menentukan ‘bagaimana’ yang masih belum dikuasai oleh siswa. Dengan berbagai cara pendekatan ternyata belum berhasil, maka perlu dikaji lagi pendekatan apa yang lebih sesuai untuk membantu memecahkan kesulitan belajar siswa.

 

Sebagai kesimpulan  dari uraian diatas adalah  guru perlu lebih jeli dalam mencari penyebab  kesulitan belajar siswa. Guru matematika perli lebih  menyadari dan melaksanakan misinya secara tepat  dalam mengelola pembelajaran  matematika. Siswa diharapkan termotivasi dan senang dengan pelajaran matematika.

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge - 68

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEti

#Selasa,13Juli2022

  

 

 

     

 

Jumat, 08 Juli 2022

A67. Kuliahku demi orangtua tercinta

 

Lulus SMA Selvanus  ‘terpaksa’ kuliah yang tidak sesuai dengan cita-citanya. Ia bercita-cita mengambil jurusan Management. Ternyata orang tua tak setuju.  Dia dimarahi dan dipaksa mamanya untuk kuliah Teknik Arsitektur. Mamanya keras!. Mama akan usir dari rumah kalau tidak mau kuliah itu. Bapaknya sependapat. Kalau tidak mau  bapaknya turut serta tak mau membiayai. Kompak sekali kejahatan orang tua selvanus. Sebagai anak berbakti   dari pada berkelai  maka ia manut saja kemauan orang tua.

Selvanus  kuliah dijalani dengan setengah hati dan keterpaksaan. Sudah enam tahun lebih belum lulus. Dia tetap saja santai.  Antara jengkel campur marah orang tua tak mau peduli lagi. Demi kesetiaannya sebagai anak baik ternyata dia  bisa ‘sadar’.  Ia terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang kuliah untuk membayar  mata kuliah yang tertunda.  Untuk menghilangkan penat ia sering foto-foto lingkungan. Cari orderan apa saja yang penting dapat uang.  Tujuh  tahun  lamanya  akhirnya lulus Sarjana Arsitektur (S.Ars). Betapa gembiranya Papa Mamanya.

Usai wisuda dibelikan  mobil Nissan second hand.  Mobil dipakai   untuk  mengajak mama bapanya  foto ke Studio dengan adiknya laki-laki. Setelah  itu makan-makan di restoran mewah di Jogya. Tiba di rumah ijazah Arsitektur di serahkan ke mamanya. "Terima kasih, Ma...saya sudah kuliahkan sesuai permintaan Mama.  Ini ijazah saya serahkan. saya tidak mau jadi tukang insinyur.  Saya mau jadi pedagang pinggiran dengan krombong.  Mamanya ternganga mendengar ucapan anaknya. Kepala  bagai disambar petir di siang bolong.  Bapak dan mamanya tak mampu berucap. Mau bagaimana lagi.

 

#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge - 67
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEti
# WaingapuRabu13Juli 2022

 

 

 

 

A67. Kuliahku demi orangtua tercinta


Lulus SMA Selvanus  ‘terpaksa’ kuliah yang tidak sesuai dengan cita-citanya. Ia bercita-cita mengambil jurusan Management. Ternyata orang tua tak setuju.  Dia dimarahi dan dipaksa mamanya untuk kuliah Teknik Arsitektur. Mamanya keras!. Mama akan usir dari rumah kalau tidak mau kuliah itu. Bapaknya sependapat. Kalau tidak mau  bapaknya turut serta tak mau membiayai. Kompak sekali kejahatan orang tua selvanus. Sebagai anak berbakti   dari pada berkelai  maka ia manut saja kemauan orang tua.

Selvanus  kuliah dijalani dengan setengah hati dan keterpaksaan. Sudah enam tahun lebih belum lulus. Dia tetap saja santai.  Antara jengkel campur marah orang tua tak mau peduli lagi. Demi kesetiaannya sebagai anak baik ternyata dia  bisa ‘sadar’.  Ia terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang kuliah untuk membayar  mata kuliah yang tertunda.  Untuk menghilangkan penat ia sering foto-foto lingkungan. Cari orderan apa saja yang penting dapat uang.  Tujuh  tahun  lamanya  akhirnya lulus Sarjana Arsitektur (S.Ars). Betapa gembiranya Papa Mamanya.

Usai wisuda dibelikan  mobil Nissan second hand.  Mobil dipakai   untuk  mengajak mama bapanya  foto ke Studio dengan adiknya laki-laki. Setelah  itu makan-makan di restoran mewah di Jogya. Tiba di rumah ijazah Arsitektur di serahkan ke mamanya. "Terima kasih, Ma...saya sudah kuliahkan sesuai permintaan Mama.  Ini ijazah saya serahkan. saya tidak mau jadi tukang insinyur.  Saya mau jadi pedagang pinggiran dengan krombong.  Mamanya ternganga mendengar ucapan anaknya. Kepala  bagai disambar petir di siang bolong.  Bapak dan mamanya tak mampu berucap. Mau bagaimana lagi.

 

#70harimenulis

#siapataujadibuku

#challenge - 67

#RumahLiterasiPMA

#LedwinaEti

# WaingapuRabu13Juli 2022

 

 

 

 

67. Pesan Hidup

 

Hidup ini untuk senang
Jangan dibuat sedih
 
Hidup ini dinikmati
Jangan dibuat stres
 
Hidup ini dijalani dengan santai saja
Jangan terburu-buru seolah besok tak ada waktu
 
Jujur… aku bukan siapa-siapa
Tapi, dadang saya merasa sibuk,
Saya merasa tak mampu dalam menjalankan tugas, 
Tugas yang satu belum habis
Sudah menunggu tugas yang berikut,
 
Seolah waktu yang diberikan Tuhan 24 sehari
Tidaklah cukup.
Seolah hari-hari dipenuhi dengan pekerjaan,
Tugas, tanggungjawab yang tak ada henti,
 
Hingga hanya senyum tak sempat,
Karena selalu berkutat dalam rutinitas,
Muka  kusut jadi kelihatan tua,
Tidak ada percaya diri karena banyak beban,
Nenek mau kemana?  Seorang anak SMP tiba-tiba memanggilku
Aku kaget antara sedih dan lucu.
 
Padahal aku belum ada cucu….
Ada sih, dari keluarga suami karena dia anak bungsu,
Anak kandung sendiri belum nikah, jadi cucu hanya merindu,
Kan rajin berdoa semoga cepat ada cucu sebelum ajal menjemputku.
,
Tuhan …
Berikan panjang umurku
Selalu dekat denganmu
Bersyukur selalu
Dan bisa bermanfaat untuk sesamaku
Mampu menjadi penyalur berkatmu,
Saya tahu,
Engkau akan menuntunku dari waktu kewaktu.
Semoga aku terus mengikut jalanmu,
Amin.
 
 
 
 
Perenungan
 
Ketika Tuhan memberikan berbagai kesulitan dan ujian bagi kita, sesungguhnya Tuhan sedang  membentuk kita menjadi manusia  yang lebih berkualitas. Tetapi jika  kita menyadari, kita pasti akan merasakan bahwa kesulitan  dan ujian itu sebagai beban  berat sehingga  kita jadi sering mengeluh dan berputus asa.
 
Kita  harus yakin bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Hari tidak selamanya malam, fajar pasti akan menyingsing dan matahari akan memberi pencerahan.
Pada saat yang tepat  pasti kita  akan dapat merasakan kepuasan. Kebahagiaan  dan kesuksesan akan bisa diraih setelah berhasil melewati segala bentuk kesulitan dan kegagalan.
 
Tanpa kesulitan dan kegagalan, kesuksesan yang kita raih akan terasa hambar dan tidak berkesan. Kemudahan dan kenyamanan dalam hidup menyebabkan kita menjadi statis. Tidak ada variasi  hidup dan menyebabkab  kemandegan untuk mengembangkan kreativitas dan mengasah mental.
 
Kesulitan adalah obat mujarab agar kita tetap dinamis dalam mengembangkan kreativitas.  Tak perlu mengeluh. Orang-orang yang suka mengeluh ketika dihadapkan  dengan berbagai persoalan  dan selalu mengharapkan bantuan orang lain dalam mengatasi kesulitan  hidupnya, akan menjadi  manusia lemah dan tidak pernah menemukan kesuksesan sejati.
Percaya atau tidak  itu tergantung kita yang menjalani. Tetap semangat!!  Hidup itu anugerah yang harus dijalani.
 
 
#70harimenulis
#siapataujadibuku
#challenge-67
#RumahLiterasiPMA
#LedwinaEtiWuryani
#Waingapu Selasa 12Juli2022 

 

 

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...